Igor Sikorsky, Kini Jadi Nama Bandara di Dua Negara

Igor Sikorsky. Sumber: istimewa

Di dunia aviasi, tentu tidak asing lagi dengan nama seorang imigran asal Rusia ini. Secara, ia merupakan perintis pembuatan helikopter dan pesawat bersayap multi-mesin pertama di dunia, Russky Vityaz pada tahun 1913 silam. Ya, dia adalah Igor Sikorsky. Pria dengan nama lengkap Igor Ivanovich Sikorsky ini lahir di Kiev – Ukraina pada 25 Mei 1889 dan meninggal pada 26 Oktober 1972 dalam usia 83 tahun. Sedikit banyaknya, ia telah berberpengaruh besar dalam perkembangan dunia penerbangan global.

Baca Juga: Nama Taufik Kiemas Menjadi Nama Bandara di Lampung

Ketertarikannya akan dunia aviasi membuat sulung dari lima bersaudara ini tidak ada hentinya untuk terus mencari ilmu. Namun, usahanya dalam mencari ilmu mengenai pesawat terbang tidak melulu berjalan lancar, terbukti pada tahun 1917, ia terpaksa melarikan diri dari tanah airnya akibat ancaman dari pemerintah baru yang akan membunuhnya. Akibat ancaman itu, Igor lalu bertolak ke Amerika dan menetap di sana hingga akhir hayatnya.

Status Igor yang seolah menjadi pelarian perang di Amerika membuatnya berpikir untuk melakukan sebuah perubahan agar citranya tidak menjadi buruk dan ia tetap bisa mempelajari ilmu seputar dunia penerbangan. Tahun-tahun pertama Igor berada di negeri Paman Sam, ia memilih untuk menjadi tenaga pengajar di beberapa sekolah dan universitas, sembari tetap mencari kesempatan untuk dapat bekerja di industri penerbangan. Lalu tahun 1923, Igor mendirikan Sikorsky Manufacturing Company di Roosevelt, New York. Dalam mendirikan Sikorsky Manufacturing Company, ia mendapat bantuan dari beberapa mantan perwira militer Rusia.

Pada tahun 1928, Sikorsky menjadi warga negara naturalisasi Amerika Serikat. Juli 1929, Sikorsky Manufacturing Company pindah ke Stratford, Connecticut dan menjadi bagian dari United Aircraft and Transport Corporation atau yang kini dikenal dengan nama United Technologies Corporation. Perusahaan ini menunjukkan keseriusannya dengan memproduksi pesawat, seperti Clipper 42-s yang pernah digunakan oleh salah satu flagship Amerika kala itu, Pan Am untuk penerbangan trans-Atlantik.

Landas Pacu Sikorsky Memorial Airport. Sumber: Connecticut Post

Tidak sampai di situ, rasa cinta Igor yang besar terhadap dunia aviasi membuatnya semakin penasaran untuk membuat sebuah terobosan baru. Berbekal pengalaman yang pernah ia enyam sebelumnya, pada tahun 1942, Sikorsky mencatatkan namanya dengan menelurkan Vought-Sikorsky VS-300. Ini menjadi helikopter yang diproduksi massal di dunia. VS-300 lalu disempurnakan Igor dengan menggunakan rotor utama tunggal dan rotor ekor anti-torque tunggal. Helikopter ini merupakan jenis yang paling popular diantara yang lainnya. Oleh karena itu, nama Igor Sikorsky digalang-galang menjadi penemu helikopter modern.

Igos Sikorsky International Airport. Sumber: progressivemediagroup.com

Dedikasi Igor terhadap dunia aviasi tidak bisa dilupakan begitu saja. Walaupun ia sudah meninggal puluhan tahun lalu, namun namanya masih tetap menghiasi dunia penerbangan dewasa ini. Terbukti dengan dua bandara yang menggunakan namanya, Igor Sikorsky International Airport di Kiev, Ukraina, dan Sikorsky Memorial Airport di Stratford, Connecticut. Terlepas dari latar belakang apa yang mendorong penamaan dua bandara tersebut, namun jasa Igor Ivanovich Sikorsky dalam dunia penerbangan global akan selalu dikenang.