Identifikasi Kebutuhan Penumpang, Awak Kabin Air New Zealand Adopsi Augmented Reality

Microsoft HoloLens Inflight at Air New Zealand (Youtube)

Augmanted Reality, kacamata yang bisa membawa Anda saat berselancar di media sosial atau bermain game seperti sungguhan. Kali ini Augmanted Reality (AR) atau realitas tertambah digunakan oleh maskapai penerbangan untuk bisa membaca emosi Anda. Salah satu maskapai yakni Air New Zealand tengah mencoba menggunakan Augmanted Reality untuk membaca emosi penumpang.

Baca juga: Tak Salah, Pasangan Ini Diusir dan Tidak Mendapat Kompensasi dari Maskapai

Dilansi KabarPenumpang.com dari news.com.au (25/5/2017), Air New Zealand menyatakan berkolaborasi dengan Dimension Data melalui kacamata cerdas HoloLens (Aaugmanted Reality). Menurut Air New Zealand, ini bisa meningkatkan layanan pelanggan dalam penerbangan. Dalam konsep video yang dibuat oleh Air New Zealand dan diluncurkan dalam Techweek NZ, General Manager Awak Kabin Air New Zealand, Leeanne Langridge mengatakan, ini akan membantu pramugari dan pramugara dalam memberikan layanan kepada setiap penumpang.

Microsoft HoloLens Inflight at Air New Zealand (Youtube)

“Teknologi ini memungkinkan kami untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan dan kemudian menyesuaikan layanan kami sehingga dari saat mereka masuk, kami memberikan mereka apa yang mereka butuhkan untuk merasa aman, nyaman, dan dijaga,” ujar Langridge di video.

Baca juga: Delay Luar Biasa, 6 Maskapai Ini Pecahkan Rekor!

Sebenarnya Air New Zealand ingin pramugari lebih cepat tanggap dengan apa yang penumpang inginkan melalui konsep penggunaan Augmanted Reality. Dalam video terlihat awak kabin menggunakan kacamata yang tersambung dengan headset. Kacamata Augmanted Reality ini bisa menunjukkan secara detail dari tujuan, alergi hingga apa yang terakhir diminum penumpang tersebut.

Tak hanya itu, melalui Augmanted Reality awak kabin juga mampu menilai mood penumpang. “Anda bisa melihat suasana hati penumpang berubah dari cemas menjadi tenang saat awak kabin memperhatiakan kekhawatirannya,” ujar Langride.

Microsoft HoloLens Inflight at Air New Zealand (Youtube)

Namun, untuk saat ini penggunaan Augmanted Reality masih dalam tahap uji coba. Manager Solusi Strategis Digital Dimension Data, Jonathan Glenister mengatakan, dengan Augmanted Reality akan mengubah pengalaman perjalanan.

Baca juga: Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan

“Microsoft HoloLens memungkinkan Anda menggabungkan hologram dengan dunia fisik di sekitar Anda. Kami bekerja dengan awak kabin Air New Zealand untuk mengajukan permohonan aplikasi HoloLens Microsoft. Aplikasi ini menggunakan layanan kognitif dan menampilkan data yang relevan tentang penumpang, preferensi dan perjalanan mereka. Meskipun hanya dalam versi beta pada saat ini, kami pikir ada kemungkinan besar untuk mengambilnya lebih jauh dan mengubah pengalaman perjalanan,” ujar Glenister dalam video uji coba.

Microsoft HoloLens Inflight at Air New Zealand (Youtube)

Hingga kini, Air New Zealand bukanlah maskapai pertama yang mencoba teknologi yang terdengar seperti film sci-fi ini. Tahun 2016 lalu, British Airways mengajukan hak paten untuk membuat perangkat yang dapat dimakan yakni sebuah pil digital yang bisa memantau tingkat keasaman lambung penumpang. British berharap dengan adanya pil digital memudahkan awak kabin untuk mengubah menu penerbangan sesuai dengan hasil tersebut.

Baca juga: Gara-Gara Kebelet Buang Air Kecil, Penumpang Diturunkan dari Pesawat

Pihak Air New Zealand juga menambahkan bahwa dengan awak kabin menggunakan Augmanted Reality bisa digunakan untuk mengumpulkan rincian secara spesifik tentang suhu, fase tidur dan sensor detak jantung, sehingga awak kabin bisa dengan mudah mengetahui apakah penumpang mereka terbangn, tertidur, lapar hingga kondisi tak nyaman.