Hindari Penumpang Pingsan, Suhu Kabin Pesawat Harus Selalu Dingin

www.traveller.com.au

Bila diperhatikan, diantara penumpang pesawat komersial hanya sedikit yang saat masuk kabin mengenakan celana pendek, kaos oblong dan sandal jepit, selebihnya para penumpang dominan menggunakan kostum yang lebih rapat dan bersepatu. Kebanyakan penumpang telah mempersiapkan ‘sambutan’ suhu dingin di dalam kabin pesawat, meski saat pertama masuk (boarding) suhu di dalam kabin tidak terlalu dingin.

Yang jadi pertanyaan adalah, mengapa suhu di dalam kabin pesawat cenderung selalu dingin? Mengapa tidak dibuat hangat? Dikutip KabarPenumpang.com dari heart.co.uk (18/7/2017), disebutkan bahwa suhu yang lebih hangat di dalam kabin justru dapat meningkatkan risiko pingsan bagi beberapa penumpang. Ada potensi penumpang pingsan akibat penurunan ventilasi paru, yakni berkurangnya aliran darah ke otak.

Baca juga: Siapkan yang Penting, Tinggalkan yang Tak Perlu saat Traveling

Kondisi ini biasa dirasakan penumpang saat berada di ketinggian. Menurut sebuah penelitian bertajuk – Fainting Passenger: The Role of Cabin Environment yang diterbitkan oleh American Society for Testing and Materials, penumpang bisa terkena hipoksia karena ventilasi paru-paru tidak bekerja secara normal yang disebabkan imobilitas, mengantuk dan distensi gastrointestinal. Dalam lingkungan yang sudah beresiko tinggi, maka suku tinggi pada kabin dapat memicu reaksi gangguan kesehatan tersebut.

Maka dalam penerbangan yang membawa ratusan penumpang yang dijejalkan dalam kabin (dengan masing-masing penumpang memiliki tingkat hangat tubuh yang berbeda), awak kabin tentunya akan tetap menjaga agar suhu udara di dalam kabin pesawat tetap lebih dingin. Selain mengurangi risiko terjadinya pingsan, disebutkan juga bahwa akan lebih aman untuk menjaga suhu kabin tetap lebih dingin untuk menghindari terjadinya dehidrasi terhadap penumpang. Jadi, setiap kali Anda merasakan seperti membeku di dalam kabin pesawat, ingatlah bahwa hal itu memiliki tujuan yang baik.

Baca juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel

Sementara itu, beberapa penumpang tidak akan pingsan pada suhu yang lebih hangat dan perusahaan penerbangan tidak peduli siapa dianatara penumpang yang kemungkinan besar akan terkena hipoksia. Penelitian ini, sebenarnya bukanlah hal yang baru, namun akan menjadi bari saat Anda merasakan pada penerbangan yang dilakukan untuk berlibur.