Mau Lihat Panda di Chengdu? Yuk Naik Kereta Transparan

0

Siapa yang tak kenal panda? Beruang dengan warna putih dan hitam ini merupakan mamalia asal Negeri Tirai Bambu. Di Cina tepatnya di Chengdu, terkenal sebagai rumah dari program pengembangbiakan panda.

Baca juga: Dayi Air Rail, Kereta Gantung dengan Baterai Lithium untuk Hubungkan Lokasi Wisata

Karena hal ini, kota di barat daya Cina tersebut menghadirkan kereta panda untuk menyambut pelancong internasional. Kereta ini mulai debutnya pada 26 Juni kemarin di Sichuan dengan Zhongtang Air Railway.

Kereta transparan di Cina (cnn.com)

KabarPenumpang.com melansir cnn.com (6/7/2021), skytrain ini transparan dan pelancong bisa melihat dari semua sisi kereta bahkan di bagian bawahnya pun terbuat dari kaca. Kereta ini Ini memiliki visibilitas 270 derajat karena bagian atasnya tidak transparan.

Pelancong yang melihat langsung kereta akan melihat bahwa kereta itu dicat menyerupai panda. Proyek Kereta Udara Dayi adalah jalur uji rel udara pariwisata energi baru pertama di dunia. Di mana kereta gantung ini menggunakan paket daya baterai lithium sebagai daya traksi.

Kereta udara Dayi memiliki jalur dengan panjang sekitar 11,5 kilometer (sekitar tujuh mil). Satu kereta berisi maksimal 120 orang, karena kereta ini transparan, kereta dilengkapi pendingin udara untuk menyeimbangkan panas yang dipantulkan kaca kereta. Detailnya, gerbongnya terbuat dari bahan serat karbon ringan.

Kereta dapat menempuh kecepatan yang sama dengan kereta bawah tanah, sekitar 80 kilometer per jam. Jalur kereta transparan ini memiliki empat pemberhentian yakni Stasiun Dayi, Guanghua Avenue, Stasiun Sujiazhen dan Stasiun Anren.

Di Dayi, wisatawan dapat terhubung ke Jalur Chengdu Express Rail Line dan Jalur Planning Line 12 dari kereta bawah tanah kota Chengdu. Salah satu lokasi yang bisa pelancong kunjungi untuk melihat panda di China adalah di Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding. Ini adalah pusat penangkaran dan taman hiburan panda terbesar di dunia.

Baca juga: Bakal Hubungkan Rusia dan Cina, Inilah Kereta Gantung Lintas Negara Pertama di Dunia

Di sini Anda bisa melihat aneka tingkah laku panda yang menggemaskan, berguling-guling, makan bambu, memanjat dan lainya. Sebagai konservasi, di sini panda-panda juga dirawat, dilindungi dan diteliti juga untuk pengembangbiakan.

Usai Masa Jaya, Stasiun Parakan Pernah Menjadi Gudang Tembakau

Banyak stasiun tua di Indonesia yang kini tak beroperasi lagi dan beberapa di antaranya sudah beralih fungsi menjadi berbagai macam tempat. Seperti Stasiun Parakan yang beralih fungsi sebagai gudang tembakau dan kini menjadi Pos Pelayanan Properti PT KAI. Stasiun ini termasuk dalam Wilayah Aset VI Yogyakarta serta merupakan stasiun kereta api yang lokasinya paling barat di Kabupaten Temanggung.

Baca juga: Jejak Sejarah Stasiun Muntilan, Kini Berubah Jadi Terminal Bus Prajitno

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Stasiun Parakan dibangun pada masa kolonial Belanda. Stasiun ini memiliki nilai historis dan strategis pada masanya dan beroperasi sejak 1 Juli 1907 oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Pada masa kejayaannya stasiun memiliki depo kereta api, depo lokomotif dan gudang sehingga terbilang memiliki fasilitas yang lengkap.

Pada tahun 1945-1950, Stasiun Parakan memiliki peran sentral dalam terbentuknya Satuan Pelajat Temanggung yang terkenal dengan Barisan Pemuda Temanggung atau BPT. Yang mana stasiun diperuntukkan sebagai tempat pasokan alutsista bagi BPT dan untuk mengangkut komoditi ekspor untuk pertumbuhan ekonomi di Parakan.

Pada masa penjajahan Jepang, lebih banyak diperuntukan untuk mengangkut penumpang selain komiditi hasil bumi. Stasiun Parakan ternyata pernah dibumihanguskan oleh para pejuang sebagai taktik agar Belanda tidak menguasai objek vital.

Sehingga Stasiun Parakan sempat dipugar pada bagian atapnya tahun 1950. Stasiun ini dulunya terletak kurang lebih 30 km dari Stasiun Wonosobo, tetapi NIS dan Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS), operator Stasiun Wonosobo, tidak berminat untuk menyambungkan kedua stasiun itu, karena kondisi medan pegunungan yang sangat sulit.

Oleh karena itu, untuk menyambung Parakan dengan Wonosobo disediakan angkutan bus. Stasiun Parakan sendiri masih ramai penumpang hingga tahun 1970-an dan tak berselang lama tahun 1973, stasiun dan jalur ini secara resmi ditutup seiring ditutupnya jalur dari Secang, karena penumpang yang turun drastis.

Meski menjadi menjadi Pos Pelayanan Properti PT KAI, bekas depo lokomotif dan gudang kini sudah dibongkar. Stasiun Parakan bangunannya memiliki arsitektur yang sama dengan Stasiun Temanggung dengan gaya Chalet-NIS, yang banyak digunakan untuk stasiun-stasiun NIS pada tahun 1907.

Baca juga: “Baso,” Bukan Cuma Makanan, Tapi Juga Nama Bekas Stasiun di Sumatera Barat

Atapnya bergaya jerkinhead yang menjadi ciri khas bangunan rumah ala Eropa, tetapi menyesuaikan dengan iklim tropis. Dindingnya terbuat dari batu bata tanpa plesteran sehingga menambah kesan artistik bangunan. Tidak jauh dari stasiun, ke arah timur, terdapat Plengkung Campur Sari yang sangat terkenal, terletak di Desa Campursari di Kecamatan Bulu.

Sejukkan Stasiun, London North Eastern Railway Kembangkan CityTree

Pohon menjadi salah satu sumber terbesar kehidupan di dunia. Selain mengurangi panas, pohon juga menghasilkan oksigen yang dihirup oleh semua mahkluk hidup. Pohon juga bisa ditemui di mana pun dan kini, banyak pengembangbiakan pohon untuk membuat bumi menjadi lebih baik lagi karena banyak yang ditebang dan kebakaran hutan.

Baca juga: Eksentrik, Stasiun Nagatoshi Punya “Torii” di Atas Rel

Nah, belum lama ini, di London, Inggris mengembangkan CityTree yang menggabungkan kemampuan alami lumut hidup untuk mengikat debu halus dan meningkatkan kualitas udara, dengan teknologi baru, untuk membersihkan, mendinginkan, dan melembabkan udara di Stasiun Pusat Newcastle. Pohon itu dapat meningkatkan kualitas udara 3.500 meter kubik setiap jam, setara dengan volume pernapasan 7.000 orang.

Tidak seperti filter udara konvensional, spesies lumut di dalam struktur setinggi tiga meter itu dapat mengubah debu menjadi biomassa alami dan mencernanya, menghasilkan oksigen, sehingga tidak pernah penuh. CityTree dikembangkan oleh London North Eastern Railway (LNER) dalam program inovasi mereka, LNER FutureLabs.

“Kami senang bahwa Stasiun Pusat Newcastle adalah yang pertama di dunia di mana pelanggan dapat menikmati udara segar dari CityTree, karena ini menunjukkan bagaimana teknologi baru dapat dipercepat. memberikan dampak positif bagi lingkungan di dalam dan sekitar stasiun kereta api,” kata Danny Gonzalez, chief digital and innovation officer di LNER yang dikutip KabarPenumpang.com dari airqualitynews.com (27/7/2021).

Dengan memanfaatkan manfaat alami dari lumut hidup dan menggabungkannya dengan perkembangan teknologi terbaru, kami berharap dapat melihat dampak CityTree terhadap lingkungan stasiun. Ini adalah contoh bagus dari pendekatan inovatif yang kami ambil di LNER, untuk membantu kami mencapai tujuan keberlanjutan yang ambisius.’

LNER bermitra dengan perusahaan Jerman Green City Solutions, yang mengkhususkan diri dalam menggabungkan alam dengan teknologi digital, untuk menguji CityTree dalam lingkungan stasiun. CityTree akan dipasang di Stasiun Pusat Newcastle selama 12 minggu untuk menguji dampaknya terhadap lingkungan stasiun.

Baca juga: Beruang Serang Pekerja Konstruksi Kereta Peluru Shinkansen Gegara Kehabisan Biji Pohon Ek

“Misi kami adalah menemukan solusi untuk ruang dalam kota sehingga sebanyak mungkin orang dapat menghirup udara bersih. Sangat menyenangkan mendapatkan kesempatan untuk berbagi CityTree dengan orang-orang di Newcastle dan menciptakan zona yang menyenangkan bagi mereka untuk menikmati udara yang lebih segar dan lebih sejuk,” ujar Peter Sänger, salah satu pendiri dan CEO Green City Solutions.






















ANA Luncurkan Staycation Dua Malam di Jepang dan Flight to Nowhere dengan Airbus A380

Di saat maskapai lain pusing tujuh keliling memanfaatkan armada pesawat komersial terbesar di dunia, Airbus A380, All Nippon Airways (ANA) justru berencana melakukan empat penerbangan staycation dua malam di Jepang bersama pesawat superjumbo tersebut.

Baca juga: ANA Sulap Pesawat Boeing 777 yang Di-grounded Jadi Restoran, Sekali Makan Rp7,8 Juta!

Malaysia Airlines belum lama ini resmi menjual enam pesawat Airbus A380 dengan harga tertinggi US$46,89 juta atau sekitar Rp680 miliar (kurs 15.000) atau jumlah total seharga US$273,34 juta atau Rp4 triliun untuk enam pesawat.

Maskapai lain juga, sekelas Emirates sekalipun, yang notabene menjadi maskapai terbesar yang mengoperasikan A380, juga tak banyak ide untuk bisa mengembalikan sang raja ke langit. Tetapi, tidak demikian dengan ANA.

Di masa pandemi, maskapai asal Jepang itu memang kerap melakukan beberapa inovasi layanan untuk memaksimalkan armada pesawat.

April lalu, ANA diketahui menyulap salah satu Boeing 777-300ER-nya menjadi restoran. Harga menyantap sajian makanan di sini tak tanggung-tanggung, mencapai US$540 atau sekitar Rp7,8 juta (kurs 14.525) untuk paket makanan di first class untuk sekali makan.

Setelah Triple Seven, kini giliaran A380. Dua program inovasi layanan sudah disiapkan maskapai bersama pesawat itu.

Dilansir Simple Flying, inovasi pertama yaitu layanan berangkat dan pulang menggunakan pesawat superjumbo itu. Sejauh ini, hanya ada rute yang dijadwalkan dengan masing-masing dua penerbangan pulang pergi dari hub maskapai di Tokyo Narita menuju Sapporo (Bandara New Chitose) di utara dan Okinawa (Bandara Naha) di selatan Jepang. Untuk Jadwal lebih lengkapnya sebagai berikut.

18 September – Bandara Narita (NRT) 11:00 – Bandara New Chitose (CTS) 12:45
20 September – Bandara New Chitose (CTS) 15:00 – Bandara Narita (NRT) 16:45
24 September – Bandara Narita (NRT) 11:00 – Bandara Naha (OKA) 14:00
26 September – Bandara Naha (OKA) 15:00 – Bandara Narita (NRT) 17:50

Harga dari paket perjalanan staycation menginap dua hari di dua kota tersebut sangat bervariasi, tergantung pada rute, kelas perjalanan, dan kamar hotel yang diinginkan penumpang. Harga terendahnya dimulai dari US$697.52, dengan spesifikasi kursi kelas ekonomi sharing room di penginapan dengan tiga orang lainnya di Okinawa.

Adapun harga tiket tertinggi untuk program staycation ANA mencapai US$3.160,62 dengan detail duduk di kursi first class dan satu kamar per orang di Sapporo. Rute ke Sapporo jelas lebih mahal ketimbang Okinawa yang cenderung tak memiliki destinasi wisata dan iklim seramah Sapporo.

Baca juga: Gegara A380 Tak Terbang, Singapore Airlines Jual Barang Kelas Satu untuk Pelanggan

Inovasi kedua ANA dalam memanfaatkan armada A380-nya yaitu flight to nowhere di sekitaran Jepang pada 19 September mendatang. Flight to nowhere ANA menggunakan A380 akan berangkat dari Bandara Chitose di Capporo dan berlangsung selama dua jam dari pukul 13.00 sampai pukul 15:00.

Baik pada program pertama dan kedua A380 ANA, seluruhnya menggunakan ground stairs untuk menaiki pesawat. Hal itu memungkinkan setiap penumpang untuk mengabadikan momen berpose dengan latar belakang A380 yang legendaris.

Setelah 68 Tahun Beroperasi, Pesawat Convair 580 Air Chathams Akhirnya Pensiun

Pesawat propeller Convair 580 Air Chathams dipastikan pensiun akhir tahun ini usai beroperasi selama 68 tahun. Bersama maskapai asal Selandia Baru itu, pesawat biasanya terbang menghubungkan Kepulauan Chatham dengan daratan Selandia Baru, seperti Christchurch, Wellington, dan Auckland.

Baca juga: Nyaris Berusia 40 Tahun, Boeing 767 Tertua di Dunia Masih Gagah Beroperasi

Setelah Convair 580 pensiun, pesawat ATR-72 500 didapuk sebagai pengganti. Selain itu, ada pula deretan pesawat lainnya sebagai suksesor, seperti Saab 340, Fairfield Metroliners, Cessna 206, dan Douglas DC-3 yang biasanya standby di hub maskapai di Bandara Kepulauan Chatham (CHT).

Maskapai Air Chathams diketahui memiliki tiga armada dengan tiga konfigurasi berbeda. Ketiganya dipastikan bakal pensiun akhir tahun ini, keputusan yang sudah pasti akan membuat avgeeks khususnya pecinta pesawat itu risau.

Di masa-masa normal atau sebelum pandemi virus Corona terjadi di seluruh dunia, orang dari mana-mana di seluruh dunia sengaja datang ke Selandia Baru hanya untuk menjajal sensai pesawat tua buatan tahun 1953 yang awalnya dibangun untuk Philippine Airlines ini.

Pada tanggal 23 Juli lalu, pesawat penumpang Convair 580 Air Chathams dengan nomor registrasi ZK-CIB menjalani penerbangan terakhir. Tak disebutkan dengan jelas berapa banyak penumpang yang diangkut.

Tetapi, besar kemungkinan pesawat penuh sesak oleh pecintanya. Pesawat ini bahkan mendapat water canon salute sebagai sebuah penghormatan atas penerbangan terakhirnya dari Wellington (WLG).

“Ini adalah pesawat yang sangat, sangat sulit untuk diganti, sejujurnya,” kata CEO Air Chathams, Craig Emeny seperti dikutip dari The New Zealand Herald.

“Saya senang melihat (Convair ) 580 menuju ke timur dari Christchurch dan berharap saya ada di dalamnya. Betapa hebatnya pesawat itu. Itu akan dirindukan,” kata salah satu penumpang di momen penerbangan terakhir.

Di balik keputusan maskapai mempensiunkan pesawat tua Convair 580 berusia 68 tahun, Craig memastikan bahwa pesawat yang dirawat dengan maksimal akan tetap aman digunakan sekalipun sudah jauh melebihi masa pakai. Dengan kata lain, perawatan pesawat secara maksimal bisa memperpanjang usia atau masa pakai pesawat.

Di Selandia Baru, pesawat terawat sudah menjadi sebuah keniscayaan. Sebetulnya, di negara manapun, industri penerbangan pasti menerapkan keselamatan tinggi sehingga pesawat-pesawatnya sudah pasti terawat. Tetapi di Selandia Baru itu lebih sistematis berkat program New Southern Sky.

New Southern Sky sendiri adalah program 10 tahun untuk mengimplementasikan National Airspace and Air Navigation Plan dan memodernisasi sistem penerbangan Selandia Baru.

New Southern Sky melibatkan setidaknya tiga kelompok; CAA atau Regulator Penerbangan Sipil Selandia Baru, Kementerian Transportasi, dan seluruh maskapai di Selandia Baru.

Baca juga: McDonnell Douglas Dakota DC-3 – Si Tua-Tua Keladi Setelah 81 Mengudara

Selain pesawat penumpang, pesawat kargo Convair 580 Air Chathams juga dilaporkan tak lama lagi bakal memasuki masa pensiun. Meski begitu, agaknya itu tidak sampai tahun ini.

Usai pensiun, sebetulnya maskapai Air Chathams ingin membuatkan museum untuk pesawat Convair 580. Tetapi, pesawat akhirnya malah dijual maskapai dan sudah mendapatkan pemilik baru. Itu mungkin akan dimodifikasi menjadi restoran, coffee shop, rumah, dan lain sebagainya.

Hari Ini, 86 Tahun Lalu, Pesawat Legendaris AS di PD II Boeing B-17 Flying Fortress Terbang Perdana

Pada hari ini, 86 tahun lalu, bertepatan dengan 28 Juli 1935, pesawat pengebom pengintai sayap rendah Amerika Serikat (AS) Boeing Model 299 berhasil terbang perdana. Ketika itu, Chief Test Pilot Leslie Ralph Tower dan asistennya, Louis Waite, memimpin langsung penerbangan prototipe pesawat NX13372 di langit Boeing Field, Seattle, AS.

Baca juga: Hari Ini, 72 Tahun Lalu, De Havilland Comet, Pesawat Jet Komersial Pertama di Dunia Terbang Perdana

Dilansir This Day Aviation, Boeing Model 299 bukanlah pesawat biasa, melainkan pesawat legendaris pada Perang Dunia II yang dikenal sebagai Boeing B-17 Flying Fortress.

Pesawat ini merupakan pesawat bomber pengintai sayap rendah dengan empat mesin Pratt & Whitney Hornet S1E-G dengan tiga bilah dan dioperasikan oleh delapan kru. Pesawat ini disebut mampu mengangkut bom seberat 907 kilogram serta menempuh jarak sejauh 3.219 km di kecepatan 322 km per jam.

Desain prototipe Boeing Model 299 ini dibuat pada Juni 1934 dan konstruksinya dimulai dua bulan kemudian.

Pesawat ini memiliki panjang 21 meter dengan lebar sayap 31 meter, dan tinggi 4,554 meter. Berat kosongnya adalah 9.823 kilogram. Adapun berat kotor maksimum 17.261 kilogram mencapai.

Dalam uji terbang perdana tersebut, pesawat yang oleh Korps Udara Angkatan Darat sebagai XB-17 ini diketahui berhasil mencatat kecepatan jelajah mencapai 328 kilometer per jam serta kecepatan maksimum 380 kilometer per jam di ketinggian 3.048 meter.

Pesawat juga diketahui berhasil mencapai ketinggian maksimum 7.504 meter, membawa bom seberat 1.167 kilogram, jauh di atas estimasi berat bom maksimum yang mampu diangkut, serta jangkauan maksimum sejauh 3.283 km.

Selain bom, Boeing Model 299 juga memiliki sistem persenjataan sendiri lima senapan mesin kaliber 30. Delapan kru yang mengoperasikan ini bisa mengisi pos senapan mesin ini ketika terjadi kontak senjata.

Sayangnya, setelah kesuksesan penerbangan perdana, pesawat Boeing Model 299 dengan nomor registrasi NX13372 jatuh saat mencoba lepas landas di di Wright Field, Dayton, Ohio, pada 30 Oktober 1935.

Ketika itu, penyebab kecelakaan karena pilot Army Air Corps lupa melepas control locks pesawat. Usai kecelakaan tersebut, SOP check list atau sejenis manual book akhirnya diluncurkan sebagai direction pilot sebelum menerbangkan pesawat.

Baca juga: Mengenal Pesawat Luar Angkasa Terbesar dalam Sejarah Buatan Boeing, Begini Keunggulannya

Setelah melalui berbagai uji terbang dan beberapa peningkatan serta sebelum memasuki produksi massal, pesawat Boeing Model 299 atau XB-17 pun akhirnya dikenal sebagai B-17 Flying Fortress, yang pada akhirnya menjadi pesawat legendaris di Perang Dunia II.

Usai sukses membawa AS dan sekutu meraih kemenangan besar di Perang Dunia II, B-17 Flying Fortress akhirnya dipensiunkan pada 1968, dengan catatan lebih dari 12.000 unit yang telah diproduksi.

Serba-Serbi Olimpiade Tokyo: Dani Alves Jadi Pramugara di Pesawat Rombongan Timnas Brasil

Olimpiade Tokyo 2020 terus mengukir berbagai kisah unik, membanggakan, dan mungkin juga kocak. Bahkan sebelum resmi dimulai. Salah satunya datang dari rombongan Tim Nasional Sepak Bola Brasil saat berangkat menuju Tokyo dari Serbia usai menjalani laga persahabatan.

Baca juga: Sederet Bintang K-Pop Ini ‘Banting Setir’ jadi Pramugari dan Pramugara

Ketika itu, bek berusia 38 tahun, Dani Alves, menjajal posisi sebagai pramugari pesawat. Sebagaimana pramugara/pramugari pada umumnya, mantan pemain Barcelona, Juventus, dan PSG itu melakukan berbagai tugas dan fungsi pramugara, salah satunya safety demonstration atau safety induction lewat interkom sebelum pesawat berangkat.

Dari video yang dilansir Marca, Dani Alves, yang menjadi salah satu dari tiga pemain usia senior di skuat Timnas sepak bola putra Brasil bersama Santos (kiper) dan Diego Carlos (bek), tampak duduk di kursi pramugari dan membacakan satu persatu safety induction atau prosedur keselamatan penerbangan bagi penumpang.

Tak hanya itu, pemain Timnas Brasil lainnya juga turut melengkapi aksi kocak Dani Alves dengan menjadi safety demonstrator tepat di bagian depan lorong pesawat sambil disaksikan para penumpang lainnya yang juga skuat dari Timnas Brasil.

Hal-hal lucu dan kocak seperti ini tentu tidak datang dari para pesepakbola profesional asing saja, melainkan juga datang dari para pesepakbola profesional Indonesia. Salah satunya Zulham Zamrun.

Pada Desember 2016 silam, Zulham pernah melakukan aksi kocak spontan saat pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut skuat Tim Merah-Putih mendarat di landasan Soekarno Hatta, Banten. Ia meminta izin kepada pilot untuk masuk kabin.

Meminjam topi pilot pesawat, Zulham berfoto seraya berakting sebagai seorang pilot. Ia didampingi Bandung Saputra, Media Officer Timnas Indonesia yang bertindak sebagai kopilot. “Sekali-kali jadi pilot, penasan Bos,” ungkapnya.

Selain Zulham, pesepak bola Indonesia lainnya, Hamka Hamzah, juga pernah menjajal menjadi pilot. Tak seperti Zulham, Hamka Hamzah mengenakan seragam pilot lengkap, tetapi bukan untuk menjajal pesawat sungguhan melainkan flight simulator di kawasan BSD, Tangerang.

Sebelum mencoba sensasinya mengemudi kapal terbang, Hamka Hamzah berpenampilan seperti layaknya pilot. Dia mengenakan seragam dilengkapi dasi khas pilot. Dirinya ditemani pilot dari Garuda Indonesia, Citilink, dan NAM Air.

Satu di antaranya pilot itu menjelaskan tentang pesawat yang dikemudikan Hamka Hamzah, yaitu tipe A320. Mantan pemain PSM Makassar itu dengan seksama memperhatikan penjelasan dari para pilot, mengenai fungsi tombol-tombol dalam mengoperasikan pesawat terbang.

Baca juga: Mesin Alami Kendala Sebelum Lawan Uruguay, Pesawat Timnas Arab Saudi Diterjang Bird Strike

Tak seperti Hamka Hamzah, yang sudah berdandan layaknya pilot namun tidak menjadikannya sebagai profesi, mantan striker Glasgow Celtic, Harald Brattbak, bahkan benar-benar banting setir dari pesepak bola profesional menjadi pilot.

Profesi pilot ia pilih karena kecintaannya terhadap dunia aviasi sudah digemari sejak masih aktif sebagai pesepakbola. Namun, sebenarnya Brattbak tidak ingin menjadi pilot melainkan ingin menjadi pengacara. Tetapi, garis tangan menuntunnya untuk menjadi pilot profesional.

Rizer Hadirkan Sepeda Statis ‘Dinamis,’ Serasa Naik Turun Bukit

Ketika bersepeda, seorang pengendara hanya akan duduk datar dan mengayuh sepeda mereka kedepan. Namun, Rizer menghadirkan sepeda statis yang bisa membuat pengendara mengayuh ke atas atau ke bawah sesuai dengan bukit dan lembah pada program sambil tetap di dalam rumah.

Baca juga: Cek Tekanan Angin Ban Sepeda Kini Bisa Lewat Ponsel NFC

Ini adalah simulator gradien Rizer yang diproduksi oleh perusahaan Italia Elite dan dirancang untuk digunakan dengan alat latih stasioner terpisah yang dibuat oleh pihak ketiga. Di mana bagian belakang sepeda dipasangkan dengan pelatih tersebut, garpu akan menempel pada Rizer.

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (26/7/2021), saat pengguna melaju di jalur animasi di salah satu program yang kompatibel, Rizer menggunakan Bluetooth atau ANT+ untuk berkomunikasi secara nirkabel dengan tablet atau laptop yang menjalankan program. Sehingga saat tanjakan atau turunan dilalui di lingkungan layar, Rizer merespons dengan mengangkat bagian depan sepeda hingga 20 derajat, atau menurunkannya sebanyak -10 derajat.

Rizer memanfaatkan kontrol tombol tekan atau aplikasi iOS/Android yang menyertainya, pengguna juga dapat mengatur perangkat secara manual ke sudut pilihan mereka. Pengaturan Kickr Climb yang ada dari Wahoo Fitness sudah menawarkan fungsi serupa, meskipun garpu dan setang tetap terkunci dalam orientasi lurus ke depan.

Sebaliknya, Rizer memungkinkan garpu dan palang untuk diputar bolak-balik dari sisi ke sisi. Menurut Elite, ini tidak hanya membuat pengalaman bersepeda stasioner yang lebih realistis, tetapi juga meningkatkan rasa dan kenyamanan stang, ditambah lebih baik melatih kelompok otot yang akan ikut bermain saat berkendara di jalan yang sebenarnya.

Nilai tambahnya tentu saja, ini memungkinkan pengguna secara virtual mengarahkan avatar bersepeda mereka di dalam program, yang tidak mungkin dilakukan dengan semua platform. Perangkat itu sendiri memiliki menara aluminium dan platform baja/aluminium, diklaim sangat stabil berkat empat kakinya yang tingginya dapat disesuaikan, dan dilaporkan dapat menangani beban maksimum 264,5 lb (120 kg).

Baca juga: Inilah Velo 2 Beeline, Kompas Digital Khusus Sepeda, Goweser Wajib Coba!

Ini juga dikatakan kompatibel dengan hampir semua sepeda tegak, karena dilengkapi dengan adaptor melalui porosnya sendiri. Elite Rizer akan tersedia mulai musim gugur ini (Belahan Bumi Utara), dengan harga US$1.099,99.






















Hilang Bak Ditelan Lautan, Insiden SS Waratah Masih Misteri Hingga 112 Tahun

Sebanyak 211 orang yang terdiri dari penumpang dan awak kapal hilang tanpa jejak 112 tahun lalu tepatnya 27 Juli 1909. Insiden ini terjadi pada SS Waratah yang merupakan kapal uap penumpang dan kargo yang dibangun tahun 1908 untuk Blue Anchor Line yang beroperasi antara Eropa dan Australia.

Baca juga: Kapten Kapal Selamat, Naskah Langka William Shakespeare Hilang di SS Arctic yang Tenggelam

Hingga saat ini, hilangnya SS Waratah menjadi misteri karena sangat minim jejak. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, SS Waratah yang hilang bak ditelan bumi tersebut menghadirkan banyak teori yang berkembang. Salah satunya menjelaskan kapal dihantam gelombang besar sehingga tenggelam.

Sayangnya teori ini sulit dibuktikan, karena tidak ada jejak keberadaan kapal tersebut. Anehnya lagi, lebih dari seabad lalu hilang, tak ditemukan serpihan dan tak ada awak maupun penumpang yang selamat. Bahkan dari sejak hilangnya SS Waratah, upaya pencarian berulang kali dilakukan namun hasilnya nihil atau tidak ditemukan apapun.

Menjadi misteri pelayaran yang hingga kini belum terpecahkan, ternyata, pada Juli 1971 ditemukan sebuah arsip komunikasi yang menyatakan ada dua penumpang SS Waratah yang turun di Durban. Salah satunya meninggalkan kapal karena mencari pekerjaan dan yang lainnya mengaku mendapat mimpi kapal akan tenggelam sehingga tidak ikut dalam pelayaran lanjutan.

SS Waratah sebelum hilang, melakukan pelayaran pulang dari Australia menuju ke London, Inggris dan terakhir kali terlihat bersandar di Durban, Afrika Selatan pada 26 Juli 1909 sebelum melanjutkan perjalanan ke arah barat. Kapal ini memiliki berat 10 ribu ton dengan panjang 150 meter. SS Waratah sendiri diperkirakan hilang saat melintas di kawasan perairan antara Durban dan Cape Town yang dikenal sebagai perairan yang berbahaya.

Ini karena perairan berupa pantai berbatu yang penuh badai dan bergejolak gelombang laut yang mencapai ketinggian hingga sekitar 20 meter saat cuaca buruk. Bahkan perairan yang berada di Afrika Selatan tersebut menyimpan risiko tak kalah mengerikan dari Segitiga Bermuda di Amerika.

SS Waratah diluncurkan pada 12 September 1908 oleh J. W. Taverner, istri dari Agen Jenderal Victoria. SS Waratah memiliki berat 9.333 ton dan menjadi kapal ke-20 milik Blue Anchor Line. Kapal itu dibangun oleh Barclay Curle, pembuat kapal, dari Elderslie Dockyard, Glasgow.

Kapal itu diluncurkan pada tahun 1908 setelah uji coba laut di Clyde dan dirancang untuk membawa emigran ke Australia dan kargo dalam perjalanan pulang ke Inggris. SS Waratah memiliki panjang 500 kaki, memiliki lebar 59 kaki dan kedalaman 38 kaki.

Baca juga: Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Nyata dan Bukan Hanya Karangan Buya Hamka

Dia memiliki sekoci yang cukup untuk 921 penumpang dan dapat membawa 15 ribu ton batu bara dan kargo dengan kecepatan 13 knot. SS Waratah juga memiliki kompartemen kedap air, seperti Titanic, dan dianggap tidak dapat tenggelam.






















London Banjir, Stasiun Kereta Bawah Tanah Tak Bisa Beroperasi

Perubahan iklim ekstrem saat ini terjadi hampir di seluruh dunia akibat pemanasan global. Belum lama Cina di terjang hujan lebat yang menewaskan sekitar 20-an orang. Saat ini, salah satu kota besar di dunia yakni London juga mengalami banjir setelah hujan lebat disertai petir menghampiri kota paling kaya di dunia itu.

Baca juga: Mengerikan! Kereta Bawah Tanah di Cina Kebanjiran, 12 Orang Tewas

Banjir di London, Inggris merendam jalan utama hingga kereta api bawah tanah pada Senin, (26/7/2021). Di mana bajir yang merendam stasiun kereta api memicu kekacauan dan penumpang bus diselamatkan dengan rakit.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, banjir ini membuat badan berwenang mengingatkan warga akan potensi curah hujan sepuluh sentimeter di sejumlah daerah. Wali Kota London Sadiq Khan mengatakan, tim darurat tengah menangani banjir parah di seluruh London.

Adanya hal ini, Khan kemudian menjelaskan bahwa berbagai layanan publik terganggu dan mengimbau warga agar menghindari berjalan atau berkendara di sekitar area banjir. Juru bicara Transportasi untuk London (TfL) mengatakan bahwa sejumlah rel kereta dan kereta bawah tanah juga berhenti beroperasi karena banjir ini.

“Dengan sejumlah rute bus dialihkan dan beberapa layanan rel kereta terkena dampak hingga stasiun ditutup, kami mengimbau pelanggan memeriksa informasi terbaru sebelum bepergian demi menjamin keselamatan,” ujar juru bicara tersebut.

Selain itu, hujan deras ini juga mengganggu operasional di sejumlah rumah sakit di London, seperti Newham University Hospital dan Whipps Cross University Hospital. Sementara itu, perahu-perahu penyelamat mulai terlihat di beberapa titik di London.

Brigade Pemadam Kebakaran London mengatakan pada hari Senin bahwa mereka menerima lebih dari 1.000 panggilan darurat terkait banjir. Kru menyelamatkan orang-orang dari mobil dan membantu mereka meninggalkan rumah mereka.

Pakar iklim dan infrastruktur telah memperingatkan selama bertahun-tahun bahwa London sama seperti banyak kota besar lainnya. Sebagian besar kota dibangun di dataran banjir dan sistem drainase Victoria tidak akan mampu menahan hujan yang begitu lebat.

Menurut Otoritas London Raya, 17 persen kawasan London menghadapi risiko banjir tinggi atau sedang. Ada lebih dari satu juta warga London tinggal di dataran banjir. Kota ini telah membangun sistem pertahanan banjir raksasa di sungai Thames untuk melindungi dirinya dari banjir pasang. Tapi tanggul itu tidak banyak membantu ketika banjir bandang datang yang disebabkan oleh hujan deras tiba-tiba, jenis umum ini karena kenaikan suhu.

Baca juga: Banjir Kereta Bawah Tanah Cina, Penumpang Terjebak di Antara Ketinggian Air dan Oksigen yang Menipis

Ahli meteorologi CNN, Gene Norman, mengatakan bahwa hujan lebat ini terjadi lantaran suhu panas pada Jumat pekan lalu menghantam daerah bertekanan rendah di utara Prancis pada Jumat pekan lalu. Gejala alam ini memicu hujan lebat di Inggris hingga curah hujan mencapai 60-92 milimeter dalam satu jam pada Minggu lalu.

“Gejala banjir ini menunjukkan badai tercipta dan bergerak terus-menerus di area yang sama, dengan curah hujan lebih cepat ketimbang waktu untuk keringnya,” kata Norman.