Hendak Landing Saat Topan Cimarron Menerpa, Pesawat Asal Jepang Ini Menukik Tajam!

Sumber: the sun

Pada Jumat (24/8/2018) kemarin, wilayah Barat Jepang diterpa Topan Cimarron yang mengakibatkan puluhan orang terluka dan ratusan ribu bangunan rusak. Selain menimbulkan kekacauan di Negara Matahari Terbit, Topan Cimarron pun tak ayal mengganggu sejumlah sistem transportasi – tidak terkecuali sektor aviasinya.

Baca Juga: Bantai Bandara Internasional Hong Kong, Topan Hato Batalkan 400 Penerbangan

Di balik masifnya efek dari Topan Cimarron ini, terselip satu cerita yang cukup membuat jantung seolah berhenti berdetak, yaitu manakala sebuah maskapai Jepang bermanuver menukik menuju darat ketika hendak mendarat di Bandara Narita. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (28/8/2018), pesawat berjenis Boeing 787 Dreamliner ini secara tiba-tiba menukik tajam ketika Topan Cimarron yang berkecepatan 200 km per jam menerpa si burung besi.

Dalam sebuah rekaman yang berhasil diabadikan, tampak pesawat tersebut sempat oleng beberapa saat sebelum pesawat ini menukik dan ‘terombang-ambing’ kerasnya terpaan topan. Beruntung, sang pilot berhasil menyeimbangkan kembali pesawat dan memutuskan untuk membatalkan pendaratan di Bandara Narita.

Menurut laman sumber, pesawat tersebut berhasil melakukan pendaratan pada kesempatan kedua. Dilaporkan, seluruh penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut selamat walaupun beberapa di antaranya mengalami trauma.

Dapat Anda bayangkan sendiri semisal Anda merupakan salah satu penumpang yang berada di dalam penerbangan tersebut. Penampakan langit berwarna abu-abu yang dibarengi dengan beberapa manuver pesawat yang terhempas windshear akan senantiasa meningkatkan detak jantung Anda. Belum lagi ketika pesawat menukik tajam selama beberapa detik – dipastikan adrenalin Anda kala itu akan semakin terpacu.

Kendati dilengkapi dengan sejumlah teknologi yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan, namun alam bukanlah musuh yang sebanding dengan instrumen tersebut.

Sumber: news.com.au

Dari kejadian topan ini, dilaporkan sebanyak 30 orang di Barat Jepang mengalami luka-luka dan lebih dari 130.000 rumah mendadak kehilangan daya listriknya setelah salah satu turbin pembangkit daya listrik hancur diterpa topan.

Baca Juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing

Selain itu, banjir dan tanah longsor menjadi bencana lanjutan pasca topan pergi meninggalkan Jepang. Guna memastikan tidak ada korban berjatuhan lainnya, sejumlah operator transportasi pun akhirnya membatalkan sejumlah jadwal – salah satunya adalah jaringan kereta cepat di Barat Jepang.