Hubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania, Mesir Kembangkan Jaringan Kereta Cepat

0
Ilustrasi kereta berkecepatan tinggi di Mesir. Foto: railway-technology.com

Jaringan kereta api berkecepatan tinggi terintegrasi akan dikembangkan oleh National Authority for Tunnels (NAT). Integrasi jaringan ini sepanjang 1.800 km di Republik Arab Mesir. Kemudian jalurnya akan diberi nama Terusan Suez, lantaran akan menghubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania untuk pergerakan penumpang dan barang yang aman.

Baca juga: Sebelum Israel Menjajah, Palestina Pernah Punya Jaringan Kereta Api Terbesar

Dilansir KabarPenumpang.com dari railway-technology.com, nantinya kereta berkecepatan tinggi di jaringan ini akan beroperasi dengan kecepatan maksimum 250 km per jam. Ini merupakan manifestasi dari rencana Mesir untuk berinvestasi dalam jaringan kereta api berkecepatan tinggi yang andal. Selain itu juga untuk mengubah transportasi umum di negara itu.

Sistem perkeretaapian yang modern dan berkelanjutan diharapkan dapat menghasilkan lebih dari 18.800 pekerjaan langsung dan tidak langsung. Penutupan keuangan proyek ini diantisipasi pada tahun 2022, sedangkan jalur pertama diharapkan akan dibuka pada tahun 2023. Jaringan kereta api berkecepatan tinggi Mesir akan dikembangkan sebagai sistem kereta api terintegrasi yang canggih dengan jalur kereta api utama dan angkutan barang berkecepatan tinggi yang sepenuhnya dialiri listrik.

Sistem ini akan mengurangi konsumsi energi primer sekaligus mengurangi emisi karbon hingga 70 persen dibandingkan dengan transportasi mobil dan bus. Sistemnya pun akan menampilkan teknologi terbaru dan sesuai dengan standar Eropa. Di mana akan disesuaikan dengan Sistem Kontrol Kereta Eropa (ETCS) Level 2 akan menggabungkan teknologi interlocking terkomputerisasi terbaru.

Jalur pertama sepanjang 660 km dari jaringan akan membentang antara Pelabuhan Sokhna di Laut Merah dan pelabuhan Mediterania Marsa Matrouh dan Alexandria. Ini akan mencakup 21 stasiun dan diharapkan untuk mengangkut lebih dari 30 juta orang per tahun. Jalur ini juga akan mengurangi waktu tempuh hingga 50 persen.

Dua jalur lagi akan menjadi bagian dari jaringan, salah satunya akan menghubungkan kota Luxor di Mesir selatan ke kota pelabuhan Safaga melalui Hurghada di sepanjang pantai Laut Merah, sementara yang lain akan menghubungkan 6th of October City di sepanjang Sungai Nil dengan Aswan. Jalur pertama akan dilayani oleh kereta api berkecepatan tinggi Velaro milik Siemens Mobility, rangkaian kereta regional berkapasitas tinggi Desiro dan lokomotif barang Vectron.

Kereta akan dilengkapi dengan sistem keamanan dan komunikasi modern untuk meningkatkan pengalaman penumpang. NAT menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan konsorsium perusahaan kereta api Jerman Siemens Mobility dan perusahaan lokal Orascom Construction dan The Arab Contractors (Osman Ahmed Osman & Co.) untuk merancang, memasang, dan menugaskan sistem kereta api berkecepatan tinggi, pada Januari 2021. Perjanjian engineering, procurement, and construction (EPC) juga mencakup penyediaan jasa pemeliharaan selama 15 tahun.

Siemens Mobility dan mitra konsorsiumnya menandatangani kontrak senilai $4,5 miliar untuk memberikan sistem kereta api yang komprehensif untuk proyek tersebut pada bulan September 2021. Siemens Mobility bertanggung jawab untuk memasok kereta api dan subsistem sementara mitranya akan melakukan pemasangan rel.

Baca juga: Alasan Politik, Pemerintah Mesir Perintahkan Taksi Online Gunakan Aplikasi Pelacak

NAT akan bertanggung jawab untuk membangun jembatan dan memfasilitasi pekerjaan konstruksi terkait untuk proyek tersebut. Konsorsium juga sepakat untuk membahas dan menyelesaikan kontrak untuk menyediakan infrastruktur kereta api, kereta api, dan layanan pemeliharaan untuk dua jalur kereta api tambahan dari jaringan tersebut.