Hyperloop One Ganti Nama Setelah Virgin Group Tanam Saham

Sumber: livetradingnews.com

Guna melebarkan sayap bisnisnya, miliuner nyentrik pemilik Virgin Group, Richard Branson diketahui baru saja menanamkan sebagian sahamnya di perusahaan transportasi masa depan, Hyperloop One. Tidak hanya investasi yang tidak disebutkan jumlahnya, Virgin juga melakukan rebranding yang diumumkan sendiri oleh sang CEO Virgin Group. Ternyata, dibalik investasi pihak Virgin terhadap Hyperloop One, ada satu alasan kuat yang akhirnya berbuah rebranding tersebut.

Baca Juga: Hyperloop One Pamerkan Sembilan Rute Andalannya

Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman berbagai sumber, Sir Richard Branson mengungkapkan bahwa tujuan dari Hyperloop One sejalan dengan target Virgin Group sendiri, yaitu penggunaan teknologi hijau yang berkelanjutan. Tentu ini sejalan dengan investasi Virgin lainnya, sebut saja Virgin Airways dan Virgin Galactic. Pihak Virgin sendiri mengaku sangat tertarik pada desain all-electric yang diaplikasikan oleh Hyperloop One.

Melalui cuitannya di media sosial Twitter, Kamis (12/10/2017), pria nyentrik berambut gondrong ini mempublikasikan fotonya tengah berada di depan pipa Hyperloop One, seraya memperkenalkan Virgin Hyperloop One ke muka dunia. “Sebagai pemilik kereta, ini merupakan moda yang hendak saya operasikan,” tutur Richard. “Saat ini, kereta api yang kami operasikan dibatasi kecepatannya, hanya 125 mil per jam. Jika ada konsumen yang ingin pergi dari London ke Edinburgh dalam waktu tempuh sekitar 45 menit, hal tersebut nantinya akan terwujud dengan hadirnya Virgin Hyperloop One,” imbuhnya.

Diketahui, bulan lalu Hyperloop One mengumumkan bahwa pihaknya mendapatkan kucuran dana tambahan sekitar USD$ 85 juta untuk pembiayaan, sehingga total pengangkutannya menjadi US$245 juta dan kemungkinan valuasi lebih dari US$700 juta. Sumber lain menyebutkan bahwa Sir Richard Branson menolak untuk mengeluarkan investasinya sendiri dari tangkapan tersebut.

Sumber: theverge

Meskipun demikian, nominal tersebut tidak bisa dibilang sedikit untuk sebuah startup transportasi tanpa produk komersial, tidak ada aliran pendapatan, belum ada persetujuan pemerintah, dan tidak ada bukti bahwa sistem transit modanya akan aman bagi penumpang manusia. Namun perusahaan pesaing Hyperloop milik Elon Musk tersebut berhasil meyakinkan berbagai perusahaan untuk turut berinvestasi pada moda transportasi masa depan dengan kecepatan supersonik tersebut.

Baca Juga: Uji Coba Perdana, Hyperloop One Sukses Meluncur 112 Km Per Jam

Seperti yang diketahui bersama, beberapa waktu yang lalu, perusahaan milik Shervin Pishevar ini baru saja melakukan uji coba skala penuh di Gurun Nevada. Dalam uji coba skala penuh tersebut, moda dapat melaju dengan kecepatan 70mph atau setara dengan 112 km per jam. Tentu angka tersebut masih jauh dari target kecepatan Hyperloop yang mencapai 1000 km per jam. Dalam kesempatan tersebut, tim juga menguji keseluruhan dari kesiapan moda di semua komponen sistem untuk pertama kalinya, seperti motor, suspensi kendaraan, teknologi levitasi magnetik, dan pemompaan vakum.