Imbas Lockdown, Singapura Sediakan Kamar Hotel untuk Pengemudi dan Teknisi Bus Asal Malaysia

0
Lim Kheng Toh Pengemudi bus asal Malaysia yang bekerja di Singapura (straitstimes.com)

Malaysia yang sudah menyatakan dirinya lockdown per 18 Maret 2020 hingga dua minggu kedepan membuat beberapa pengemudi bus dan teknisi yang bekerja di Singapura tertahan tak bisa pulang. Para pengemudi dan teknisi bus ini merupakan warga Malaysia yang tinggal di Johor dan biasanya bekerja pergi pulang.

Baca juga: Malaysia Berlakukan “Lockdown,” Ini Enam Ketentuan yang Harus Dipatuhi

Karena hal tersebut, Menteri Transportasi Khaw Boon Wan mengatakan dalam laman Facebooknya bahwa bagi para pengemudi dan teknisi bus yang ingin tinggal di Singapura dan bekerja selama dua minggu karena lockdownya Malaysia akan disediakan hotel untuk beristirahat.

Bulim Bus Depot untuk Pengemudi sebelum dipindahkan ke hotel (straitstimes.com)

“Karena sejumlah pengemudi dan teknisi bus kami adalah orang Malaysia yang pergi pulang dari Johor untuk bekerja di sini, kami memiliki rencana darurat jika seandainya perjalanan mereka terganggu. Kami sekarang telah mempraktikkan rencana darurat,” ujar Khaw yang dikutip KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (17/3/2020).

Dia mengatakan, layanan kereta api dan bus tidak terlalu terpengaruh meski mungkin ada sedikit degradasi dari beberapa layanan bus. Khaw mengatakan, bahwa empat transportasi umum Singapura seperti SBS Transit, MRT, Tower Transit Singapore dan Go-Ahead Singapore telah bekerja sama dengan Serikat Pekerja Transportasi Nasional dan Otoritas Transportasi Darat untuk menghadirkan akomodasi hotel bagi pengemudi dan teknisi bus asal Malaysia yang ingin tinggal dan terus bekerja di Negeri Singa tersebut.

“Mereka akan merasa nyaman dan bisa beristirahat dengan baik,” kata Khaw.

Saat ini operator transportasi umum SBS Transit sudah menghadirkan akomodasi di beberapa hotel untuk pengemudi Malaysia. Adanya pengadaan akomodasi hotel tersebut memungkinkan layanan bus akan terus berlanjut sesuai jadwal.

“Mengingat pengumuman terakhir oleh pihak berwenang Malaysia, kami telah mengamankan akomodasi sementara di beberapa hotel untuk kapten bus Malaysia kami. Ini akan segera berlaku untuk memastikan bahwa layanan bus terjadwal tidak terpengaruh,” ujar SBS Transit dalam laman Facebooknya.

Bahkan para pengemudi tidak akan dipaksa tidur di kursi malas dalam depot. Selain SBS, MTR Singapura juga menghadirkan kamar yang cukup untuk semua staf asal Malaysia dan meyakinkan para penumpang akan tetap beroperasi dengan baik.

Tower Transit mengatakan mengatur akomodasi untuk pengemudi mereka di berbagai hotel di Singapura adalah isyarat kecil jika dibandingkan dengan semua pekerjaan yang mereka lakukan untuk menjaga layanan bus tetap berjalan. Menanggapi gambar dan video yang beredar di media sosial tentang akomodasi sementara yang didirikan di Bulim Bus Depot, Tower Transit mengatakan daerah tersebut berfungsi sebagai perumahan sementara staf untuk membiarkan pengemudi beristirahat sambil menunggu akomodasi hotel mereka selesai.

Baca juga: Pegawai MRT Singapura Kena Pengurangan Gaji 5 Persen Akibat Virus Corona

Kapten bus SMRT Lim Kheng Toh, (42 tahun), yang akan tinggal di sebuah hotel di Jurong, mengatakan ia berterima kasih kepada operator untuk pengaturannya.

“Sementara saya kecewa bahwa saya tidak punya lebih banyak waktu untuk pulang dan membuat persiapan yang cukup, saya telah berdiskusi dengan istri saya dan kami memutuskan bahwa saya harus tinggal bersama tim saya dan bekerja di sini sementara itu,” tambahnya.

Leave a Reply