Identifikasi Biometrik di Bandara Canberra Mencapai Akurasi 94 Persen

Ilustrasi pengenalan wajah biometrik

Identifikasi penumpang dengan teknologi mulai dikembangkan beberapa bandara di dunia. Salah satunya adalah Dubai yang mengembangkan smart tunnel dan akuarium virtual untuk memudahkan pemeriksaan data penumpang. Uniknya dalam pemeriksaan ini jika biometrik penumpang tidak ada masalah, maka di akhir perjalanan akan ada pesan have a nice trip. Tapi jika ditemukan masalah, maka petugas akan memeriksa ulang penumpang secara manual..

KabarPenumpang.com melansir dari laman planetbiometrics.com (11/7/2018), dimana Bandara Canberra di Australia pun tidak ingin kalah saing dan membuat teknologi pengenalan wajah yang sudah akurat hingga 94 persen. Dari studi awal yang dilakukan Department of Home Affairs, solusi tersebut mendapatkan hasil yang cukup akurat pada pelancong yang datang ke Ibu Kota Negera Kangguru tersebut.

Baca juga: Gandeng Qantas Airways, Bandara Internasional Sydney Operasikan Fitur Face Recognition

Hasil uji coba teknologi pengenalan wajah ini di Bandara Canberra sendiri menjadi solusi kontrol biometrik otomatis untuk memudahkan pengenalan penumpang di kedatangan. Solusi ini dibuat untuk mencocokkan individu atau penumpang dengan gambar wajah yang disimpan dalam pemrosesan penumpang lanjutan (transit).

Sehingga dengan adanya solusi pengenalan wajah biometrik membuat penumpang tidak lagi menunjukkan paspor mereka di gerbang dan ‘menghapus’ peran bagian imigrasi. Sedangkan untuk urusan penerbangan dalam negeri atau domestik, pihak bandara sedang dalam proses memudahkan penumpang dengan teknologi morpho di semua bandara internasionalnya.

Solusi tersebut diberikan penyedia teknologi Vision Bos yang menyediakan smartgate baru untuk gerbang keberangkatan bandara di Australia. Kesepakanan Vixion Box dengan pihak bandara yakni dengan nilai AUS$22,5 juta atau Rp239 triliun pada Juli kemarin untuk merombak terminal kedatangan bandara.

Departemen ini juga ingin agar 90 persen pelancong mancanegara untuk diproses secara otomatis dengan solusi itu pada tahun 2020 mendatang. Diketahui, Bandara Canberra merupakan bandara pertama yang menerima smart gates tersebut pada November kemarin.

Baca juga: Fasilitas Pertumbuhan Penumpang, Bandara Global Bakal Terapkan Teknologi Biometrik

Awalnya dioperasikan hanya dalam bentuk mode kotak dan masih mengharuskan pelancong memasukkan paspor untuk di proses. Namun kini, dengan solusi pengenalan otomatis yang diuji coba pada 2200 pelancong.

“Percobaan menghadapi kepindahan dilakukan di Exit Marshall Point dan melibatkan 2200 pelancong. Rata-rata hasilnya adalah 94 persen dari pelancong yang berpartisipasi cocok dan tidak ada kesalahan identifikasi,” ujar departemen tersebut.