Hindari Desak-desakan di KRL, Penumpang Pilih Naik KA Bandara Premium

1
Penumpang duduk nyaman di KAI Bandara Premium. Meski tarif murah, layanan dan pengalaman perjalanan jauh lebih menyenangkan dibanding menggunakan KRL. Foto: Alpin Hardiyansah/KabarPenumpang.com

Ada yang menarik dari peluncuran layanan baru KAI Bandara Premium. Kendati baru resmi beroperasi hari ini, namun, fenomena penumpang KRL beralih ke KA Bandara Premium sudah terjadi. Selain tarif murah mulai dari Rp5 ribu, nyaman dan aman menjadi alasan utama.

Baca juga: Tarif Cuma Rp5 Ribu, Railink Optimis Okupansi KA Bandara Naik 20 Persen

“Sengaja naik kereta ini dari Batu Ceper ke Sudirman. Karena kan kalau di KRL penuh ya, terus desak-desakan juga, ga aman kan, apalagi lagi Corona begini. Jadi, gapapalah bayar lebih tapi nyaman aman. Worth it laah,” jelas salah satu penumpang KAI Bandara Premium, Nadia, kepada KabarPenumpang.com.

Selain itu, lanjutnya, dari segi fasilitas, KA Bandara Premium juga jauh lebih lengkap dibanding KRL. KAI Bandara Premium, dengan tarif hanya Rp5 ribu -untuk keberangkatan dari Manggarai dan BNI City sampai Stasiun Batu Ceper- penumpang sudah bisa menikmati kursi nyaman yang dilengkapi armrest dan port USB.

Lebih dari itu, fasilitas dua toilet bersih dan nyaman bak di pesawat juga bisa dinikmati penumpang dengan tarif semurah itu; termasuk juga tempat sampah yang tersedia di setiap pintu-pintu kereta, sesuatu yang rasanya tak pernah ada di KRL.

KAI Bandara Premium diketahui menggunakan kereta buatan PT INKA dan kondisinya relatif baru. Disadari atau tidak, hal itu juga mempengaruhi pengalaman perjalanan penumpang selama di kereta dengan kondisi kabin lebih senyap, halus, terang, dan AC lebih dingin dari KRL.

Di samping penumpang KRL, migrasi juga terjadi bagi penumpang bus Damri. Salah satunya mengaku mulai memilih menumpangi KAI Bandara Premium saat ke bandara ataupun pulang dari bandara karena jauh lebih aman dan nyaman.

Kerumunan dan tampa jaga jarak terjadi di dalam rangkaian KAI Commuter. Meskipun himbauan sudah sering dilakukan, namun, penumpang tak punya pilihan lain karena kondisi seperti ini tak terhindarkan saat jam-jam sibuk. Foto: Alpin Hardiyansah/KabarPenumpang.com

Ketika ditanyai perihal kemudahan, dimana jika menggunakan bus Damri hanya sekali naik dan langsung turun di depan terminal bandara, sedangkan KAI Bandara Premiun (juga Eksekutif) tidak, beberapa di antara penumpang yang hari ini KabarPenumpang.com temui ketika menjajal KAI Bandara Premium dari Stasiun BNI City-Bandara (PP), mayoritas dari mereka mengaku tak masalah. Terlebih sarana dan prasarananya juga sudah jauh lebih baik.

Baca juga: Bye-bye Mahal, Mulai 1 April Tarif KA Bandara Soekarno-Hatta Cuma Rp5 Ribu!

PT Railink sendiri menyambut baik iklim positif dari penumpang terhadap kemunculan layanan baru KAI Bandara Premium. Meskipun masih dalam uji coba, bila kondisi ini terus berlangsung dan meningkat sampai fase uji coba selesai dilakukan sebulan mendatang, perusahaan membuka kemungkinan KAI Bandara Eksekutif bakal dihapus dari layanan.

“Kalau positif (okupansinya tinggi) bukan tak mungkin ke depan akan kami jadikan semua seperti ini kan (KAI Bandara Premium),” kata Plt. Direktur Utama PT Railink Anggoro Tri Wibowo, disela-sela peluncuran layanan baru KAI Bandara Premium, di Stasiun BNI City, Jakarta, Kamis, (1/4).

1 COMMENT

  1. Maaf, penggunaan istilah “KRL” dalam artikel ini kurang tepat. Baik KA Bandara maupun Commuter Line keduanya menggunakan sarana kereta yang disebut “KRL”. Keduanya merupakan kereta yang mempunyai tenaga penggerak sendiri yang menggunakan sumber tenaga lsitrik. Yang membedakan hanya layanannya (brand), KAI Bandara (Railink) dan KAI Commuter (Commuter Line).