Gerbong Tua di Lower Hutt Bikin “The Great Chrunchie Train Robbery” Menjadi Iklan Paling Lama di Selandia Baru

Banyak dari gerbong kereta tua beralih fungsi menjadi tempat baru atau ditinggalkan begitu saja. Meski begitu gerbong kereta tua saat ini lebih banyak dialih fungsikan untuk berbagai tempat usaha maupun penginapan dibandingkan teronggok menjadi barang rongsokan.

Baca juga: Jadi Restoran Thailand, Gerbong Tua Kelas Satu Intercity 125 Dikembalikan ke Dekorasi Tahun 1980

Namun bagaimana jika gerbong kereta tua itu menjadi hal yang paling diingat karena suatu hal menarik? Seperti digunakan untuk tempat syuting sebuah iklan dan menjadi tayangan paling lama di suatu negara.

Ya, iklan itu dilatar belakangi dengan sebuah gerbong kereta tua di Selandia Baru. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nzherald.co.nz (6/8/2021), iklan yang dibuat pada tahun 1975 tersebut dilakukan di gerbong kereta tua di Lower Hutt tepatnya di luar Wellington.

Iklan yang menjadi paling ikonik di Selandia Baru yakni “The Great Chrunchie Train Robbery”. Menurut direktur pembuatnya, selain menjadi ikonik, iklan ini juga yang paling lama tayang di Selandia Baru.

Hal ini bisa terjadi karena ada sejumlah komponen yang berkontribusi dengan tidak hanya pada umur yang panjang tetapi juga kesuksesan yang diterima iklan tersebut.

“Saya pikir itu adalah jalan cerita. Cara itu berkembang dan membangun serta masuk ke surealis,” ujar Tony Williams di Lembang Kanguru, New South Wales

Williams mengatakan, syuting iklan dilakukan di Wild West dengan cerita penuh sesak dengan karakter yang khas. Iklan pun diseling dengan hitam-putih, cuplikan dan adegan Perang Dunia II dari film barat lama yang diperoleh Williams melalui teman industri yang bekerja di Paramount Studio di Hollywood.

“Aku mendapatkannya untuk apa-apa,” ungkap Williams.

Baca juga: Gerbong Kereta Tua Dikonversi Jadi Hotel Mewah di Pinggir Pantai Inggris

Cerita dari iklan tersebut juga penuh aksi dan penuh dengan jenis ketegangan yang membuat penontonnya tetap bertahan. Untuk lebih seru, kertas kalkir di pasang di jendela dan mendapat pencahayaan dari luar sehingga terlihat lebih dramatik.






















Singapore Airlines Luncurkan Fifth Freedom Flight ke AS Setelah 13 Tahun

Singapore Airlines (SIA) akhirnya bisa menghidupkan kembali rute Singapura-Taipei-Los Angeles setelah non aktif selama 13 tahun lamanya. Rute tersebut dimungkinkan melalui fifth freedom traffic right yang diadopsi banyak negara di dunia.

Baca juga: Sejarah Maskapai Malaysia Singapore Airlines, dari Awal Berdiri Sampai Berpisah

Fifth freedom traffic right, yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai hak angkut kelima, adalah pemberian hak angkut maskapai asing untuk singgah dan menerbangkan penumpang ke negara lain (bukan kembali negara asal maskapai).

Dalam fifth freedom flight Singapore Airlines, maskapai dimungkinkan terbang, membawa kargo dan penumpang, dari Singapura ke Taipei (Taiwan), menurunkan penumpang dan kargo serta sebaliknya, mengangkut penumpang dan kargo di sana, untuk kemudian terbang ke Los Angeles (Amerika Serikat).

Dilansir Simple Flying, rute tersebut terakhir dioperasikan maskapai pada 2008 silam. Ketika itu, SIA mengerahkan armada Boeing 777-200ER empat kali seminggu.

Penerbangan pertama Singapura ke Los Angeles via Taipei oleh maskapai akan dimulai pada 25 Agustus mendatang. Berbeda dengan 13 tahun lalu, SIA akan mengerahkan salah satu armada tercanggihnya, Airbus A350. Frekuensinya juga menurun, dari semula pada 13 tahun lalu empat kali dalam sepekan menjadi hanya tiga kali dalam sepekan.

Singapura ke Taipei berangkat pukul 11:45 waktu setempat pada hari Rabu, Jumat, dan Minggu, mendarat di Taipei pukul 16:40. Untuk keberangkatan dari Taipei ke Los Angeles dihelat pada pukul 17:50, tiba di sana pada pukul 15:20 waktu setempat.

Sedangkan penerbangan pulangnya, A350 akan meninggalkan Los Angeles pada 00:40 waktu setempat, mendarat kembali di Taipei pada 06:10 keesokan harinya. Kemudian akan berangkat dari TPE pada pukul 09:10 dan tiba di Singapura pada pukul 13:40.

Sebelum Singapore Airlines membuka kembali rute ini, hanya ada satu penerbangan langsung dari Taipei ke Los Angeles. Satu itu diterbangkan oleh Eva Air.

Meski fifth freedom flight Singapore Airlines dipastikan kembali terbang, tetapi, otoritas Taiwan sementara waktu tidak melayani penumpang transit. Otomatis, rute Singapura-Taipei-Los Angeles SIA tak bisa dioperasikan atau bisa dioperasikan secara terpisah, Singapura-Taipei penerbangan tersendiri dan begitu pula dengan penerbangan Taipei-Los Angeles SIA.

SIA memang lama dikenal menerbangkan dan terus memperjuangkan agar bisa mendapat hak angkut kelima dari berbagai negara.

Baca juga: Pertama di Dunia, Penumpang Pesawat Singapore Airlines Bisa Belanja Online di Udara

Sejauh ini, tentu saja sebelum pandemi Covid-19, SIA sudah membuka tujuh penerbangan berdasarkan fifth freedom traffic right; Singapura-Melbourne-Wellington, Singapura-Moskow-Stockholm, Singapura-Hong Kong-San Francisco, Singapura-Manchester-Houston, Singapura-Frankfurt-New York, Singapura-Taipei-Los Angeles, dan Singapura-Kopenhagen-Roma.

Tak hanya SIA, anak perusahannya, Scoot, juga turut membuka rute penerbangan berdasarkan fifth freedom traffic right, yaitu Singapura-Athena-Berlin.

Cina Akhirnya ‘Tunduk’ ke AS, Boeing 737 MAX Diizinkan Terbang Kembali

Boeing 737 MAX akhirnya kembali terbang di Cina. Varian terkecil dari Boeing 737 MAX, 737 MAX-7, terpantau Flightradar24 melakukan uji terbang perdananya pada Rabu lalu usai grounded berkepanjangan, dari Bandara Internasional Pudong Shanghai pada pukul 09:24 waktu setempat.

Baca juga: Gegara 737 MAX, Regulator Penerbangan Sipil Cina Mulai Rusak Hegemoni FAA

Pesawat kemudian mendarat di Bandara Zhoushan Putuoshan, sekitar 150 km ke selatan Shanghai, setelah dirasa cukup mendapat data pengujian. Sebelumnya, Reuters melaporkan, pada hari Minggu (8/7), pejabat Regulator Penerbangan Sipil Cina (CAAC) secara tiba-tiba mengizinkan Boeing 737 MAX terbang. Ketika itu, Boeing langsung merespon, mengirim tim yang terdiri dari 35 pilot dan insinyur, dan membuat beberapa kesepakatan.

Ini merupakan akhir panjang penantian Boeing. Kita tahu, sejak akhir tahun lalu, Boeing 737 MAX sudah kembali terbang di seluruh dunia usai lolos dari sertifikasi ulang ketat oleh Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) dan Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA).

Tetapi, tidak demikian dengan CAAC. Regulator Cina tersebut mengaku tidak percaya begitu saja dengan FAA dan EASA serta lebih memilih untuk melakukan pengujian ketat terhadap MAX.

Masa depan MAX di Cina bahkan kian tak pasti seiring ketegangan yang terjadi antara AS dan Cina terkait politik luar negerinya, seperti Laut Cina Selatan, Taiwan, dan pelanggaran HAM berat di Uighur.

Boeing sendiri, sejak pemerintahan Biden dimulai, terus melakukan berbagai pendekatan ke regulator di seluruh dunia terkait MAX dan lainnya. Namun tak disebutkan dengan detail apakah regulator penerbangan sipil Cina termasuk dalam lobi-lobi tersebut.

“Menyusul persetujuan dari FAA (Administrasi Penerbangan Federal AS) dan regulator lainnya untuk melanjutkan operasi komersial, kami telah bekerja dengan regulator lain saat mereka menyelesaikan proses validasi mereka,” kata Boeing.

Usai penerbangan perdana, Boeing 737 MAX masih harus menunggu selama berbulan-bulan untuk bisa beroperasi secara komersial di Cina.

Sebagai informasi, Cina memang menjadi momok menakutkan Boeing. Selain tak kunjung mengizinkan 737 MAX beroperasi sampai saat ini, Negeri Komunis tersebut diketahui juga menjadi pelopor digroundednya MAX pada 2019 silam.

Baca juga: Panas! Trump Larang Maskapai Cina ke AS Mulai 16 Juni, Begini Kronologinya

Laporan South China Morning Post, Regulator Penerbangan Sipil Cina (CAAC) memimpin grounded Boeing 737 MAX dan dengan cepat diikuti oleh banyak negara, mulai dari Ethiopia, Indonesia, Mongolia, Maroko, Singapura, flag carrier negara-negara Amerika Latin, dan Korea Selatan; termasuk Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA).

Padahal, saat CAAC mulai melarang 737 MAX beredar di langit Negeri Tirai Bambu, FAA, yang keputusannya selalu ditunggu dan mempengaruhi regulator penerbangan sipil di banyak negara, belum memutuskan apapun dan sebaliknya, malah mendukung kelaikan pesawat tersebut.

10 Tombol Terpenting di Kokpit, Nomor 9 Paling Simpel dan Terkait dengan Penumpang

Pesawat bisa dibilang salah satu moda transportasi paling canggih di dunia. Mengoperasikannya pun tentu tidak mudah. Pilot setidaknya dihadapi dengan ratusan atau mungkin ribuan tombol atau panel di kokpit yang seluruhnya penting.

Baca juga: (Video) Pilot Buka Jendela Kokpit Saat Pesawat di Udara! Seketika, Ini yang Terjadi

Tetapi, dari ratusan atau ribuan tombol di kokpit, jika dirinci lebih dalam, memang tak semua tombol tergolong penting. Bisa dibilang, hanya ada 10 tombol terpenting di kokpit. Apa itu? Dilansir The Points Guy, berikut daftar 10 tombol paling penting di kokpit.

1. Autopilot disconnect

Fitur autopilot diakui atau tidak sangat membantu pilot saat menerbangkan pesawat. Ketika lepas landas dan mendarat, pilot mengambil kendali penuh pesawat. Saat cruising di udara, pilot menyerahkan tugasnya ke fitur ini.

Tetapi, jika terjadi sesuatu, pilot harus cepat mengambil kendali penuh pesawat. Sebelum itu, pilot harus menekan tombol autopilot disconnect. Tanpa menekan tombol itu, pesawat tidak bisa berada di bawah kendali penuh pilot.

2. Passenger oxygen

Tombol passenger oxygen atau oksigen penumpang memang jarang ditekan. Tetapi, keberadannya sangat penting, terutama saat emergency di ketinggian 43 ribu kaki. Saat kabin kehilangan tekanan atau kegagalan tekanan kabin (dekompresi eksplosif), otomatis masker oksigen akan turun dari atas kursi penumpang.

Tetapi, itu saja tidak cukup. Pilot wajib menekan tombol oksigen penumpang berjaga-jaga andai masker oksigen tidak turun.

3. Tuas persneling

Tombol atau tuas ini sangat penting untuk pendaratan dan lepas landas.

4. Evacuation command

Perintah evakuasi saat terjadi keadaan darurat sangat penting untuk mengingatkan ke seluruh kru dan penumpang agar segera melakukan prosedur keselamatan, sesuai porsinya masing-masing.

5. Push-to-talk switch

Tombol atau sakelar ini berfungsi seperti me-mute suara di kokpit. Saat mendekati bandara, apalagi bandara tersibuk, ATC tidak hanya berkomunikasi dengan satu pesawat, tetapi banyak pesawat secara bersamaan. Jadi, kondisinya bisa jadi kacau. Karenanya, agar komunikasi terjalin baik, tombol ini ditekan dan ditahan agar suara kru kokpit bisa didengar ATC.

6. Tombol TOGA

TOGA atau Takeoff / Go-Around berfungsi untuk mengaktifkan autothrottle saat lepas landas, membantu mesin akan bekerja lebih efisien.

7. Altitude selector

Sesuai namanya, tombol ini menuntun pesawat untuk terbang di ketinggian yang diinginkan pilot. Ini digunakan baik saat terbang dalam autopilot maupun manual.

8. Engine fire handle

Tombol ini bisa dibilang jadi salah satu yang paling tidak ingin ditarik. Engine fire handle berfungsi untuk mengisolasi mesin saat terjadi kebakaran pada mesin.

Baca juga: Kenapa Kokpit Pesawat Gelap? Ini Penjelasannya

9. Seatbelt signs

Saat terjadi keadaan darurat, pilot terbatas untuk bisa berkomunikasi langsung dengan kru maupun penumpang. Karenanya, tanda sabuk pengaman sangat penting. Itu tidak hanya dalam keadaan darurat, tetapi juga saat lepas landas dan mendarat.

10. Autopilot

Ini adalah kebalikan dari nomor satu dan jadi salah satu tombol yang paling masyhur. Tombol autopilot berfungsi agar pesawat terbang secara otomatis. Tombol ini biasanya difungsikan saat pesawat cruising di udara.

Seoul Kembali Fokus Pada Proyek Kereta Api Pyongyang

Setelah kedua Korea memulihkan jalur komunikasi utama pada hari Selasa, Seoul mengisyaratkan kesediaannya untuk melanjutkan proyek bersama yang terhenti seperti jalan penghubung dan kereta api. Park Soo-hyun, sekretaris senior Gedung Biru untuk komunikasi publik, mengatakan, Arah kebijakan AS terhadap Korea Utara telah didasarkan pada KTT Singapura 2018.

Baca juga: Setelah 18 Hari Inspeksi, Kereta Korea Selatan Kembali dari Korea Utara

Saat Park ditanya tentang dimulai kembalinya proyek bersama antar Korea 19 September 2018, dia menjawab, “Saya kira berbagai usulan diharapkan bisa dibahas ke depan”.

Perjanjian Singapura ditandatangani antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan puncak pertama mereka pada 12 Juni 2018. Presiden Moon Jae-in dan Kim dalam Deklarasi Panmunjom April 2018 dan Deklarasi Pyongyang September 2018 sepakat untuk bergerak sepanjang menghubungkan kembali jalan dan kereta api di antara proyek-proyek kerjasama antar-Korea lainnya.

Park juga menyatakan harapan untuk pertemuan puncak lain antara Moon dan Kim sebelum akhir masa jabatan lima tahun Moon Mei mendatang.

“Memulihkan jalur komunikasi antar-Korea adalah langkah pertama, dan kami sekarang berdiri di garis awal. KTT antar-Korea adalah batu loncatan lain, dan tujuan utamanya adalah untuk mencapai proses perdamaian di Semenanjung Korea,” kata Park yang dikutip KabarPenumpang.com dari koreajoongangdaily.joins.com (28/7/2021).

Pyongyang pada Juni 2020 secara sepihak memutus semua jalur komunikasi antar-Korea sebagai protes atas apa yang diklaim sebagai kegagalan Seoul untuk mencegah para aktivis mengirim selebaran propaganda melintasi perbatasan. Para pemimpin kedua negara telah bertukar surat sejak April dan menyepakati perlunya memulihkan komunikasi yang terputus seperti itu.

Kim Jong-un dilaporkan menunjukkan minat untuk memodernisasi perkeretaapian negaranya dan membuat pertanyaan terperinci tentang sistem kereta api berkecepatan tinggi KTX Selatan setelah pejabat Korea Utara mengunjungi Korea Selatan untuk Olimpiade Musim Dingin PyeongChang pada Februari 2018. Kedua Korea mengadakan upacara peletakan batu pertama simbolis untuk memodernisasi dan menghubungkan kembali jalan dan kereta api lintas batas pada Desember 2018 sebagaimana disepakati dalam pertemuan puncak para pemimpin.

Namun, proyek itu menjadi limbo karena North-U.S dan negosiasi terhenti pada 2019. Pejabat Seoul telah mengindikasikan bahwa proyek jalan dan kereta api bersama dapat menjadi titik awal kerja sama ekonomi bagi kedua Korea, dan pemerintahan Moon telah mencari cara untuk melanjutkannya.

Lee Soo-hyuck, duta besar Korea Selatan untuk Amerika Serikat pada Januari 2020 menyebut proyek kereta api antar-Korea “yang paling perlu di dorong,” mengingat fakta bahwa itu adalah yang paling layak. Dia mengatakan ini akan memakan waktu paling lama, dari semua proyek bersama yang diusulkan oleh pemerintah Bulan.

Namun, proyek kerja sama ekonomi perlu menemukan jalan keluar dari sanksi PBB dan AS yang rumit, dan Selatan harus meminta pengecualian dari sanksi Dewan Keamanan PBB untuk membawa peralatan dan pasokan ke Utara. Departemen Luar Negeri AS menyambut baik pemulihan jalur komunikasi antar-Korea, menyebutnya sebagai “langkah positif.”

Baca juga: Dewan Keamanan PBB Beri Lampu Hijau untuk Survei Lapangan Jalur Kereta Korea Utara dan Korea Selatan

“Saya akan mengatakan bahwa AS mendukung dialog dan keterlibatan antar-Korea, dan tentu saja menyambut baik pengumuman pemulihan jalur komunikasi antar-Korea hari ini, dan kami tentu percaya bahwa ini adalah langkah positif,” ujar Jalina Porter, wakil juru bicara departemen Luar Negeri AS.






















Jadi Keluarga Pesawat Terlaris di Dunia, Ternyata Boeing 737-100 Paling Tak Laku Gegara Kekecilan

Boeing 737 berhasil mencatatkan diri sebagai pesawat pertama dalam sejarah penerbangan dunia yang berhasil membukukan 100 juta lebih jam terbang, pada 27 Januari 2002. Mengingat keluarga Boeing 737 masih terus eksis sampai saat ini, bukan tak mungkin keluarga 737 akan mencetak rekor jam terbang jauh lebih tinggi dari sekedar 100 juta lebih.

Baca juga: Berapa Banyak Pesawat Boeing 737 All Series yang Masih Terbang dan dalam Pesanan?

Kendati demikian, generasi pertama pesawat tersebut, yaitu Boeing 737-100, di masa lalu ternyata nyaris gagal dipasaran. Betapa tidak, dengan ekspektasi tinggi, pesawat justru hanya terjual 30 unit. Penyebabnya mungkin banyak, tetapi, masalah dimensi dinilai cukup menentukan.

Boeing 737-100 berhasil terbang perdana pada April 1967. Debut perdananya terjadi pada Februari 1968 bersama Lufthansa dan United Airlines selang sehari menggunakan seri yang lebih panjang, 737-200. Adapun seri klasik 737-300 dan -400 pertama kali terbang mulai Februari 1984, diikuti seri klasik berikutnya Boeing 737-500.

Kehadiran Boeing 737 -yang notabene merupakan pengembangan versi murah dari Boeing 707 dan Boeing 727- dengan kapasitas dan jarak yang lebih rendah, dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan maskapai.

Tak ayal, sekalipun pernah melempem di era pemberlakuan aturan ETOPS atau “60-minute rule” pada dekade 70an, keluarga Boeing 737 terus melesat di pasar narrowbody hingga angka penjualannya tak terkejar oleh para kompetitor, seperti keluarga Airbus A320, keluarga A321, McDonnell Douglas MD-80, McDonnell Douglas DC-9, hingga Bombardier CRJ200.

Ditelisik dari jumlah penjualan, tentu Boeing 737 generasi pertama jauh lebih unggul. Sebab, saat itu, belum ada pesaing yang sepadan. Adapun seri klasik mulai mendapat tantangan berat dari Airbus yang lahir beberapa tahun selang seri klasik 737-300 dan -400 lahir. Tetapi, pada akhirnya 737 tetaplah juaranya.

Setelah hampir 53 tahun mengudara, setidaknya ada hampir 10 ribu pesawat keluarga Boeing 737 yang beroperasi, mulai dari generasi pertama, seri klasik, 737NG atau Next Generation, sampai seri teranyar 737 MAX, yang tersebar di seluruh dunia. Jumlah itu sudah termasuk pesawat yang masih dalam pesanan.

Meski menjadi keluarga pesawat tersukses di dunia, baik dari segi penjualan maupun jam terbang, dimasa lalu, sebagaimana dikutip dari Simple Flying, program Boeing 737 nyaris gagal di awal karena dianggap terlalu kecil.

Boeing 737-100 diketahui memiliki panjang 28.63 m. Pesawat ini bahkan masih jauh lebih kecil dibanding pesawat narrowbody twinjet terkecil Airbus, A318, dengan panjang 31,44 m.

Pesawat asli Boeing 737 juga lebih kecil dibanding Embraer E170, Airbus A220 (Bombardier C-Series), dan Douglas DC-9.

Boeing 737-100 juga menjadi pesawat narrowbody terkecil di dunia, termasuk mengalahkan pesawat Boeing lainnya. Boeing 727-100 terkecil memiliki panjang 40,59 m. Boeing 737 MAX 7, varian terkecil MAX, memiliki panjang 35,56 m.

Baca juga: Hari ini, Boeing 737 Jadi Pesawat Pertama dalam Sejarah yang Cetak 100 Juta Lebih Jam Terbang

Tak ayal, saking kecilnya dimensi panjang pesawat, baik generasi pertama, seri klasik, 737NG atau Next Generation, maupun seri anyar MAX, tak ada satupun yang kembali ke desain awal Boeing 737-100.

Meski begitu, industri penerbangan terus berputar. Saat rute point-to-point kembali bergairah setelah pandemi virus Corona, mungkin, pesawat dengan dimensi sekecil Boeing 737-100 akan semakin diminati.

Ini Alasan Anak 12 Tahun Tak Diizinkan Naik Kereta Api Jarak Jauh

Anak usia di bawah 12 tahun dilarang untuk bepergian menggunakan kereta api. Aturan pelarangan tersebut mulai diberlakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada 29 Juli kemarin. Ada pun aturan baru ini diberlakukan untuk mendukung pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM dan pencegahan penularan virus corona pada anak usia di bawah 12 tahun.

Baca juga: Enam Tips Aman Bawa Anak Naik Pesawat, Nomor Empat Sering Dilupakan Orang Tua

Kepala Humas PT KAI daerah operasional (Daop) 1 Jakarta Eva Chairunnisa mengatakan, aturan tersebut sebagai bentuk komitmen PT KAI. Aturan tersebut dikatakan Eva akan berlaku pada penumpang kereta jarak jauh melalui Stasiun Gambir, PasarSenen, Bekasi, Karawang dan Cikampek. Meski begitu, Eva menambahkan, anak yang kurang dari 12 tahun diperbolehkan naik KAJJ dengan alasan mendesak

“Mereka mesti membawa bukti berupa surat keterangan dari pemerintah setempat, rumah sakit atau sekolah,” ujar Eva yang dikutip dari berbagai laman sumber.

Dalam hal keperluan mendesak dicontohkan Eva seperti anak tersebut mengikuti perlombaan di luar kota atau melakukan pengobatan. Ada pun ketentuan perjalanan KAJJ lain yang wajib diperhatikan penumpang adalah setiap calon penumpang wajib menunjukkan hasil negatif periksaan covid-19 untuk PCR berlaku 2×24 jam dan antigen 1×24 jam sejak pengambilan sampel.

Penumpang sebelum keberangkatan wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama dalam bentuk kartu atau e-sertifikat. Bila penumpang belum divaksin dengan alasan medis, harus ada surat keterangan dari dokter spesialis dan menunjukkan hasil pemeriksaan covid-19.

Selain itu penumpang juga harus dalam kondisi sehat tidak flu, batuk, pilek, hilang daya penciuman, diare, demam dan suhu tubuh tak lebih dari 37,7 derajat Celcius. Penumpang pun tetap menggunakan masker medis ataupun kain yang melapisi masker medis.

Hingga saat ini PT KAI hanya menjual tiket 70 persen dari kapasitas masing-masing KAJJ ini. “Pelanggan yang tidak memenuhi persyaratan, maka tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan dan tiket akan dikembalikan 100 persen,” lanjut Eva.

Baca juga: Ikuti Langkah India, PT KAI Mudahkan Layanan Angkutan Oksigen dan Tabung Kosong

Untuk physical distancing, KAI hanya menjual tiket 70 persen dari kapasitas maksimal tempat duduk KAJJ. Pelanggan juga tetap wajib mematuhi protokol kesehatan serta menerapkan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, baik saat berada di stasiun maupun selama dalam perjalanan.






















Inilah Elemento Economy, Kursi Kelas Ekonomi Masa Depan dengan Sederet Keunggulan

Dibanding kursi kelas bisnis dan first class, kursi kelas ekonomi jelas lebih sedikit mendapat sentuhan baru. Kondisi ini pun dilirik oleh supplier interior asal Italia, Geven, menggandeng firma desain desain kenamaan dunia asal Inggris, PriestmanGoode, untuk meluncurkan Elemento economy, kursi nyaman di kelas ekonomi.

Baca juga: Airbus dan Layer Kembangkan Kursi Kelas Ekonomi dengan Material Tekstil Pintar

Sekilas, Elemento economy nyaris sama saja dengan kursi kelas ekonomi yang ada saat ini. Di bagian atas kursi, hanya ada adjustable privacy headrest, fitur baru yang membuat penumpang lebih nyaman menyandarkan kepala di kursi dan lebih private dari penumpang di samping berkat headrest tambahan di sebelah kanan dan kiri kepala.

Tetapi, jika dilihat secara detail, baik Geven maupun PriestmanGoode mengklaim banyak fitur baru yang membuatnya digadang sebagai kursi kelas ekonomi masa depan.

“Pengetahuan dan semangat Geven untuk mendorong pengembangan kursi memungkinkan kami untuk mengintegrasikan tingkat kualitas dan penyelesaian akhir yang lebih tinggi dan akan memungkinkan mereka menjadi pemimpin kelas baru dengan keluarga kursi generasi berikutnya ini,” kata Daniel MacInnes, Direktur Desain di PriestmanGoode, seperti dilansir Simple Flying.

“Kami mengembangkan bahan dan hasil akhir yang dipesan lebih dahulu, dan arah gaya baru, berdasarkan garis terintegrasi yang bersih,” jelasnya.

“Sebagai desainer penerbangan, senang bisa bekerja sama dengan Geven. Kami bekerja dengan maskapai penerbangan dan produsen badan pesawat di seluruh dunia, jadi kami tahu apa yang diperlukan untuk menyesuaikan kursi, kami tahu apa yang diinginkan klien dan penumpang, dan bagaimana kami dapat menambahkan sentuhan unik pada produk standar untuk membuatnya menonjol,” tambahnya.

“Apa yang kami buat dengan kolaborasi ini adalah produk khusus untuk Geven yang memungkinkan klien mereka untuk beradaptasi dan menyesuaikannya dengan mudah dengan kebutuhan mereka sendiri. Kami senang melihat kursi pertama terungkap,” lanjutnya.

Elemento economy didesain untuk mendukung pengalaman baru dalam penerbangan jarak jauh. Kursi ini menggabungkan fungsionalitas dengan kontur yang lebih halus.

Meski nampak tak ada bedanya dengan kursi kelas ekonomi pada umumnya, namun, ketika kursi disentuh sampai diduduki, barulah berbagai kenyamanan baru yang dijanjikan jelas terasa.

Kursi kelas ekonomi Elemento disebut memilikifitur sistem artikulasi panel kursi ‘Wave’ yang sudah dipatenkan. Ini menjamin posisi duduk lebih ergonomis dan nyaman yang sangat dibutuhkan penumpang dalam penerbangan jarak jauh.

Baca juga: Busa Kursi Baru Berteknologi Tinggi Bikin Berat Pesawat Turun Drastis!

Di bagian seatback, fitur own integrated lighting juga memudahkan penumpang membaca saat lampu kabin dimatikan. Selain itu, ada pula fitur adjustable holders untuk memuat ponsel, tablet, dan gelas.

Elemento economy sendiri merupakan bagian dari program Next Generation perusahaan. Selain kursi terbaru kelas ekonomi, perusahaan juga akan meluncurkan kursi terbaru kelas premium, premium plus, dan kelas bisnis akhir tahun ini.

Pramugari Emirates Berdiri di Puncak Burj Khalifa, Apa Tujuannya?

Belum lama ini, viral video pramugari Emirates berdiri di puncak gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa, Dubai Uni Emirat Arab. Tetapi, apa tujuannya?

Baca juga: Ruwet, Ternyata Ini Alasan Uni Emirat Arab Punya Banyak Bandara Internasional

Dalam sebuah tayangan video yang diunggah di YouTube channel Emirates, pramugari, yang mengenakan seragam lengkap, nampak berdiri di puncak gedung tertinggi yang pernah dibuat manusia itu, sambil memegang papan bertuliskan, ‘Moving the UAE to the UK amber list has made us feel on top of the world. Fly Emirates, fly better’.

Sekilas, jelas video tersebut merupakan iklan Emirates. Bahkan, iklan tersebut digadang menjadi salah satu iklan di tempat tertinggi yang pernah dibuat. Namun, maksud apa di balik itu yang masih menjadi teka-teki sampai sang CEO membeberkannya.

Sir Tim Clark, Presiden Emirates, mengatakan tujuan dari pembuatan iklan ekstem di ketinggian 828 meter itu untuk menunjukkan kepada dunia bahwa maskapai selalu melayani penumpang dan memastikan keselamatan mereka.

Konteks keselamatan di sini tentu selain dari aspek teknis penerbangan, salah satunya pesawat dalam kondisi laik terbang saat beroperasi, juga terkait erat dengan perlindungan penumpang dari virus Corona.

“Ketenangan dan kepercayaan diri awak kabin yang Anda lihat di iklan adalah perwujudan tim garis depan kami, melayani pelancong dan memastikan keselamatan mereka,” jelasnya, seperti dikutip dari Simple Flying.

Tak hanya itu, salah satu iklan tertinggi yang pernah dibuat di dunia tersebut juga memiliki kesan tersendiri. Disebutkan, sejak gedung 162 lantai resmi dibuka pada 4 Januari 2010 itu terasa spesial karena tidak semua orang yang diizinkan membuat film atau syuting di puncak Burj Khalifa.

Sejauh ini, baru ada dua yang diizinkan naik ke puncak Burj Khalifa; Tom Cruise dan Putra Mahkota Dubai, H.H Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

“Kami bangga menjadi salah satu dari segelintir orang istimewa yang diizinkan membuat film di puncak Burj Khalifa oleh Emaar dan bahkan lebih bangga lagi bahwa kami dapat memamerkan kota kami yang indah, Dubai,” tambah Clark.

Baca juga: Kisah Naila, Pramugari Emirates yang Banting Setir Jadi Barista Starbucks

Di awal ide pembuatan iklan ini tercetus, sebetulnya Emirates sudah melakukan casting ke seluruh pramugari. Tetapi, hasil yang didapat tak sepeti yang dibayangkan. Pada akhirnya diputuskan peran pramugari dalam iklan tersebut dilakoni oleh skydiver Amerika Serikat, Nicole Smith Ludvik.

Sebagai seorang skydiver, Nicole Smith tentu sudah terbiasa dengan ketinggian. Meskipun teknisnya berbeda. Itulah mengapa dalam iklan tersebut, ‘pramugari’ Emirates nampak sangat gagah dan mantap berdiri sungguhan di puncak tertinggi Burj Khalifa, bukan green screen.

Kaleng Isi Makanan Sudah Biasa, Tapi Kaleng Isi Batu Rel Jadi Suvenir Baru Luar Biasa

Rasanya bukan hanya maju di dunia teknologi, tapi Jepang benar-benar memiliki beragam hal unik yang mungkin tak bisa ditemukan di negara lain. Seperti ketika seorang pelancong yang juga penumpang kereta api, ketika memasuki sebuah mini market akan menemukan makanan atau minuman yang dijual. Namun bagaimana jika ada batu yang dijual dalam kaleng?

Baca juga: Bikin Sensasi, Idola Muda Jepang Pamer Kekuatan Tarik dan Lepas Kereta di Stasiun

Ini mungkin akan membuat bingung, tetapi hal unik ini ada di kota Choshi prefektur Chiba di Jepang yang memiliki jalur lokal kereta listrik Choshi. Ini adalah jalur sepanjang 6,4 km dan satu-satunya jalur yang dioperasikan oleh perusahaan kereta api listrik Choshi milik swasta setelah penurunan tajam dalam pelanggan dan mulai bisnis makanan untuk mensubsidi operasinya.

Dilansir KabarPenumpang.com dari soranews24.com, perusahaan kereta listrik ini bahkan menghasilkan lebih banyak uang dari berbagai penjualan makananya yakni manisan dan makanan ringan seperti kerupuk nasi senbei dibanding tiket kereta. Tetapi ternyata ada pula batu yang dikumpulkan dari rel dan dijual dalam kaleng seperti layaknya makanan kaleng.

Batu dalam kaleng ini ada disebuah toko diseberang Terminal Bus JR Express di pintu keluar selatan Yaesu di Stasiun Tokyo. Toko ini menyediakan berbagai macam produk dari Choshi Electric, termasuk nure senbei (kerupuk nasi basah) yang terkenal dan paku anjing, yang digunakan untuk memperbaiki bantalan di rel kereta api.

Untuk menemukan batu dalam kalengan tidaklah sulit dan per kalengnya dijual sekitar 550 yen atau sekitar Rp71 ribu. Kaleng berisi batu ini memiliki label produk layaknya makanan kaleng dengan detial tidak biasa yakni dengan nama produk batu (kerikil), bahan pembuatan adalah batu berusia lebih dari 50 tahun dengan tanggal menggunakannya adalah keabadian.

Tempat produksinya pun ditulis Stasiun Kereta Listrik Choshi Nakanocho dengan kolektornya Presiden Kereta Listrik Choshi Takemoto. Ini pun bukan kesalahan, batu di dalam kaleng dikumpulkan secara pribadi oleh Katsunori Takemoto yang merupakan presiden dari perusahaan kereta itu.

Untuk membuktikan keaslian produk di dalamnya, label tersebut menyertakan foto seorang karyawan kereta api yang mengumpulkan batu dari rel di Stasiun Nakanocho. Sentuhan pribadi pada kaleng membuat perubahan yang bagus untuk semua suvenir buatan pabrik lainnya di pasar.

Batu yang usianya lebih dari 50 tahun tersebut berbentuk mulus dan tak ada warna hitam atau minyak yang menempel saat digunakan di rek kereta untuk kelancaran perjalanan. Batu dipoles dengan indah dan terasa enak di kulit, dengan tepi bulat yang telah dihaluskan setelah beberapa dekade di rel kereta api.

Mengetahui sejarah di balik batu itu memberinya daya pikat khusus yang membuatnya sepadan dengan uang yang dibayarkan untuk itu. Di dalam kaleng batu itu ada selembar kertas bertuliskan “Railway Omikuji” (Keberuntungan Kereta Api”). Salah satu keberuntungannya adalah “daikichi”, yang merupakan tingkat keberuntungan tertinggi yang dapat Anda terima, dan itu datang dengan pesan manis “Bepergian dengan aman”.

Baca juga: Jumlah Penumpang Menurun, Operator Kereta Jepang Jajakan Cemilan Unik nan Nyeleneh!

Sungguh melegakan mengetahui bahwa bongkahan batu ini, yang dulu terletak di luar ruangan di bawah kereta api yang berat dan kebisingan, sekarang telah diberikan rumah yang hangat dan tenang untuk beristirahat. Ini tentu saja salah satu suvenir paling aneh yang bisa dibeli di Jepang.