Bandara Changi yang dikenal sebagai salah satu bandara paling efisien di dunia, baru-baru ini menjadi saksi ketegangan seorang wisatawan. Seorang turis hampir saja melewatkan penerbangannya setelah melakukan kesalahan yang tidak terduga: ia secara tidak sengaja mengirimkan paspornya ke dalam sistem penanganan bagasi otomatis bandara.
Insiden ini menjadi viral setelah dibagikan di media sosial, memperlihatkan betapa tipisnya batas antara liburan yang menyenangkan dan mimpi buruk logistik di bandara.
Kejadian bermula saat turis tersebut sedang melakukan proses check-in mandiri. Dalam kondisi terburu-buru, ia meletakkan paspornya di atas koper yang sedang ditimbang di ban berjalan. Tanpa disadari, saat koper tersebut bergerak masuk ke dalam sistem pemilahan bagasi bawah tanah yang luas, paspor tersebut tetap menempel atau terselip di koper dan ikut terbawa masuk.
Turis tersebut baru menyadari paspornya hilang sesaat setelah kopernya hilang dari pandangan. Sontak, suasana berubah menjadi kepanikan luar biasa karena tanpa dokumen identitas tersebut, ia dipastikan tidak bisa melewati pemeriksaan imigrasi dan naik ke pesawat.
Sistem bagasi di Bandara Changi adalah jaringan ban berjalan yang sangat kompleks dan panjangnya mencapai puluhan kilometer. Begitu sebuah benda masuk ke dalam, sangat sulit untuk menemukannya kembali dalam waktu singkat.
Beruntung bagi turis tersebut, staf darurat bandara bereaksi dengan sangat cepat. Setelah melaporkan kejadian tersebut, petugas segera berkoordinasi dengan tim operasional bagasi untuk melacak posisi koper yang dimaksud. Melalui bantuan sistem pemindaian tag bagasi, petugas berhasil menghentikan laju koper tersebut tepat sebelum masuk ke kontainer pemuatan pesawat.
Setelah menunggu dengan penuh kecemasan selama beberapa waktu, paspor tersebut berhasil ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya tepat sebelum gerbang keberangkatan ditutup.
Meski berakhir bahagia, insiden di Bandara Changi ini menunjukkan bahwa teknologi bandara yang canggih sekalipun tidak bisa melindungi pelancong dari kecerobohan pribadi. Ketangkasan staf Bandara Changi dalam menyelamatkan dokumen turis tersebut patut diacungi jempol, namun bagi sang turis, ini tentu menjadi pengalaman yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidup.
Pertama di Asia Tenggara, Bandara Changi Hadirkan Aplikasi Seluler Pelacakan Bagasi Penumpang
