Ilan and Asaf Ramon International Airport, Bandara Terbaru di Israel Yang Serba Unggul

Sumber: israel21c.org

Selain Ben Gurion yang dikenal sebagai bandara paling ketat di dunia, warga Yahudi Israel kini tengah menanti pembukaan bandara baru yang tinggal menghitung bulan. Ilan and Asaf Ramon International Airport yang rencananya akan dibuka pada awal tahun 2018 ini disebut-sebut akan menampilkan sesuatu yang baru dan belum pernah ada di bandara lain di Israel. Kira-kira, apa saja poin yang dapat kita temui di bandara ini? Berikut KabarPenumpang.com beberkan beberapa poin tersebut, dihimpun dari laman israel21c.org.

Baca juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia

Lokasi yang Menyajikan Pemandangan Indah
Bandara tersebut dibangun di atas gurun yang telah direklamasi di jantung Lembah Timna, daerah yang terkenal tambang tembaganya yang konon telah beroperasi sejak masa pemerintahan King Solomon. Penggunaan kaca berukuran ekstra besar di sepanjang ruang terminal akan menyajikan pemandangan indah khas gurun.

Bandara Akan ‘Berbaur’ Dengan Lingkungan Sekitar
Dua arsitek yang menjadi otak di balik mega proyek ini, Mann Shinar dan Moshe Zur mengatakan bahwa bangunan inti dari bandara ini akan nampak seperti bongkahan batu besar yang diaplikasikan dengan menggunakan teknik self-shading. Yang lebih menakjubkannya lagi adalah di dalam bandara ini nantinya akan ada satu lantai khusus yang memungkinkan semua orang untuk melihat pemandangan ciamik di luar bandara, tanpa terganggu oleh objek yang biasa kita temui di bandara pada umumnya, seperti vending machine dan lain-lain.

Bandara ini Akan Lebih Mudah Diakses Ketimbang Bandara Pendahulunya
Ilan and Asaf Ramon International Airport akan menggantikan peran dari dua bandara pendahulunya, yaitu Bandara Eilat J. Hozman yang berada di pusat kota Eilat, dan Bandara Ovda yang terletak 60 kilometer sebelah utara kota Eilat. Wisatawan Eropa yang hendak menuju kota Eilat akan terbang menggunakan maskapai Ryanair menuju bandara Ovda, lalu melanjutkan perjalanan menuju kota Eilat dengan menggunakan layanan shuttle atau  taksi yang tersedia, tentu saja dengan tarif yang tinggi.

Tidak hanya berjarak lebih dekat dengan kota Eilat, bandara baru ini juga akan menghadirkan layanan antar-jemput bersubsidi yang diyakini akan memudahkan aksesibilitas wisatawan dari Ilan and Asaf Ramon International Airport menuju Eilat. Secara tidak langsung, penyediaan layanan ini juga akan meningkatkan daya jual Eilat bagi wisatawan mancanegara.

Penerbangan Berbiaya Rendah Menuju Eropa Akan Tersedia di Bandara Ini
Dalam kasus ini, Ryanair akan menawarkan layanan penerbangan menuju Eropa dengan berbagai destinasi, sebut saja Milan, Budapest, dan Berlin. Jika tengah peak season, mungkin harga yang ditawarkan akan ikut melambung, namun setidaknya Anda bisa lebih memaksimalkan waktu liburan dengan berangkat dari bandara yang lebih dekat dari kota Eilat ini.

Bandara ini Akan Dilengkapi Dengan Berbagai Layanan Penumpang
Layaknya fasilitas yang tersedia di berbagai bandara modern lain, Ilan and Asaf Ramon International Airport juga akan melengkapi dirinya sendiri dengan fasilitas layanan penumpang tersebut, sebut saja pusat informasi, stand pertukaran mata uang, restoran, toko serba ada, ruang beribadah, hingga tempat penyewaan mobil.

Duty-Free Bagi Orang Israel yang Melakukan Penerbangan Domestik
Pada November 2016 silam, Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa orang-orang Israel yang melakukan penerbangan domestik ke Eilat akan dapat membeli barang-barang bebas bea. Menurut peraturan saat ini, hanya pelancong dari luar negeri yang bisa membeli produk bebas bea di Israel. Tentunya peraturan ini perlu ditelusuri lebih lanjut dan akan segera dicari titik keluarnya.

Bandara Baru ini Akan Memungkinkan Pembangunan Kembali Pusat Kota Eilat
Bandara Hozman yang terletak di tengah kota dianggap terlalu berperan aktif dalam menyumbang polusi suara, dan ketika Ilan and Asaf Ramon International Airport rampung, maka bandara Hozman akan ditutup. Ini akan memungkinkan penataan kembali lokasi bekas bandara Hozman di waktu mendatang.

Ilan and Asaf Ramon International Airport Akan Menjadi Acuan Dua Mega Proyek di Eilat
Ketika bandara ini rampung, maka ini akan menjad penanda dua mega proyek di Eilat akan mulai bergulir. Pertama adalah pemindahan pelabuhan Eilat, dan yang kedua adalah pembangunan rel kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan pusat Israel dengan Eilat, serta pelabuhan Eilat dan Ilan and Asaf Ramon International Airport.

Baca juga: Yasser Arafat International Airport, Saksi Bisu Kekejaman Militer Israel

Dapat Digunakan Sebagai Bandara Cadangan
Selama konflik di jalur Gaza sejak tahun 2014 silam, US Federal Aviation Authority secara temporer melarang penerbangan menuju bandara utama di Israel, Ben-Gurion. Sementara itu pemberangkatan internasional dialihkan ke bandara Ovda, namun bandara tersebut tidak memadai untuk menanggapi lonjakan permintaan yang ada.

Maka dari itu, pemerintah setempat memandatkan Ilan and Asaf Ramon International Airport untuk mem-backup tugas bandara Ovda.

Penamaan Bandara ini Merupakan Sebuah Bentuk Dedikasi
Nama bandara ini sendiri diambil dari astronot asal Israel pertama untuk NASA, Ilan Ramon, yang meninggal setelah The Columbian Space Shuttle yang ia tumpangi mengalami kecelakaan pada tahun 2003 silam. Sedangkan anaknya, Asaf Ramon, meninggal dalam kecelakaan pada 2009 silam saat menerbangkan jet F-16 selama periode wajib militer.