Implementasi Modular Data Center Complex, Huawei Sokong Dubai Jadi “Smart Airport”

Bandara internasional Dubai

Saat suatu bandara bertansformasi menjadi “Smart Airport,” maka segala sesuatu akan terkoneksi dengan jaringan pintar berbasis internet berkecepatan tinggi. Maklum yang ditangani bandara tak hanya memuaskan dari sisi entertainent, lebih dari itu otoritas pengelola bandara dengan konsep smart check-in, smart boarding dan kecanggihan pengecekan keimigrasian membutuhkan infrastruktur IT dengan backbone yang kuat, diantaranya adalah tersedianya elemen data center yang memadai.

Seperti Bandara Internasional Dubai (DBX) yang dikenal sebagai salah satu bandara tersibuk di dunia, terus berbenah dan menambah fasilitas infrastruktur IT, yakni dengan membangun Modular Data Centre Complex (MDCC). Ini merupakan proyek data center yang sangat menantang dimana beberapa tahun terakhir dengan di dorong pertumbuhan bisnis yang pesat sehingga mendorong DBX bertransformasi dalam penerapan teknologi digital modern.

Baca juga: Bandara Dubai Hadirkan Teknologi Baru Keimigrasian di Pekan Teknologi Gitex 2017

KabarPenumpang.com merangkum dari markets.businessinsider.com (11/10/2017), saat ini DBX sendiri memiliki beberapa data center dengan perangkat yang disediakan oleh beberapa vendor dengan tingkat kerumitan dan konstruksi berbeda. Dengan kondisi yang ada, otoritas DBX kemudia memulainya dengan membuat data center baru untuk memperluas layanan dan mengkonsolidasikan sistem antara data center baru dan konfigurasi data center yang sudah ada.

Nantinya pada pusat data baru ini akan mampu memuat 100 service cabinets dengan kekuatan 10k kW per rak dalam satu kabinet. MDCC yang dibangun Huawei dan DBX dalam setahun yang akan disertifikasi oleh Uptime Institute to Tier III.

Persyaratan kerapatan daya 10 kW per rak, ditambah suhu yang tinggi di Dubai menjadi tantangan besar untuk menghilangkan panas. Namun setelah benar-benar dipertimbangkan, penyebaran, perluasan kapasitas konversi energi dan fitur penting lainnya membuat DBX lebih memilih solusi data center modular dengan prefabrikasi dari Huawei.

Solusi data center yang diusung DBX mengadopsi desain modular, yakni FusionModule1000B buatan Fusion Huawai yang dimodelkan untuk membangun data center baru bagi DBX. Diketahui solusinya akan terdiri dari 23 modul prefabrikasi berukuran kontainer yang dilengkapi dengan AC presisi dan produk UPS modular yang efisien. Sebab daya totalnya mencapai 1 Mega Watt.

Sebenarnya untuk mendapatkan sertifikasi Tier III data center harus memastikan ketersediaan 99,98 persen dan waktu henti tahunan dalam 1,6 jam. Proyek ini diperkirakan akan selesai dalam 10 bulan untuk memenuhi kebutuhan DBX dalam proses engiriman dan mengatasi masalah kurangnya ruang untuk membangun area data center.

Nantinya desain bangunan ini akan lebih mudah beradaptasi dengan cuaca panas yang menyengat di Timur Tengah. Selain itu data center dengan sistem manajemen NetEco untuk menyederhanakan O&M dan mengurangi biaya manajemen.

Jika dibandingkan dengan data center tradisional, maka FusionModule1000B menerapkan ekspansi fleksibel dan dapat menghemat biaya rekayasa dan luas lantai yang dibutuhkan. DBX sendiri telah membuat rencana dan persiapan yang baik untuk membangun sebuah data center berskala besar.

Dengan adanya Expo Dubai 2020, bandara akan menghadapi tekanan yang meningkat untuk melakukan operasi yang lebih efisien dan lancar. Tak hanya itu, lalu lintas penumpang tahunan bandara diperkirakan meningkat dari 83,6 juta pada tahun 2016 dan menjadi 118 juta di tahun 2025.

Baca juga: Mudahkan Identifikasi Penumpang, Bandara Dubai Rencanakan Bangun Smart Tunnel

MDCC di DBX mewakili karya inovatif yang diciptakan Dubai Airports dan Huawei. MDCC juga memenuhi persyaratan infrastruktur informasi yang di tentukan DBX Plus dengan tujuan untuk mencapai pengoperasian yang stabil dan efisien serta bisnis berbasis digital dan cloud untuk sepuluh tahun ke depan.