Hubungkan Amaravati dan Vijayawada, India Terbawa Eforia Pengadaan Hyperloop?

Sumber: newatlas.com

Setelah serangkaian negara menunjukkan ketertarikannya terhadap Hyperloop, kini wabah tersebut mulai menyebar di negara penghasil film Bollywood, India. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan kerja sama antara Hyperloop Transportation Technologies (HTT) dengan negara bagian Andhra Pradesh untuk menghadirkan moda berkecepatan super tersebut untuk menghubungkan dua kota besarnya, Amaravati dan Vijayawada.

Baca Juga: Elon Musk Pertegas Eksistensinya Dalam Kompetisi Pengadaan Moda Futuristik

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (7/9/2017), adapun waktu tempuh antara dua kota tersebut kurang lebih sekitar 1 jam menggunakan mobil, dan hanya memakan waktu enam menit saja jika menggunakan Hyperloop. Pihak HTT akan memulai studi kelayakan selama enam bulan terhitung sejak Oktober mendatang. Tidak hanya studi kelayakan, HTT juga sembari menentukan jalur pemasangan tabung yang cocok di antara dua kota tersebut.

Jika tidak menemukan hambatan, pihak HTT mengaku siap untuk memulai pembangunan. “Platform transportasi seperti Hyperloop akan memperkaya infrastruktur transportasi di sini, yang juga mempengaruhi perkembangan IT di Andhra Pradesh,” tutur Nara Lokesh, Menteri Kabinet untuk Teknologi Informasi. “Kehadiran Hyperloop juga akan mempengaruhi penggunaan teknologi dan perangkat lunak di Amarvati, sekalian membantu menguatkan citra kota ini dan menjadikannya pemimpin di kelas sains dan teknologi,” tambahnya.

Patut dicatat, diantara tiga perusahaan yang menawarkan jasa layanan transportasi serupa, yaitu HTT, Hyperloop One, dan Arrivo, HTT merupakan perusahaan yang menjadi cikal bakal tercetusnya ide Hyperloop sekaligus menjadi perusahaan yang perkembangannya paling terlambat.

Baca Juga: Uji Coba Perdana, Hyperloop One Sukses Meluncur 112 Km Per Jam

Berbeda dengan saingan utamanya, Hyperloop One yang sudah memulai uji coba skala penuh dalam beberapa waktu ke belakang di Gurun Nevada. Padahal, pada tahun 2015 silam, pihak HTT mengumumkan bahwa pihaknya akan menggelar uji coba peluncuran sejauh 5 mil di Quay Valley, California. Namun itu semua hanyalah sebatas rencana yang hingga kini belum terealisasikan.

HTT berdalih tengah melakukan studi kelayakan di beberapa negara, seperti Slovakia, Abu Dhabi, Prancis, dan yang terakhir adalah Indonesia. Sementara itu, Hyperloop One pun melakukan hal yang sama, yaitu studi kelayakan di Rusia, Finlandia, dan Abu Dhabi. Diketahui, pemerintah Korea Selatan pada bulan Juni kemarin baru saja menjalin sebuah kemitraan dengan HTT untuk membangun sistem Hyperloop skala penuh pertama di dunia.