Highlander, Pesona Baru Wisata Transportasi Ibu Kota

0
bus Highlander pada pameran di JIExpo 2016 silam. sumber: ardiantoyugo.files.wordpress.com

Jakarta tidak mau kalah saing dengan Bandung terkait masalah di sektor pariwisatanya. Apabila Bandung memiliki Bandros (Bandung Tour on Bus) yang siap membawa pengunjung berkeliling kota yang berjuluk kota Kembang tersebut, maka Jakarta memiliki bus wisata yang siap membawa pengunjung berkeliling spot-spot penting di Ibu Kota. Bus Wisata Jakarta dikelola oleh PT TransJakarta ini menyediakan beberapa route yang terkonsentrasi di sepanjang daerah Pusat dan Selatan.

Pada pagelaran pameran bus, truk, industri komponen dan aksesoris yang berlangsung sejak 29 Maret hingga 1 April 2016 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta ini, Karoseri New Armada turut mengambil satu “lapak” untuk turut memamerkan karyanya. New Armada memajang dua bus besar yang salah satunya akan digunakan sebagai bus wisata Jakarta. Bus besar berkonsep premium Evolander dan bus tingkat Highlander. Banyak kalangan yang langsung jatuh hati pada bus hibah dari Agung Sedayu Group ini.

Seperti yang dikutip dari Tribunnews.com, Branch Manager Marketing & Sales New Armada, Magelang, Joko Susilo mengatakan harga satu bus Highlander ini ditaksir senilai Rp 1,250 miliar rupiah. Harga tersebut sudah termasuk bangku, AC, dan audio, namun tidak termasuk dengan sasis bus. Adapun fitur yang ditawarkan oleh bus ini adalah CCTV yang terpasang di bagian atap depan dan belakang, running text LED di bagian eksterior depan dan setiap lantai, televisi 22 inch, dan tempat duduk khusus bagi penyandang disabilitas. Desain bus ini terlihat mirip dengan bus yang dihibahkan oleh Alfamart untuk Transjakarta.

sasis mercedes-benz oc 500 rf 2542. Sumber: 3.bp.blogspot.com
sasis mercedes-benz oc 500 rf 2542. Sumber: 3.bp.blogspot.com

Bus yang dibangun di atas sasis Mercedez-Benz OC 500 RF 2542 ini mampu mengangkut beban kotor seberat 25 ton, dengan tenaga maksimum yang dihasilkan mencapai 420 horse power. Kaki-kakinya menggunakan 8 roda yang bertumpu pada 6 titik, dengan sumbu roda ganda pada bagian belakangnya. Penumpang dengan tinggi kurang lebih 175 cm tidak perlu khawatir kepalanya terbentur karena pintu yang tersedia terbilang cukup tinggi. Wajar saja apabila bus ini terlihat amat besar. Pemandangan yang ditawarkan di lantai 2 pun terbilang cukup luas.

Joko Susilo menambahkan tidak perlu mengimpor bus dari luar negeri karena dari dalam negeri pun sudah dapat membuat karya yang menarik perhatian ini. “Agung Sedayu pun memesan 8 unit ke kita, dan semuanya proses penggarapannya sudah hampir rampung,” tambahnya. Bus ini juga memiliki satu fitur yang bisa dibilang cukup unik, yaitu dengan ditambahkannya tinta glow in the dark pada gurat garis body bus dua lantai ini.

Bus ini juga sudah dilengkapi dengan sistem keamanan terbaik dari Mercedes-Benz, yaitu disk break, Electronic Stability Program atau sistem anti selip, sistem rem elektronik, Antilock Breaking System, dan retarder untuk memastikan daya pengereman dan ASR sistem pengereman. Suspense independen terpasang di bagian as roda depan bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada pengemudi maupun penumpang.

Di Indonesia sendiri, perusahaan otobus pertama yang menggunakan sasis Mercedes-Benz OC 500RF 2542 ini adalah PO Kurnia, sebuah perusahaan otobus yang berasal dari Aceh. Namun bedanya dengan highlander wisata Transjakarta ini terletak pada penggunaan body. PO Kurnia menggunakan body Jetbus HD 2 Karoseri Adiputro.

Baru-baru ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama membuka rute baru yaitu ke Kalijodo. Rute-rute sebelumnya melayani perjalanan Sejarah Jakarta, Jakarta Baru, Kesenian dan Kuliner, serta rute Pencakar Langit Jakarta. Warga Ibu Kota terlihat antusias dengan hadirnya rute baru ini, namun kebanyakan warga masih belum mengetahui bahwa bus wisata ini tidak berbayar alias gratis.

Leave a Reply