Tekan Emisi Karbon, di Perth Dibangun Halte Bus Dengan Motion Sensor

Masalah pencemaran udara seakan enggan beranjak dari beberapa negara. Beragam upaya pun coba dilakukan oleh regulator guna mengentaskan masalah yang mengancam kesehatan masyarakatnya tersebut. Di Indonesia sendiri, beberapa program pengurangan tingkat polusi udara hingga kini masih diberlakukan, seperti Car Free Day pada hari Minggu pagi, hingga pengadaan lebih banyak moda transportasi berbasis massal, dengan tujuan untuk menekan angka pengguna kendaraan pribadi di jalanan di Ibu Kota.

Baca Juga: Serap Pengguna Mobil Listrik Lebih Banyak, Queensland Gratiskan Electric Super Highway

Beberapa waktu yang lalu, negara di selatan Indonesia, yakni Australia sempat mengutarakan bahwa Indonesia dijadikan contoh dalam usahanya untuk mengurangi polusi, khususnya polusi udara. Diketahui, tingkat emiter karbon dioksida per-kapita Indonesia per tahun 2017 berada di angka 1,9 ton per-orang, sedangkan Australia menempati urutan ke-12 dunia dengan tingkat emiter karbon dioksida per-kapitanya berada di angka 16,3 ton per-orang. Tak pelak, dengan tingginya angka tersebut, pemerintah Australia tengah ketar-ketir dalam menghadapi masalah tersebut.

Bahkan, sebuah wacana sempat tercetuskan oleh sebuah perusahaan komersil, Northwest Carbon sebagai bagian dari Carbon Farming Initiative dari Department of Climate Change and Energy Efficiency, yang menyebutkan akan membunuh unta liar dalam rangka mengurangi tingkat polusi di Negeri Kangguru tersebut. Bukan tanpa alasan, perusahaan tersebut menilai unta sebagai hewan penghasil gas rumah kaca terbesar di Australia, karena setiap tahunnya unta menghasilkan rata-rata zat metana setara dengan satu ton karbondioksida.

Dalam sebuah pernyataan, Northwest Carbon mengusulkan akan membunuh hingga 1,2 juta ekor unta liar di wilayah Outback. Nantinya, perusahaan tersebut akan menembaki unta dari atas helikopter atau mengirim mereka ke tempat pejagalan untuk dikonsumsi oleh manusia atau hewan peliharaan. Tentu fakta mengenai unta di atas bukanlah menjadi alasan vokal mengapa Australia diklaim sebagai salah satu negara penyumbang polusi udara terbesar di dunia.

Baca Juga: Ternyata! Jakarta Dijadikan Panutan Dalam Program Pengurangan Polusi di Sydney

Dengan tingkat ketergantungan tinggi terhadap penggunaan mesin berbahan bakar batubara serta ekspor pertambangannya, wajar saja bila tingkat polusi di Australia sangat tinggi. Tidak heran jika pemerintah Negeri Kanguru selalu mencari cara baru untuk mengatasi masalah yang sudah mendarah daging tersebut.

Mengatasi hal tersebut, Departemen Lingkungan dan Konservasi Australia menunjukkan salah satu cara mereka untuk mengatasai masalah polusi ini. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman advertolog.com, mereka memfasilitasi warga Perth di Australia dengan sebuah halte bus, namun bukan sembarang halte bus. Halte ini memiliki sebuah sensor gerak (motion sensor) yang akan mengeluarkan suara tepuk tangan ketika ada orang yang memasukinya.

Adapun tujuan dari pendirian halte ini adalah untuk mengapresiasi setiap orang yang sudah lebih menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi. Dibantu Agency Marketforce Perth, pada Juni 2008 silam, mereka mendirikan sejumlah halte apresiasi ini di daerah-daerah dengan tingkat lalu lintas yang tinggi, seperti di sekitaran Central Business District (CBD).

Cukup unik bukan caranya? Lalu, jika halte seperti ini diberlakukan di Indonesia, apakah dapat mengundang minat masyarakat untuk mulai meninggalkan kendaraan pribadinya dan beralih menggunakan moda transportasi umum? Pertanyaan ini muncul setelah melihat sifat dasar orang Indonesia yang suka dipuji. Namun pertanyaan tersebut berbanding terbalik dengan sifat beberapa golongan warga Ibu Kota yang kerap melakukan vandalisme. Jadi, bagaimana pendapat Anda mengenai ide tersebut?

Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing

Mengalami crash landing atau pendaratan darurat dengan impact pasti menjadi momok menakutkan bagi setiap penumpang pesawat. Meski kerap menimbulkan korban jiwa, namun pada prinsipnya tetap ada prosedur yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri dan menghindari cedera serius. Sebagai bukti, dari sebagian besar dari kasus crash landing diakhiri dengan jumlah penumpang selamat lebih besar.

Kasus crash landing yang terjadi pada Boeing 777 Asiana Airlines 214 di Bandara Internasional San Fransisco pada 6 Juli 2013 bisa menjadi pembelajaran yang menarik. Hal yang paling mengejutkan adalah 95 persen penumpang pesawat tersebut selamat menurut National Transportation Safety Board (NTSB), lembaga keselamatan transportasi di Amerika Serikat, bila di Indonesia sama dengan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi).

Sekilas tentang kasus Asiana Airlines 214, awalnya proses pendaratan berjalan wajar, tapi kemudian perut pesawat menabrak dinding pembatas laut, menghantam aspal dan terseret di landasan pacu Runway 28L. Badan pesawat dan sayapnya kemudian terlihat menyembul di antara kepulan debu dan asap, terangkat ke atas, lalu terempas kembali.

Pesawat lantas terbakar selagi penumpang berhamburan menyelamatkan diri. Tiga penumpang tewas, termasuk gadis 16 tahun asal Cina yang meregang nyawa karena ditabrak mobil gawat darurat yang buru-buru datang ke lokasi kejadian. Sementara 187 lainnya cidera.

Baca juga: Lima Penyebab Umum Terjadinya Kecelakaan Pesawat

“Salah satu alasan mengapa penumpang tidak memperhatikan briefing penerbangan diyakini menjadi faktor jatuhnya korban jiwa dalam crash landing” demikian menurut laporan NTSB tahun 2001. KabarPenumpang.com merangkum dari livescience.com, ada beberapa hal yang membuat Anda bisa selamat dan bertahan dalam crash landing. Berikut beberapa hal diantaranya.

1. Pakaian untuk bertahan hidup
Sebelum berangkat ke bandara pakailah pakaian yang tepat. Sehingga jika terjadi keadaan darurat Anda pastinya ingin sekali menggunakan busana dan sepatu yang praktis.

“Bayangkan harus melarikan diri dari pesawat yang terbakar. Jika Anda harus melakukan itu, seberapa baik kinerja sandal jepit Anda? Seberapa baik sepatu hak tinggi Anda akan tampil?,” ujar human factors specialist at the Federal Aviation Administration (FAA), Cynthia Corbett. Baiknya gunakan celana panjang dan baju lengan panjang, karena bisa melinddungi kulit dari api atau benda tajam. Menurut NTSB, 68 persen penumpang tewas dalam kecelakaan pesawat disebabkan luka yang diderita setelah kecelakaan.

2. Pilihan tempat duduk yang bijak
Dari hasil sebuah analisis ternyata penumpang yang duduk dari sayap hingga kebelakang lebih mungkin bertahan hidup daripada yang berada di bagian depan. Dalam melihat kecelakaan pesawat fatal sejak 1971, di mana grafik tempat duduk tersedia, analisis tersebut mengungkapkan bahwa orang-orang yang duduk di belakang sayap memiliki kesempatan 40 persen lebih besar untuk bertahan hidup.

Namun, setiap kecelakaan pesawat pastinya akan selalu berbeda, dan penumpang yang duduk di bagian depan bisa saja bernasib lebih baik.Terlepas dari bagian mana dari pesawat tempat Anda duduk, akan lebih baik bila posisi kursi Anda tak jauh dari pintu atau jendela darurat.

Baca juga: Sejumlah Fakta dari Proses Emergency di Pesawat Terbang

Profesor Ed Galea, pakar masalah keamanan dan kebakaran dari University of Greenwich di Inggris, menemukan bahwa sebagian besar korban kecelakaan berada pada lima baris pertama atau lebih sedikit dari pintu keluar pesawat yang terbakar. Galea mengatakan, duduk dekat lorong adalah paling aman dibandingkan kursi tengah ataupun jendela.

3. Lepas landas dan mendarat
Pakar keselamatan telah menemukan bahwa saat-saat yang paling sulit dilalui dari sebuah pesawat terbang adalah tiga menit setelah lepas landas dan delapan menit sebelum mendarat. Selama masa-masa ini, masuk akal untuk tetap memakai sepatu Anda, jaga agar meja didepan Anda tetap terjaga dan ingat posisi pintu darurat yang terdekat.

Para ahli juga merekomendasikan untuk menempatkan barang bawaan di bawah kursi di depan Anda. “Itu memberi sebuah ‘blok’ di sana, jadi kaki tidak bisa naik di bawah kursi di depan,” kata Corbett. Dalam setiap kecelakaan patah tulang kaki biasa terjadi. Jika suatu dampak sudah dekat, penting untuk tetap tenang dan menganggap posisi bertahan. Bila Anda memiliki tempat duduk di depan Anda, lewati tangan Anda di kursi belakang dan letakkan dahi Anda di atas tangan Anda.

Jika Anda tidak memiliki kursi belakang menghadap Anda, tekuk ke depan dan peluk lutut Anda dengan kepala Anda ke bawah. Penumpang juga harus menyingkirkan benda tajam, seperti pena dan kunci, dari saku mereka – itu semua berpotensi bisa menusuk kulit akibat benturan.

4. Aturan 90 detik
Dalam 90 detik pertama setelah kecelakaan adalah yang paling penting. Jika Anda bisa tetap tenang dan keluar dari pesawat dengan cepat, peluang hidup dan bertahan Anda jauh lebih besar. Menurut NTSB, banyak penumpang yang panik dan tak bisa melepaskan sabuk pengaman. Banyak korban kecelakaan yang tewas ditemukan di tempat duduk mereka dan masih terikat sabuk pengaman.

“Itulah mengapa penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan, bahkan tanpa perintah. Beberapa orang duduk dan menunggu perintah, dan jika mereka tidak mendengarnya, mereka langsung melewati bencana,” kata Corbett.

Salah satu alasan mengapa banyak penumpang yang selamat dari kecelakaan Asiana adalah kemampuan mereka untuk keluar dari pesawat dengan cepat. “Jika orang telah turun dari pesawat ini, itu akan membuat mereka berisiko tinggi,” kata John Hansman, direktur Pusat Transportasi Udara Internasional. Mencoba mengumpulkan barang bawaan dan barang pribadi adalah satu hal yang terfatal dalam kondisi darurat.

5. Secepat eskalator
Menurut NTSB, hanya satu dari 1,2 juta penerbangan yang berakhir dalam sebuah kecelakaan, menurut statistik NTSB. Perbaikan yang luas dalam pelatihan keselamatan, bahan pesawat terbang yang tidak mudah terbakar dan peralatan pemadam kebakaran membuat penerbangan jauh lebih aman daripada berkendara. Kemungkinan kematian dalam kecelakaan pesawat sekitar satu dari 11 juta, menurut Discovery, sementara kemungkinan kematian dalam kecelakaan mobil sekitar satu dari 5.000 orang.

Baca juga: Ini Alasan Lampu Kabin Pesawat Dimatikan Saat Lepas Landas dan Mendarat

“Mengendarai pesawat komersial memiliki risiko yang sama dengan naik eskalator,” kata Hansman. Terbang di langit yang bersahabat, jadi cara paling aman untuk melakukan perjalanan. Tapi tidak berarti kita harus menganggapnya enteng, kita harus selalu bersiap, dan jangan biarkan isu dan mitos-mitos menakut-nakuti Anda.

Angkasa Pura II: Skytrain Akan Jadi Hadiah di HUT RI Ke-72

Skytrain, kereta tanpa awak yang rencananya melayani antar terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Juni lalu, sepertinya akan menjadi hadiah untuk Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 pada 17 Agustus mendatang. Kabar tersebut dikatakan oleh Sekertaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Agus Haryadi.

Baca juga: Mengenal Skytrain di Changi, Benchmark APMS di Bandara Soekarno-Hatta

“Ini akan menjadi kado HUT kemerdekaan RI dan Angkasa Pura II,” ujar Agus yang dikutip KabarPenumpang.com dari Tempo (7/8/2017). Ini menjadi kado untuk Indonesia dan AP II sebab Kemerdekaan RI jatuh pada 17 Agustus dan HUT Angkasa Pura II yang jatuh pada 13 Agustus. Agus mengatakan, sebenarnya pihak AP II berharap Skytrain bisa beroperasi sesuai dengan target awal.

Sebenarnya, uji coba Skytrain sendiri akan beroperasi pada awal Agustus, namun harapan tersebut tak bisa terelakkan karena AP II kembali memundurkan jadwal pengoperasiannya. “Kami memang merencanakan, tapi kondisi di lapangan yang menentukan. Terhambat teknis, jadi mundur,” ujar Direktur Operasi dan Teknik AP II Djoko Murdjatmojo.

Baca juga: Ikuti Jejak Changi, Angkasa Pura II Siap Operasikan Skytrain Pada Juni 2017

Djoko mengakui rencana uji coba dan pengoperasian Skytrain selalu berubah-ubah. Sebelumnya, AP II menjanjikan uji coba dilakukan menjelang Lebaran. Setelah Lebaran, kemudian dijanjikan akhir Juli dan terakhir menjadi awal Agustus. Begitu juga target pengoperasian dari bulan Juni hingga Agustus. “Tadinya, dengan rencana seperti itu, kami berharap ada kecepatan. Kontrak masih panjang sampai November,” kata Djoko.

Juru bicara PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano, mengatakan secara keseluruhan pembangunan moda transportasi berbasis teknologi Automated People Mover System (APMS) ini sudah mencapai 90 persen. “Tahap I lintasan Skytrain Terminal 2 ke Terminal 3 dan sebaliknya sudah mencapai 90 persen,” ujarnya.

Diketahui, Skytrain sendiri akan berjalan tanpa awak dan menggunakan satu trainset dari dua kereta dengan kapasitas total mampu menampung 176 orang untuk perpindahan penumpang peesawat atau pengunjung dari Terminal 2 ke Terminal 3 atau sebaliknya. Nantinya akan ada tiga trainset yang beroperasi untuk menghubungkan Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3 dan bisa menampung 528 orang.

Baca juga: Parade Kereta Tanpa Awak Siap Sambangi Indonesia

Adanya Skytrain ini bisa dikatakan memudahkan pemindahan penumpang antar terminal apalagi di era Airport City seperti sekarang ini dan menggantikan shuttle bus. Sebab adanya Skytrain dianggap lebih memudahkan dan mempersingkat waktu karena tidak terkena macet.

“Jemput Bola,” Google Edukasi Warga Sheffield Dengan Bus Pintar

Kini, masyarakat Sheffield di Inggris bisa belajar mengenai keterampilan digital secara cuma-cuma. Ini merupakan sebagian dari skema pelatihan dari Google yang ditawarkan melalui media bus yang nantinya akan mengunjungi beberapa titik di seluruh kota. Bus unik ini diluncurkan pada 3 Agustus kemarin di Sheffield dalam kemitraannya dengan Google sebagai bagian dari inisiatif Digital Garage-nya. Digital Garage adalah program nasional nirlaba dari Google yang memberikan pelatihan keterampilan digital gratis melalui platform pembelajaran online.

Baca Juga: Kolaborasi Google dan Levi’s Buahkan Jaket Pintar, Apa Saja Kelebihannya?

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari thestar.co.uk (6/8/2017), bus Google Digital Garage akan menawarkan lokakarya gratis dan pembinaan tatap muka. Para pengunjung yang berniat datang ke sini bisa menjangkaunya dengan dua cara, yaitu melakukan pemesanan di muka dan datang langsung ke lokasi bus berada. Adapun tujuan dari pengadaan inisiatif ini adalah untuk membantu ribuan orang di dan sekitar Sheffield untuk belajar mengenai keterampilan di jaman yang sudah serba modern seperti sekarang ini.

Untuk tingkatannya sendiri bisa dibilang beragam, mulai dari tingkat pemula hingga menengah, itu berarti semua orang bisa mengikuti pelatihan ini. Pelatihan tersebut mencakup pembuatan CV hingga strategi media sosial. Wakil pimpinan Dewan Kota Sheffield, Olivia Blake menyatakan kegembiraannya terhadap kerja sama yang dijalin dengan Google dalam prakarsa Digital Garage.

“Ini dibuka pada bulan April kemarin di Bakers Pool,” ungkapnya. “Namun, pada awalnya kami sadar bahwa tidak semua orang bisa masuk ke pusat kota untuk mengakses pelatihan ini. Maka dari itu, kami bekerja sama engan Google untuk mengembangkan fasilitas pembelajaran ini dalam bentuk mobile-bus, dimana bus ini akan terus berpindah selama beberapa bulan ke depan,” terang Olivia.

Olivia mengungkapkan layanan seperti ini merupakan yang pertama di seluruh dunia. “Ini juga merupakan kabar gembira lainnya untuk Sheffield,” katanya kegirangan. Sesi pertama berlangsung di U-Mix centre di Lowfield, dan seminggu berselang bus tersebut akan pindah ke Crystal Peaks. Sebuah penelitian menyebutka bahwa sembilan dari sepuluh masyarakat di Inggris merasa khawatir terhadap keamanan dan pengamanan online mereka. Dengan kehadiran bus Google Digital Garage, para pengunjung juga dapat menghadiri sesi pelatihan mengenai cara untuk melindungi diri mereka secara online.

Baca Juga: Google Pasang WiFi di Bus Sekolah Untuk Kemudahan Siswa di Pedesaan

Maksudnya adalah, agar orang-orang yang merasa khawatir tersebut bisa belajar mengenai bagaimana cara mengenali dan menghindari penipuan serta ancaman dari dunia maya yang belakangan ini menjadi topic hangat perbincangan di beberapa daerah. Sementara itu, Alina Dimofte selaku Digital Skills Policy Lead di Google menyatakan bahwa kehadiran bus ini merupakan bentuk tindak lanjut dari kesuksesan mereka dalam program Digital Garage sebelumnya di Sheffield dan Birmingham. “Kami ingin memberikan pelayanan lebih kepada para pengunjung agar program kami ini semakin mudah diakses, jadi kami menggunakan media bus untuk menjalankan strategi menjemput bola,” terang Alina.

Dalam waktu dekat, lebih dari 90 persen pekerjaan akan membutuhkan keaksaraan digital, jadi workshop seperti membuat CV digital akan sangat berguna bagi para pencari kerja. Sementara itu, sesi strategi media sosial akan menawarkan keterampilan penting bagi mereka yang menjalankan bisnis kecil.

Baca Juga: Waymo Pastikan Penumpang Mobil Otonom Aman Dengan Teknologi Ini

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh IPPR North menemukan bahwa lebih dari 88 persen peserta Digital Garage sebelumnya telah mengubah cara mereka menjalankan atau mempromosikan bisnis online mereka, dengan 68 persen mengatakan bahwa mereka telah melihat hasil positif dalam peningkatan penjualan hingga pemesanan setelah mengikuti pelatihan gratis dari Google ini.

Mau Wisata Ke Makau? Kini AirAsia Tawarkan Penerbangan Langsung dari Jakarta

Bila ingin berwisata ke Makau, umumnya dari Indonesia harus melalui Hong Kong, lantaran belum ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Makau. Namun kali ini ada terobosan dari maskapai LCC (Low Cost Carrier) AirAsia yang telah resmi menawarkan penerbangan langsung dari Jakarta ke Makau. Penerbangan perdana dari Jakarta menuju Makau ini dimulai pada 8 Agustus 2017 kemarin.

Baca juga: Setelah 2 Jam Alami Guncangan Hebat, Airbus A330 AirAsia X Kembali ke Perth

Dilansir KabarPenumpang.com dari macaudailytimes.com.mo (8/8/2017), pada penerbangan perdana tersebut AirAsia mendarat di bandara Makau pukul 7.38 pagi yang disambut dengan meriam air. Dari Jakarta, diketahui keberangkatan maskapai tersebut melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan membawa 162 penumpang.

AirAsia Indonesia, akan melayani penerbangan dari Jakarta menuju Makau tiga kali dalam seminggu yakni setiap hari Senin, Jumat dan minggu. AirAsia menggunakan pesawat narrow body Airbus A320-200 dengan kapasitas 180 kursi. Kedepannya per 1 September 2017, rute ini akan diperkirakan meningkat menjadi empat kali dalam seminggu. Waktu yang dibutuhkan dalam penerbangan langsung sekitar 4 jam 55 menit

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong dan Makau, Tri Tharyat mengatakan, dimulainya layanan langsung AirAsia Indonesia maka akan memperkuat hubungan bilateral kedua negara dan bisa membawa dampak ekonomi yang positif terutama dibidang perdagangan dan pariwisata.

Baca juga: AirAsia X Tujuan Kuala Lumpur Alami Turbulensi, Lima Penumpang Terluka

Direktur Pemasaran Macau International Airport’s (CAM), mengatakan bahwa rute baru ini diharapkan bisa membantu meningkatkan jumlah penumpang yang menggunakan bandara Makau. “Kami mendorong pertumbuhan maskapai penerbangan dalam jumlah rute dan frekuensi penerbangan yang lebih besar, karena akan menekankan peran perjalanan udara dalam meningkatkan ekonomi di Cina Daratan,” katanya.

Tony Fernandes, Chief Executive Officer AirAsia Group, yang tidak menghadiri penerbangan perdana rute Jakarta-Macau tersebut mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengklaim bahwa maskapai dengan biaya rendah mereka ini selalu memperjuangkan Makau.

“Macau adalah salah satu tujuan internasional pertama kami dan juga salah satu rute unik kami yang paling awal dari Kuala Lumpur. Penerbangan perdana hari ini dari Jakarta menunjukkan bahwa kita tetap berkomitmen untuk meningkatkan konektivitas antara Makau, Delta Sungai Mutiara dan Asean, dan membawa lebih banyak pengunjung ke Indonesia dan kawas Cina Selatan, “kata Fernandes. Untuk merayakan rute tersebut, AirAsia Indonesia menawarkan tarif promosi peluncuran khusus untuk lebih merangsang permintaan.

Macet Parah Menuju Bandara, Bangalore Tawarkan Layanan Antar Jemput via Helikopter

Dalam konsep Airport City, ketersediaan akses transportasi yang memadai menjadi salah satu poin yang menjadi perhatian. Dan kebanyakan bandara internasional mengedepankan layanan kereta bandara (airport train) untuk menghububgkan titik di bandara dan pusat kota. Namun ada yang berbeda dari Bengaluru International Airport Ltd. (BIAL) di India. Di bandara yang terletak di Selatan India ini justru akan menawarkan layanan terbarunya yaitu antar jemput penumpang menggunakan helikopter yang diberi nama HeliTaxi.

Bengaluru International Airport Ltd. (BIAL) terletak di Devanahalli, yang berjarak sekitar 40 km dari pusat kota Bangalore dan kurang lebih berjarak 65 km dari Electronic City yang terletak di bagian selatan. Electronic City sendiri merupakan surga dari ratusan perusahaan teknologi dan perusahaan multinasional.

Baca Juga: Ookla – Bandara di India Tempati Urutan Empat Asia dengan Kecepatan WiFi Terbaik

KabarPenumpang.com melansir dari laman intoday.in (5/8/2017), adapun tarif sewa dari taksi mewah yang mampu menampung lima hingga tujuh penumpang ini adalah Rs3.000 hingga Rs4.000 atau setara dengan Rp672.000 hingga Rp836.000. Besaran tarif tersebut tergantuung dari jarak pengoperasian, semakin jauh jaraknya maka tarifnya pun akan semakin mahal. Pihak BIAL sendiri mengaku siap untuk mengoperasikan HeliTaxi antar kota dan bandara dengan ongkos yang seharga dengan layanan taksi mewah.

“Layanan melalui udara sendiri akan mengangkut penumapang dari atau menuju bandara lebih cepat dari moda lainnya seperti mobil pribadi, taksi, atau bahkan bus yang dimana melalui jalur lalu lintas yang semakin hari semakin padat,” ungkap Managing Director BIAL, Harsha Raghavan. Dari pengalaman KabarPenumpang.com saat bertandang ke Bangalore bulan Maret lalu, memang tingkat kemacetan parah menjadi masalah yang kompleks di Bangalore, terlebih pada akses menuju bandara.

Baca juga: Bicara Kemacetan Lalu Lintas, Bangalore Lebih Parah dari Jakarta!

Sebagai respon, pihak bandara pun telah melayangkan kontrak kepada pihak penyedia jasa layanan helikopter terkemuka, Thumby Aviation Ltd. dalam hal mengangkut penumpang baik dari kota menuju bandara maupun rute sebaliknya sesuai dengan permintaan. “Kami akan meminta persetujuan peraturan untuk segera menawarkan layanan antar-jemput terpadu antara bandara dan kota sebagai bagian dari inisiatif peningkatan pelayanan ini,” ungkap Harsha.

Baca Juga: Selangkah Lagi, Uber Akan Operasikan Taksi Udara

“Layanan ini akan memudahkan para eksekutif agar dapat menjangkau bandara lebih cepat, terutama di kota berkembang seperti ini,” tutur Pimpinan Thumby Aviation Ltd., Capt. KNG Nair pada saat acara pra-peluncuran. Senada dengan Harsha dan Capt. KNG Nair, Menteri Perhubungan untuk Penerbangan Sipil, Jayant Sinha mengatakan layanan HeliTax ini memastikan para penunpang dapat menjangkau bandara lebih cepat dari moda lain.

“Hadirnya layanan ini akan menjadikan India sebagai pusat penerbangan global yang sejati,” tutur Jayant. Hadirnya layanan ini tentu akan sangat membantu setiap penumpang yang hendak bepergian menggunakan pesawat. Ada banyak keuntungan yang dapat mereka rasakan. Selain terhindar dari kemacetan yang memungkinkan mereka terlambat, para pengguna layanan ini juga akan dikenakan biaya yang setara dengan sebuah layanan taksi mewah. Walaupun ketika dikonversi ke Rupiah harga tersebut memang lumayan mahal, namun terbukti akan sangat membantu Anda untuk menjangkau bandara.

Baca Juga: AirMap, Platform Pengatur Lalu Lintas Drone di Udara

Sebagai informasi tambahan, BIAL juga terkenal sebagai bandara tersibuk ketiga setelah Indira Gandhi International Airport di New Delhi dan Chhatrapati Shivaji International Airport yang terletak di Mumbai.

Kendalikan Pikiran Anda, Cara Ampuh Atasi Dampak Stress dari Kemacetan

Macet. Situasi ini seakan sudah menjadi teman setia yang menemani perjalanan warga Ibu Kota setiap harinya, terutama kala peak hours menyerang, tentu saja situasi menyebalkan seperti ini tidak bisa terelakkan oleh setiap pengguna jalan. Kendaraan umum, mobil prbadi, hingga sepeda motor seolah saling senggol agar bisa tiba di tujuan secepatnya. Tentu kejadian seperti ini kerap kali membuat sebagian dari Anda merasa frustasi.

Baca Juga: Bicara Kemacetan Lalu Lintas, Bangalore Lebih Parah dari Jakarta!

Kemacetan yang tidak terduga merupakan ketidaknyamanan bagi sebagian besar orang, namun bagi sebagian orang, hal tersebut dapat menyebabkan kegelisahan yang luar biasa. Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman health.clevelandclinic.org, seorang psikolog klinis Joseph Rock, PsyD mengatakan kegelisahan yang diakibatkan dari kemacetan tersebut berakar pada sistem respons alami otak. “Ketika orang mulai cemas, tubuh Anda seolah bersiap untuk melakukan sesuatu,” ujar Joseph. “Ini merupakan respon fight or flight, dimana Anda dihadapkan oleh dua pilihan, maju terus atau menghindar,” terangnya lebih lanjut.

“Respon fight or flight akan mendorong sebuah energi, dimana jika energi tersebut tidak dilepaskan, maka akan menimbulkan ketidaknyamanan fisik,” tukas Joseph. Ia menggambarkan, tidak ada yang bisa dilakukan ketika macet atau menghindar dari kemacetan tersebut, sehingga hal-hal tersebut mendorong jantung Anda berdegup lebih kencang dan pernapasan menjadi pendek. “Seperti ada hal buruk yang akan terjadi,” tambahnya.

Persepsi terjebak merupakan salah satu hal yang akhirnya menyebabkan tingkat kecemasan di dalam diri meningkat karena Anda sadar tidak bisa melakukan apapun untuk keluar dari situasi runyam seperti ini. Dalam hal ini, Dr. Joseph membeberkan bahwa ada hal yang dapat Anda kendalikan, yaitu apa yang Anda pikirkan dan apa yang Anda lakukan. Dari sini, Dr. Joseph mengemukakan tiga tips yang dapat dilakukan agar Anda bisa menerjang kemacetan.

Baca Juga: TransPakuan, Solusi Kemacetan Bogor yang Kurang Perhatian

Macet Bukanlah Akhir dari Segalanya
Mulailah menanamkan persepsi seperti ini. Ingat, terlambat memang akan membuat pekerjaan Anda sedikit tertunda, tidak menutup kemungkinan Anda akan ditegur oleh atasan Anda. Namun amarah atasan Anda tidak akan bertahan lama. Untuk kemacetan karena hal-hal yang tidak terduga, mungkin atasan Anda dapat memakluminya. Namun jika rute menuju kantor merupakan jalur padat, Anda bisa menyiasatinya dengan berangkat lebih pagi atau mencoba mencari alternatif jalur lain.

Kendurkan Otot dan Urat Anda
Sangatlah tidak dianjurkan untuk mendengarkan info mengenai perkembangan lalu lintas terkini, baik dari radio maupun menggalinya melalui sosial media. Karena dengan begitu, Anda semakin sulit untuk tetap tenang. Alih-alih mendengarkan update lalu lintas, ada baiknya jika Anda memutar lagu kesayangan Anda. Diharapkan dengan Anda mendengarkan musik, dapat mengurangi tingkat stress Anda sementara waktu.

Baca Juga: Metro Kapsul, Harapan Pemkot Bandung Untuk Urai Kemacetan

Istirahat Sejenak
Jika kemacetan mulai merusak harimu, cobalah untuk menepi sejenak untuk beristirahat. Saat kita mengalami stress, zat kimia seperti adrenalin dan kortisol masuk ke dalam tubuh Anda dan harus dipecah. Jika ini tidak terjadi, bahan kimia tersebut tetap menandakan bahwa ada sesuatu yang salah. Akibatnya, kegelisahan dan stres bisa tinggal bersamamu sepanjang hari, lama setelah kemacetan sudah berakhir.

Sumatera Utara Ternyata Punya 10 Bandara

Apa yang Anda ingat dengan bandara di Sumatera Utara? Polonia, Kualanamu atau Silangit? Ternyata di Sumatera Utara (Sumut) tak hanya bandara-bandara tersebut dan setelah di telusuri oleh KabarPenumpang.com, Sumut sendiri memiliki 10 bandara baik yang di kelola oleh PT Angkasa Pura II, Pemda ataupun TNI.

Baca juga: Tanpa Jalur Ini, Pulau Samosir Tak Tersambung dengan Daratan Sumatera

Saat ini sepuluh bandara yang tersebar di Sumut yakni bandara Aek Godang di Padang Sidempuan, Binaka di Gunung Sitoli (Nias), Bukit Malintang di Sumut, Pinangsori/Dr Ferdinand Lumban Tobing di Sibolga, Kualanamu di Medan, Lasundre di Pulau-pulau Batu, Sibisa di Toba Samosir, Silangit di Siborong-borong, Simalungun di Simalungun dan Teluk dalam di Teluk Dalam (Nias). Dari sepuluh bandara ini dua diantaranya di kelola AP II yakni Kualanamu dan Silangit.

Baru-baru ini, bandara Silangit dalam pengembangan untuk memaksimalkan dalam mendukung pariwisata Sumatera Utara khususnya kawasan Danau Toba. Sebab, bandara ini merupakan bandara yang bisa dikatakan paling dekat dengan Pulau Samosir dan Danau Toba yang berjarak paling lama 30 menit sampai satu jam perjalanan.

PT Angkasa Pura II memastikan pengembangan bandara Silangit ini akan selesai pada September 2017 mendatang dan diketahui menghabiskan dana senilai Rp369 miliar. Pengembangan untuk bandara Silangit sendiri yakni perluasan runway dari 2400×30 m menjadi 2650x45m dan penambahan kapasitas apron dari yang hanya mampu menampung dua unit pesawat Boeing 737-500 menjadi bisa menampung empat pesawat Boeing 737-900 ER (Extended Range) atau sekelasnya.

Baca juga: Mau ke Pulau Samosir? Ini Pilihan Rutenya

Pengembangan lainnya lainnya yakni terminal yang tadinya hanya memuat 36.500 penumpang pertahun menjadi satu juta penumpang pertahun nantinya setelah selesai. Selain itu,  pengembangan pada September, bandara Silagit juga akan mulai melayani penerbangan internasional.

“Pengembangan Bandara Silangit salah satunya dalam rangka mendukung peningkatan konektivitas transportasi udara sebagaimana dicanangkan pemerintah sehingga dapat mendukung pertumbuhan perekonomian dan pariwisata yang dalam hal ini adalah kawasan Danau Toba,” ujar President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (8/8/2017).

Nantinya penerbangan internasional akan mulai dengan tujuan dari dan ke Singapura dan Malaysia. Sebab Danau Toba merupakan salah satu destinasi unggulan.

Baca juga: Jalur Kereta Layang Kualanamu Hilangkan Perlintasan Sebidang

Namun, dari beberapa bandara tersebut, bandara Polonia yang sebelumnya menjadi bandara untuk menghubungkan Sumatera Utara seperti terlupakan begitu saja setelah adanya Kualanamu dengan penambahan kereta bandaranya dan Silangit yang sudah bisa membuat perjalanan lebih mudah ke Danau Toba.

Ternyata, saat ini, bandara Polonia berganti nama mejadi Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo yang dikelola TNI Angkatan Udara yang letaknya 2 km dari pusat kota Medan. Dulu, bandara ini melayani lebih dari 2 juta penumpang pertahunnya.

Bandara ini ditutup 24 Juli 2013 karena selain kelebihan kapasitas, letaknya juga yang berada dekat dengan pusat kota dan membuat bangunan yang berdiri di sekitar kota Medan jumlah tingkatnya dibatasi.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Kereta Bandara Kuala Namu

Selain itu, bandara-bandara di Sumut lainnya, seperti di Sibolga yakni Pinangsori/Dr Ferdinand Lumban Tobing ini sudah melayani penerbangan internasional yakni ke johor Baru dan Melaka. Biasanya pesawat yang mendarat di sini pun rata-rata jenis ATR atau pesawat kecil. Hingga kini, dari sepuluh bandara yang ada di Sumut baru Kualanamu dan Silangit yang benar-benar dikembangkan untuk tujuan wisata.

Bus Tanpa Awak Segera Beroperasi di Taiwan

Uji coba bus tanpa awak di Taipei memberikan hasil yang positif dan mendapat umpan balik dari pihak pemerintah, pengembang sistem dan anggota masyarakat. Hal ini karena bus tersebut sudah melakukan uji cobanya dengan baik dan bisa dikatakan sempurna.

“Uji coba telah berhasil, dan kami akan segera merencanakan tahap selanjutnya dari persidangan, yang akan memperluas jarak dan jarak tempuh,” ujar Wakil Walikota Li Chin-rong saat tes pertama selesai dilakukan Sabtu.

Baca juga: Olympic Park Montreal Kanada Mulai Uji Coba Bus Tanpa Awak

KabarPenumpang.com melansir focustaiwan.tw (5/8/2017), bus tanpa awak ini beroperasi dari tanggal 1-5 Agustus 2017 kemarin antara pukul 01.00 sampai 04.00 pagi waktu Taipei dengan jalur bus eksklusif sepanjang 473 meter di Xinyi Road. Lin mengatakan, percobaan ini juga dilakukan untuk mengumpulkan data pemetaan dan menunjukkan kemampuannya seperti mendeteksi kondisi lingkungan.

Dengan sensor Lidar atau pendeteksi cahaya yang mengukur jarak ke target dan menerangi dengan sinar laser yang berkelip, maka kendaraan tersebut bisa merasakan gerakan nyata atau hanya bayangan dari kaca sebuah halte bus. Lin menjelaskan langkah yang diambil untuk kelanjutan ini adalah saat siang hari agar bus bisa beradaptasi. Nantinya selain bus reguler beroperasi seperti biasa, bus ini juga akan memenuhi permintaan penumpang pada waktu-waktu tertentu seperti larut malam atau jam sibuk.

Baca juga: Navya Arma, Bus Tanpa Awak Gambaran Transportasi Masa Depan

Direktur Departemen Teknologi Informasi kota, Lee Wei-bin mengatakan untuk mencapai hal tersebut, infrastruktur harus lebih maju dan diperkenalkan dengan rinci. Dalam hal ini, pemerintah kota akan mengajukan permohonann untuk mengatur pengembangan industri komunikasi dan informasi di negara tersebut.

Nantinya frekuensi yang ditanam akan digunakan sebagai saluran lampu lalu lintas dalam untuk mengirim sinyal pada smart bus tanpa awak ini. Pembuatan ini selain untuk membaca kondisi melalui kamera yang terpasang, juga bisa mendapat informasi dari sinyal stop di sumber lainnya.

“Tujuannya adalah untuk memiliki semua teknologi dan infrastruktur tanpa bus yang tanpa sopir yang diuji untuk melihat bagaimana hal itu sesuai dengan jalan kita dalam waktu satu tahun,” kata Lee. Diketahui, smart bus tanpa awak ini dibuat oleh produsen pesawat di Perancis, EasyMile. Martin Ting, Presiden 7Starlake Co, yang mewakili EasyMile di Taiwan mengatakan, pasar bus tanpa awak di Taiwan sangatlah menjanjikan.

Baca juga: Sirocco, Bus Dengan Roda Sejajar Calon Transportasi Masa Depan

Pada proyek ini, Ting mengatakan bisa mengajak produsen lokal yang mampu memproduksi beberapa komponen utama bus tersebut seperti panel IT, router, motor dan sistem manajemen daya. Ting optimis setengah dari komponen bus ini, bisa dibuat di Taiwan dalam 12 sampai 18 bulan kedepan.

Diketahui, bus ini dibuat dengan harga sebesar NT$15 juta (US $496.587) dan mampu melakukan perjalanan hingga 40 kph serta bereaksi dalam waktu 0,05 detik setelah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.

Di Kanada Uber Jadi Transportasi Umum Dengan Trayek Khusus

Uber dikenal sebagai layanan transportasi online yang tidak terjadwal dan tentunya tidak mengenal kata ‘trayek.’ Sebagai dampaknya, Uber dilapangan langsung berhadapan dengan layanan taksi konvensional yang berbasis argo. Namun mungkinkah bila Uber disulap sebagai angkutan umum berbasis trayek, mirip dengan trayek atau jurusan laksana bus kota.

Meski masih berstatus eksperimen, Uber di kota Innisfil, Provinsi Ontario, Kanada, tengah mengembangkan Uber sebagai angkutan kota dengan trayek. Wujudnya tak ada beda dengan kendaraan Uber pada umumnya, namun bedanya operasional Uber disini mendapat biaya subsidi dari pemerintah kota. Uji coba telah dilakukan pada 15 Mei 2017 lalu di Innisfil yang berpenduduk 36 ribu jawa, dan hingga awal Agustus sudah mencapai 5.000 trip yang berhasil ditempuh.

Baca juga: Aplikasi Uber di Amerika Serikat Bakal Dilengkapi Fitur Tip

Memang tidak sembarang trayek yang ditawarkan, utamanya menyasar kawasan pemukiman ke tujuan pusat kota atau stasiun. Dengan armada sekitar 4.869 kendaraan, Uber hanya menagihkan ongkos $5,43 per perjalanan yang dilakukan. Penasihat Kebijakan Senior kota Innisfil, Paul Pentikainen mengatakan, pihaknya sangat senang bisa menggunakan Uber di dalam rute kotanya.

“Kemitraan dengan Uber ini pasti terbukti jauh lebih hemat biaya bagi kami, karena bisa memberikan tingkat pelayanan lebih kepada warga kami. Anda tidak perlu jauh berjalan kaki untuk halte bus atau rute bus, jadi ini adalah sesuatu yang sesuai untuk kita,” ujar Pentikainen yang dikutip KabarPenumpang.com dari financialpost.com (8/7/2017).

Musim panas yang lalu, dewan kota Innisil membuat pilihan transportasi tambahan di wilayah ini dan dinyatakan sebagai prioritas utama dalam rencana strategis masyarakat. Dari paparan Dewan Kota, diketahui bahwa biaya operasional moda angkutan bus terlalu mahal untuk meng-cover wilayah kota yang luas (262.71 km2). Sebagai informasi, biaya operasional untuk satu bus pertahunnya mencapai $270 ribu dan untuk dua bus bisa hingga $610 ribu.

Karena biaya operasional yang dianggap mahal, maka dewan kota memutuskan untuk bermitra dengan Uber Ride Global. Dalam kerjasama ini, Uber menyediakan layanan transit yang dilakukan bila ada permintaan kepada penduduk Innisfil dan sebagian biaya disubsidi oleh pemerintah kota.

Baca juga: Uber Punya Fitur Peringkat Untuk Pengguna dari Pengemudi

Kerjasama dengan subsidi ini membuat masyarakat yang menumpang Uber akan membayar ongkos antara $3 hingga $5 dari rute Balai Kota menuju stasiun kereta Go dan membayar $5 untuk ketempat lainnya di dalam kota Innisfil tersebut.

Pentikainen dan Tim Cane, Manajer Perencanaan Kota Innisfil akan memberi dewan kota update dua bulan mengenai proyek percontohan. Sejauh ini, permintaan sejalan dengan anggaran proyek. Dewan Innisfil berkomitmen untuk menggeontorkan dana $100 ribu untuk enam sampai sembilan bulan pertama, dan tambahan $125 ribu untuk tahun depan.

Dalam menjalankan kemitraan ini, memang ada waktu-waktu tertentu yang menjadi masalah dan ini bisa saja terjadi sepanjang waktu. Tetapi masalah ini bisa diatasi dengan komitmen kerjasama yang baik. “Sebagai layanan 24/7, kami cukup senang, sebab menggunakan Uber sebagai pilihan angkutan umum on-demand tampaknya menjadi pilihan terbaik bagi kota ini di masa mendatang. Dengan geografi besar kami, jarak antar permukiman, mendapatkan rute bus untuk memberikan tingkat pelayanan yang sama akan terlalu mahal. Mungkin puluhan tahun ke depan ketika kita memiliki populasi yang jauh lebih tinggi, kita bisa melihat pilihan lain,”jelas Pentikainen.

Pentikainen menambahkan, dalam jangka pendek, kota ini akan mencari cara untuk mengkritisi layanan transportasi agar lebih efisien dan nyaman bagi pengguna, serta mensurvei warga tentang sistem Uber. Juru bicara Uber Susie Heath mengatakan perusahaan senang dengan hasil laporan yang dirilis pada Selasa (8/8/2017) kemarin dan akan di laporkan serta dipresentasikan pada hari ini (9/8/2017).

Baca juga: Selangkah Lagi, Uber Akan Operasikan Taksi Udara

“Sejak kami meluncurkan kemitraan angkutan umum yang menarik ini di bulan Mei, sangat menyenangkan melihat penduduk Innisfil mengakses wahana on-demand yang terjangkau untuk berkeliling komunitas mereka dan terhubung dengan pusat transit lokal. Kami berharap dapat melanjutkan dialog dengan yurisdiksi lain dan otoritas transit di Kanada untuk menjajaki kemitraan serupa,” kata Susie Heath, Juru bicara Uber Susie Heath dalam sebuah pernyataan lewat email.