Hadapi Penumpang “Nakal,” Inilah Jurus Bela Diri Tangan Kosong ala Pramugari

Berbagai macam kelakuan penumpang sering kali harus dihadapi oleh awak kabin dalam sebuah penerbangan. Karena alasan tersebut, maka rasanya para awak kabin khususnya yang wanita (pramugari) harus memiliki keterampilan untuk bela diri.

Baca juga: Kerap Dijadikan Objek Pelecehan Seksual, Perlukah Pihak Maskapai Tambah ‘Kurikulum’ Bela Diri Terhadap Awak Kabin

KabarPenumpang.com melansir the-sun.com (20/7/2021), biasanya bela diri yang diajarkan ke pramugari adalah teknik menampar telinga, menusuk mata dan menendang selangkangan untuk membela diri dari para penumpang nakal. Insiden yang menggangu penerbangangan dalam beberapa tahun terakhir meningkat karena alasan salah satunya minuman beralkohol gratis sampai ketidaksepakatan tentang aturan dalam protokol Covid-19.

Di Amerika Serikat, teknik bela diri dengan jurus-jurus tersebut telah diajarkan dalam sesi pelatihan bagi anggota awak kabin untuk mempelajari gerakan pertahanan diri dari serangan yang agresif. Pelatihan ini dirancang untuk pertarungan jarak dekat, karena kabin yang kecil sehingga tidak banyak gerakan yang bisa dilakukan.

“Gerakan khusus ini dirancang karena Anda tidak ingin terlibat dalam pertarungan yang panjang dan berlarut-larut,” kata mantan pelatih Scott Armstrong.

Kelas gratis pelajaran teknik bela diri untuk awak kabin telah berlangsung sejak 2001, yaitu pasca serangan teror 11 September 2001, tetapi terpaksa dihentikan karena pandemi Covid-19, meskipun Otoritas Keamanan Transportasi (TSA) telah melanjutkannya kembali. Administrasi Penerbangan Federal (FAA) melaporkan telah terjadi 3.420 insiden “penumpang nakal” tahun ini, sebagian besar karena mengabaikan aturan penggunaan masker.

Denda untuk penumpang yang melanggar aturan sangat tinggi, dengan FAA mengeluarkan denda $682 ribu tahun ini. Bulan lalu, sebuah penerbangan Delta terpaksa melakukan pendaratan darurat setelah seorang penumpang mencoba masuk ke kokpit, dan didenda $52.500.

Seorang penumpang Jet2 dipenjara bulan ini, setelah dia dikunci di toilet pesawat saat menyerang awak kabin dan bahkan mencoba menggigit awak kabin wanita. Salah satu dari 165 penumpang dalam penerbangan itu mengatakan mereka “trauma” dengan insiden itu dan “masih mengalami mimpi buruk”.

Baca juga: Antisipasi Perkelahian di Kabin, Awak Kabin Seyogyanya Harus Bisa ‘Bela Diri’

Sarah Nelson, presiden Asosiasi Internasional untuk Pramugari (AFA), menyerukan kelas menjadi wajib untuk pelajaran teknik bela diri, ia mengklaim awak pesawat telah menjadi “kantong tinju literal” bagi penumpang, dengan beberapa bahkan meninggalkan pekerjaan mereka karena tekanan psikologis.






















Ponsel Mati dalam Perjalanan Menggunakan Kereta di Jepang? Jika Pakai iPhone Cek Tips ini

Melakukan pembayaran transportasi seperti kereta api hanya dengan menscan kode QR dari ponsel menjadi hal yang paling mudah saat ini. Salah satunya di mana penumpang tidak perlu mengantre untuk membeli tiket dan langsung masuk ke gerbang menuju peron kereta tujuan.

Baca juga: Bikin Sensasi, Idola Muda Jepang Pamer Kekuatan Tarik dan Lepas Kereta di Stasiun

Namun bagaimana jika setelah men-scan kemudian melakukan perjalanan dan baterai ponsel mati karena lupa di charger padahal ketika keluar harus kembali men-scannya? Di Jepang, bila ini terjadi, maka petugas akan menyuruh penumpang untuk membayar ongkos secara tunai agar bisa melewati gerbang.

Tetapi meski bebas dari batasan peron stasiun, masih ada masalah perjalanan yang tidak ditutup di aplikasi seluler. Sebab, jika penumpang menggunakan kode QR untuk pembayaran menggunakan ponsel lagi, akan menyebabkan kesalahan di gerbang tiket.

Tak hanya itu, bila menambahkan saldo ke ponsel pun tetap akan ada masalah. KabarPenumpang.com melansir soranews24.com (14/7/2021), untuk membantu masalah itu, petugas kereta api Jepang akan menyerahkan secarik kertas dengan tulisan “PASMO/Suica memproses kontak formulir” di bagian atas, dan menyuruh penumpang untuk menyerahkan kepada staf stasiun, bersama dengan iPhone-nya, agar catatan entri dihapus sekali setelah baterai ponselnya terisi.

Itu adalah proses yang sedikit rumit, dan seorang jurnalis soranews24.com, Ahiruneko yang menjadi korban ponsel mati di Jepang ketika melakukan perjalanan dan mendapat hal itu dari petugas merasa sayang sekali dia tidak bisa langsung memperbaiki catatan perjalanannya di ponselnya. Namun, begitu dia kembali ke kantor dan menyelidiki lebih lanjut masalah ini, dia menemukan ada cara yang lebih mudah untuk memperbaiki masalah, dan itu telah menatap wajahnya selama ini.

Menurut situs resmi Perusahaan JR East, Ahiruneko bisa saja keluar dari stasiun tanpa harus berkonsultasi dengan staf stasiun, karena ada bagian yang berbunyi, “Untuk perangkat dengan opsi daya baterai cadangan, jika Suica diatur sebagai kartu ekspres, Suica sendiri dapat digunakan untuk jangka waktu tertentu (bahkan jika dikatakan baterai perlu diisi).”

Hal ini berarti Ahiruneko bisa keluar dari stasiun hanya dengan memegang iPhone miliknya yang sudah diisi baterai di gerbang tiket. Rupanya, “mode Cadangan Daya” diperkenalkan dengan iOS 12, dan ini hanya menyimpan daya yang cukup di ponsel Anda untuk mendukung transaksi Kartu Ekspres selama sekitar lima jam dengan baterai yang tampaknya mati.

Sayangnya, layanan ini tampaknya terbatas pada beberapa iPhone, tetapi untuk melihat apakah itu berfungsi pada iPhone, cukup tekan tombol samping pada iPhone saat baterai habis, dan jika melihat pesan muncul di layar yang mengatakan Anda masih bisa menggunakan Kartu Ekspres, Anda akan dapat menggunakan kartu di Apple Wallet, seperti kartu transit yang sangat penting itu.

Baca juga: Awas Culture Shock, Berikut 7 Panduan Naik Kereta di Jepang

Untuk diketahui, selama Anda tidak mematikan ponsel secara manual, mode daya cadangan ini dapat diakses, catatan ini bisa untuk referensi di masa mendatang. Dia terkejut mengetahui teleponnya memiliki kekuatan seperti itu, dan setelah bertanya di sekitar kantor untuk melihat apakah pemilik iPhone lain tahu tentang fitur ini, dia menemukan bahwa hanya dua dari sekitar selusin orang yang mengetahuinya.






















Kereta Trans-Siberia Berhenti Beroperasi, Presiden Rusia Vladimir Putin Turun Tangan

Jalur kereta api Trans-Siberia harus berhenti pengoperasiannya setelah jembatan runtuh di sebelah timur Danau Baikal. Runtuhnya jembatan tersebut terjadi pada Jumat (23/7/2021) di dekat Nizhnyanya Kuenga di Trans-Baikal di sebelah timur Danau Baikal.

Baca juga: Trans-Siberia, Kereta Yang Mengubah Takdir Cinta

Karena insiden ini maka banyak kereta api yang ditutup perjalanannya di sepanjang jalur rel 5.772 mil atau sekitar 9.289 km yang membentang tujuh zona waktu di seluruh Rusia. Dilansir KabarPenumpang.com dari illinoisnewstoday.com (26/7/2021), jalur kereta api terpanjang di dunia ini membentang dari Moskow ke Pelabuhan Pasifik Vladivostok.

Untungnya ketika jembatan runtuh, tidak ada penumpang yang terluka. Insiden runtuhnya jembatan kereta api tersebut diketahui karena hujan lebat yang melanda daerah tersebut. Hal ini kemudian membuat Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak para pejabat untuk memulihkan layanan kereta api secepat mungkin setelah tersebut.

Setelah desakan itu, Putin melaporkan bahwa pihak berwenang telah berjanji untuk mengaktifkan kembali kereta api di beberapa jalur dalam waktu dua setengah hari. Sementara jalur kedua akan kembali beroperasi dalam lima hari.

Bahkan Presiden Rusia itu juga menginstruksikan para pejabat untuk langkah-langkah mendesak untuk memastikan pasokan makanan dan barang-barang penting lainnya tidak terputus ke daerah-daerah yang terkena gangguan. Putin juga memberi tahu pihak berwenang untuk tidak mencolok ketika memastikan pasokan kebutuhan pokok.

Untuk diketahui, kereta api Trans-Siberia melintasi tujuh zona waktu dan membutuhkan delapan hari untuk menyelesaikan perjalanannya. Jalur ini adalah jalur tunggal terpanjang ketiga dunia setelah Moskwa-Pyongyang dan Kiev-Vladivostok yang keduanya juga menggunakan rute Trans-Siberia.

Baca juga: Kim Jong Un Mulai Membuka Diri, Jalur Kereta Trans Siberia Diharapkan Bisa Berakhir di Seoul

Rute utama jalur kereta api Trans-Siberia berawal dari Moskow melewati Yoroslavl, Chelyabinsk, Omsk, Novosibirsk, Irkutsk, Ulan-Ude, Chita dan Khabarovsk ke Vladivostok via Siberia Selatan.






















FAA Ubah Definisi Astronot, Blue Origin Jeff Bezos ‘Keok’ dari Virgin Galactic Richard Branson

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) tiba-tiba mengubah definisi astronot tepat di hari Blue Origin melakukan penerbangan berpenumpang pertama dalam proyek wisata ke luar angkasa. Orang terkaya di dunia, Jeff Bezos, turut ikut dalam penerbangan tersebut bersama empat orang lainnya.

Baca juga: Catat, 11 Juli Virgin Galactic Bawa Penumpang Pertama ke Luar Angkasa! Disiarkan Live

Melalui perubahan atau pembaruan FAA Commercial Space Astronaut Wings Program, praktis Jeff Bezos dan seluruh tim Blue Origin satupun tak ada yang bisa disebut sebagai astronot.

Berbeda dengan Virgin Galactic konglomerat dunia, Richard Branson, beberapa orang dalam tim dari perusahaan penyedia wisata ke ruang angkasa tersebut berhasil masuk dalam kategori astronot atau lebih tepatnya sayap astronot (astronaut wings badge).

Dengan begitu, bisa dibilang, dalam hal prestisius menyandang lencana atau gelar sayap astronot FAA, Blue Origin berada selangkah di belakang Virgin Galactic.

Dilansir gizmodo.com, dalam definisi terbaru FAA tentang Commercial Space Astronaut Wings Program, lembaga tersebut mengkategorikan sayap astronot sebagai seseorang yang terbang di atas 50 mil di atas permukaan laut.

Jeff Bezos berpose di depan wahana antariksa Blue Origin. Foto: The Verge

Blue Origin Jeff Bezos masuk dalam syarat tersebut. Diketahui, perusahaan yang didirikan Jeff Bezos pada tahun 2000 itu berhasil terbang maksimum di ketinggian 62 mil di atas permukaan laut.

Tetapi, dalam syarat lain terkait keselamatan publik atau berkontribusi pada keselamatan penerbangan antariksa manusia, Blue Origin tak memenuhi syarat tersebut sehingga satupun dari mereka tak berhak menerima lencana program sayap astronot FAA.

Sebagaimana yang kita tahu, pesawat ruang angkasa New Shepard Blue Origin berhasil melakukan penerbangan penumpang pertama ke ruang angkasa secara otonom alias tanpa adanya pilot dan kopilot.

Ini tentu berbeda dengan penerbangan penumpang pertama Virgin Galactic ke luar angkasa. Pesawat ruang angkasa VSS Unity 22 diterbangkan oleh pilot Dave Mackay dan Michael Masucci. Pada 11 Juli lalu, pesawat tersebut berhasil terbang maksimum di ketinggian 282773 kaki atau 53 mil lebih, sedikit di atas syarat FAA yaitu minimum 50 mil di atas permukaan laut.

Selain itu, dalam penerbangan tersebut, Dave Mackay dan Michael Masucci juga sangat kontributif terhadap keselamatan publik serta penerbangan antariksa. Mereka juga termasuk dalam syarat memimpin, mengemudikan, atau bekerja pada pesawat ruang angkasa.

Itu mengapa, pilot yang memimpin penerbangan SpaceShipOne 2004 dan SpaceShipTwo pada 2018 ke luar angkasa, termasuk wanita non pilot pertama yang juga kepala instruktur astronot Virgin Galactic, Beth Moses, berhasil meraih lencana atau penghargaan sayap astronot AS.

Baca juga: Profil Jeff Bezos, ‘Keturunan’ Imigran Kuba yang Sukses di AS Bersama Amazon.com

Kendati demikian, Richard Branson tetap tidak bisa mengklaim diri sebagai astronot meski penerbangan tim VSS Unity 22 Virgin Galactic berhasil memenuhi seluruh persyaratan Program Sayap Astronot FAA. Singkatnya, Richard Branson dan Jeff Bezos bukanlah astronot.

Kemudian, seluruh tim dalam penerbangan penumpang pertama Blue Origin ke ruang angkasa tidak bisa masuk dalam nominasi Sayap Astronot yang dipilih FAA. Itu berbeda dengan tim dari VSS Unity 22 ketika melakukan penerbangan penumpang pertama Virgin Galactic ke ruang angkasa.

Jalurnya Pernah di Bom, Ini Sejarah Panjang Stasiun Padalarang

Banyak stasiun di Indonesia yang dibangun masa penjajahan Kolonial Belanda dan salah satunya adalah Stasiun Padalarang. Stasiun yang terletak di Bandung Barat ini tepatnya berada di Jalan Cihaliwung, Kertajaya, Padalarang. Memiliki ketinggian +695 mdpl, Stasiun Padalarang termasuk stasiun kelas I dan masuk dalam Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung.

Baca juga: Bolak Balik di Tutup, Stasiun Purworejo Kini Jadi Cagar Budaya

Stasiun ini memiliki lima jalur kerera api dengan jalur 2 dan 3 sebagai sepur lurus serta jalur 5 yang memiliki fasilitas bongkar muat batu balast/kricak. Stasiun Padalarang sendiri saat ini juga menjadi Bangunan Cagar Budaya yang sudah berumur sekitar 136 tahun.

Pembangunan Stasiun Padalarang (Wikipedia)

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, meski sudah dibangun lebih dari satu abad, Stasiun Padalarang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Bangunan stasiun ini memiliki gaya hindies dan menggunakan kayu jati sebagai bahan utamanya.

Stasiun Padalarang dibangun bersamaan dengan jalur kereta api tahap ketiga yang menghubungkan Cianjur dan Bandung pada 1884 dan dibangun oleh perusahaan kereta api Staatspoorwagen. Ternyata stasiun ini memiliki beberapa kisah yang jarang terumbar diumum yakni adanya jalur menuju pabrik Kertas Padalarang.

Sebab dahulu stasiun ini diyakini digunakan sebagai tempat singgah kereta api pengangkut merang yang merupakan bahan pembuatan uang kertas Indonesia kala itu. Meski memiliki bangunan tua, sejak 6 April 1999, stasiun ini sudah menggunakan persinyalan elektrik produksi Alstom.

Di sebelah utara stasiun ini sedang dilaksanakan proyek pembangunan jalur kereta kecepatan tinggi rute Jakarta–Bandung yang diprakarsai oleh PT Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC). Beserta proyek tersebut stasiun Padalarang akan dibangun kembali untuk melayani transfer penumpang antara kereta cepat dengan layanan kereta api konvensional.

Stasiun ini mulai beroperasi penuh pada tanggal 17 Mei 1884, bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api segmen Cianjur–Padalarang–Bandung. Pada awalnya, Stasiun Padarang menjadi titik persinggahan kereta api rute Jakarta–Bandung via Bogor–Sukabumi–Cianjur.

Semenjak pengoperasian jalur baru Cikampek–Padalarang pada tahun 1906, stasiun ini mulai melayani kereta api dari Purwakarta. Pengoperasian kereta api di jalur tersebut telah terbukti mampu memangkas perjalanan kereta api Jakarta–Bandung dan menjadi unggulan SS.

Kereta ini pun diberi nama Vlugge, menggambarkan keandalan dan ketangguhan kereta api ini menantang medan terjal di jalur tersebut. Stasiun ini menjadi salah satu titik pergantian lokomotif uap karena adanya peralihan medan terjal berkelok-kelok dengan medan datar di segmen Padalarang–Bandung. Titik pergantian lokomotif lainnya juga ada di Stasiun Purwakarta.

Baca juga: Terkenal Karena Didi Kempot, Inilah Jejak Sejarah Stasiun Solo Balapan

Pada tanggal 7 Maret 1942, pukul 18.00, stasiun ini pernah dibom jalurnya oleh Jepang sehingga kereta api tidak dapat lewat. Salah seorang Belanda bernama J.C. Bijkerk menuturkan dalam kisahnya bahwa begitu jalur tersebut dibom, distribusi makanan ke Padalarang bagi warga dan tentara KNIL menjadi terganggu.

Beroperasi Tahun 2040, Jepang Rencanakan Buat Pesawat Luar Angkasa Antarbenua

Ide tak ada habisnya untuk teknologi baru menjadikan Jepang menghadirkan banyak hal baik robot hingga berbagai macam moda transportasi. Di mana pemerintah Jepang dan perusahaan swasta bersiap untuk mengembangkan pesawat luar angkasa penumpang antarbenua.

Baca juga: Cina Sukses Kirim Astronot ke Stasiun Luar Angkasa, AS Panik

Hal tersebut diumumkan Kementerian Sains Jepang yakni pesawat tersebut dapat terbang antar kota-kota besar dunia dalam dua jam atau lebih cepat dengan memanfaatkan teknologi roket. KabarPenumpang.com melansir mainichi.jp (17/5/2021), rencana tersebut diumumkan pada 12 Mei lalu yang bertujuan untuk mencapai tujuannya pada awal awal 2040-an.

Dalam pengembangan ini, dana yang dikeluarkan mencapai sekitar lima triliun yen atau sekitar $46 miliar pada tahun 2040. Kementerian menyusun draf sementara peta jalannya untuk transportasi pesawat ruang angkasa masa depan, yang dibagi menjadi dua fase, pada pertemuan panel ahli pada 12 Mei.

Pada fase pertama, biaya roket H3 generasi berikutnya dari Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) akan dikurangi setengahnya dari 5 miliar yen (sekitar $46 juta) atau lebih yang dihabiskan untuk H3 Launch Vehicle. Roket baru JAXA yang penerbangan pertama ditetapkan untuk tahun fiskal 2021 dengan menggunakan kembali bagian-bagian badan roket, di antara langkah-langkah lainnya.

Peta jalan tersebut bertujuan untuk meluncurkan roket penerus H3 sekitar tahun 2030, dan untuk lebih mengurangi biaya hingga sekitar sepuluh persen pada awal tahun 2040-an. Dengan memanfaatkan teknik seperti penggunaan kembali bagian-bagian roket, pihak swasta akan memimpin pengembangan kendaraan angkut yang dapat sering bolak-balik antara darat dan luar angkasa.

Ini diharapkan menjadi pesawat ruang angkasa yang dapat dinaiki penumpang. Ada dua bentuk pesawat ruang angkasa yakni satu yang dapat lepas landas dan mendarat di landasan pacu seperti pesawat terbang, dan yang lainnya dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal seperti kendaraan peluncuran Starship yang dikembangkan oleh SpaceX di Amerika Serikat.

Baca juga: Virgin Galatic Uji Coba Pesawat Luar Angkasa Komersial

Sebelum mempertimbangkan peta jalan, kementerian sains memperkirakan ukuran pasar dari berbagai usaha luar angkasa. Disimpulkan bahwa permintaan akan transportasi berkecepatan tinggi yang menghubungkan kota-kota besar di darat akan cukup besar, dengan layanan yang menawarkan peluncuran yang sering membentuk pasar terbesar.






















Didi dalam Masalah, Meituan Kembali Hadirkan Ride Hailing yang Sempat Tertidur

Awal bulan ini, raja ride hailing Cina, Didi Global, memiliki minggu yang paling bergejolak dalam sembilan tahun sejak didirikan. Pasalnya hanya dalam waktu 48 jam aplikasi Didi ditarik dari toko Apple dan Android Cina. Bahkan harga sahamnya anjlok dan turun 34 persen dari harga tertinggi 1 Juli lalu

Baca juga: Hadirkan Kendaraan Listrik untuk Ride Hailing, Didi Bermitra dengan BYD

Maslaah ini terjadi setelah penawaran umum perdana senilai $4,4 miliar di New York Stock Exchange dan membuat otoritas Cina melakukan penyelidikan terhadap perusahaan tersebut atas dugaan pelanggaran privasi data dan menangguhkannya dari daftar pengguna baru. KabarPenumpang.com melansir barrons.com (21/7/2021), adanya hal ini raksasa lannya yakni Meituan melihat peluang dan melompat kembali ke ranah ride hailing setelah dua tahun menarik diri dari sektor ini.

“Kecil kemungkinannya Meituan memasuki kembali industri ride-hailing dengan harapan menangkap pangsa pasar yang signifikan dari Didi, apalagi menghasilkan keuntungan. Pengalaman Didi, dan pilihan Meituan sendiri untuk sebelumnya keluar dari pasar, menunjukkan bagaimana labirin peraturan China dapat membahayakan bahkan perusahaan yang sangat sukses dan cerdas,” William C. Kirby, seorang profesor administrasi bisnis dan studi Cina di Universitas Harvard.

Masuknya kembali Meituan ke ride hailing kemungkinan dimaksudkan untuk memberi sinyal kepada regulator yang menjalankan penyelidikan antitrust ke Meituan dan perusahaan lain bahwa itu adalah “aktor yang bertanggung jawab dalam ekonomi digital Cina dan sensitif terhadap kekhawatiran negara tentang privasi data. Bahkan saat mengunduh dan membuka aplikasi ride hail Meituan yang baru diluncurkan kembali.

Saat itu pelanggan disajikan dengan perjanjian pengguna yang menekankan privasi data, dan termasuk janji bahwa perusahaan mematuhi undang-undang keamanan informasi Tiongkok. Meskipun Meituan memiliki pangsa pasar ride hailing Cina yang dapat diabaikan, aplikasinya dominan di sektor lain seperti pengiriman makanan dan sepeda bersama.

“Bagi Meituan, pergi ke ride hailing adalah ekstensi yang paling alami. Aplikasinya sudah menghubungkan konsumen dengan bisnis lokal,” Howard Yu, Profesor Manajemen dan Inovasi LEGO di IMD Business School di Swiss.

Meituan berkelana di ride hailing pada awal 2017, pertama di Shanghai dan kemudian ke kota-kota besar lainnya di Cina. Ini meluncurkan aplikasi panggilan mobil mandiri, yang dengan cepat naik ke puncak daftar unduhan gratis toko Apple. Meituanberjuang melawan Didi yang semakin kuat, dan untuk mendapatkan pengemudi dan pelanggan baru, terpaksa memberikan subsidi yang signifikan untuk keduanya, yang pada 2019 telah membuat bisnisnya merugi.

Segera setelah itu, ia menghapus aplikasi ride hailing yang berdiri sendiri dan melipat layanan tersebut ke dalam aplikasi Meituan utama, yang menawarkan lusinan layanan sesuai permintaan. Penghapusan aplikasi lebih signifikan dan Meituan secara bertahap berhenti mempekerjakan pengemudinya sendiri dan pada dasarnya menjadi perantara untuk memanggil taksi dan mobil dari perusahaan lain kecuali dari Didi.

Meituan belum mengatakan berapa banyak yang dihasilkan saat menjadi platform agregasi saja untuk driver pihak ketiga. Pengemudi internal Didi menerima sekitar 79 persen dari apa yang dibayar penumpang setiap perjalanan, dengan tujuh persen sisanya digunakan untuk biaya operasional, tiga persen untuk Didi untuk keuntungan, dan 11 persen untuk subsidi pengendara, kata perusahaan pada bulan Mei.

Baca juga: BYD dan Didi Luncurkan D1, Mobil Listrik Pertama yang Dirancang Khusus untuk Ride Hailing

“Didi masih harus memiliki posisi dominan dalam bisnis ride hailing,” Angela Zhang, direktur Center for Chinese Law di University of Hong Kong.






















Kendaraan Listrik Pangkas 70 Persen Suku Cadang Mesin, Biaya Perawatan Jadi Lebih Murah

Kendaraan listrik disebut mengurangi suku cadang mesin sampai 70 persen. Ini tentu berdampak pada biaya perawatan mobil yang jadi lebih murah dibanding mobil berbahan bakar bensin atau konvensional.

Baca juga: Cukup Sekali Pengisian, Mobil Listrik Volvo Bisa Menjelajah Hingga 999 Km

Hal ini diungkapkan oleh Oluwemimo Joseph, Strategy & Projects Head dan Chief Financial Officer JET Motor Company, produsen mobil asal Nigeria yang juga nomor wahid di Afrika.

“Kendaraan listrik mengurangi jumlah suku cadang mesin hingga hampir 70 persen sehingga memangkas biaya perawatan. Biaya operasional juga turun secara signifikan, sehingga kekhawatiran atas fluktuasi harga bahan bakar akan hilang,” jelasnya, seperti dikutip dari nairametrics.com.

Pendapat tersebut juga diperkuat dengan riset di AS, negara yang mengoperasikan kendaraan listrik terbesar di dunia. Riset dari Departemen Energi Efisiensi dan Terbarukan Negeri Paman Sam tersebut mengungkapkan, rendahnya biaya kendaraan listrik karena jumlah suku cadang mesinnya lebih sedikit dibandingkan yang berbahan bakar minyak bumi.

Studi ini mengamati empat jenis kendaraan dengan membandingkan biaya masing-masing kendaraan. Merujuk pada hasil pengamatan, biaya servis perawatan untuk kendaraan listrik non niaga, adalah US$0,061 per mil (lebih kurang 1,6 km) sementara kendaraan biasa adalah US$0,101 untuk jarak yang sama.

Opsi perbandingan kendaraan lain adalah jenis hibrid yang berbahan bakar campuran antara listrik dan BBM. Biaya perawatannya adalah US$0,090 hingga US$0,094, masih lebih murah daripada kendaraan besin/solar.

“Perkiraan biaya perawatan untuk mobil listrik adalah 6,1 sen per mil, sementara konvensional 10,1 sen per mil. Kendaraan listrik tak membutuhkan oli, sabuk penggerak mesin, sensor oksigen, busi dan lainnya, di mana biaya perawatan umumnya disebabkan hal-hal itu,” tulis riset tersebut. Meskipun secara jarak per mil terlihat kecil, namun jika diakumulasikan bisa menghemat hingga total jutaan dolar per tahun.

Untuk jangka panjang, kendaraan listrik memang lebih hemat di perawatan dan operasional. Sebagai perbandingan, terdapat lebih kurang 10.000 suku cadang dalam mesin kendaraan konvensional. Bandingkan dengan kendaraan listrik yang kurang dari 10 suku cadang. Tak heran, ongkos perawatan mesin bensin/solar menjadi lebih mahal mengingat kompleksnya potongan bagian mesin di dalam.

Kendati demikian, seiring banyaknya studi tentang perbandingan atau perbedaan antara mobil listrik dengan mobil berbahan bakar bensin, kesimpulan terhadap dua jenis kendaraan itu pun jadi lebih beragam.

Studi terbaru dari We Predict menemukan, biaya servis kendaraan listrik pada periode tiga bulan pertama mencapai rata-rata US$123, sedangkan mobil bermesin BBM rata-rata US$53. Biaya servis kendaraan listrik pada periode tiga bulan pertama mencapai rata-rata US$123, sedangkan mobil bermesin BBM rata-rata US$53.

Suku cadang kendaraan listrik, yang di awal disebut terpangkas 70 persen, justru lebih mahal daripada suku cadang untuk mobil bermesin bensin. Disebutkan, rata-rata suku cadang kendaraan listrik senilai US$65 sementara mobil BBM US$28.

Baca juga: Fisker Kembangkan Mobil Listrik Khusus Paus Fransiskus di Vatikan

Biaya jasa servis kendaraan listrik juga lebih mahal dengan rata-rata US$58. Sementara jasa servis kendaraan konvensional hanya US$ 25 selama tiga bulan pertama kepemilikan.

Jika sudah begini, mana menurut Anda yang paling tepat, biaya perawatan kendaraan listrik lebih murah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil atau justru sebaliknya, kendaraan berbahan bakar fosil biaya perawatannya justru lebih murah dibanding kendaraan listrik?

Maskapai Legendaris Pan Am Ternyata Sudah Terbang ke Jakarta Sejak 1960

Berbicara maskapai dunia yang pernah terbang ke Indonesia, dalam hal ini Jakarta, mungkin KLM jadi salah satu yang paling termasyhur. Tetapi, tak banyak yang menyadari bahwa maskapai legendaris asal Amerika Serikat, Pan American Airways (Pan Pam) ternyata juga sudah mulai menjadikan Jakarta sebagai salah satu rute internasionalnya sejak lama.

Baca juga: Ternyata, Jakarta Merupakan Destinasi Penerbangan Antar Benua Perdana KLM!

Sebelum Indonesia merdeka, Jakarta (Batavia) sudah menjadi destinasi internasional maskapai di dunia. Pada 1 Oktober 1924, KLM tercatat melakukan penerbangan antar benua pertama menuju Batavia (Jakarta). Ini juga mungkin menjadi maskapai asing pertama yang mendarat di Jakarta atau Nusantara pada umumnya.

Tetapi, itu mungkin sangat maklum mengingat Batavia berada di bawah kekuasaan Belanda yang notabene menjadi negara tempat KLM berasal.

Lain halnya dengan Pan Am. Sebelum Lufthansa mendirikan kantor perwakilan pada 3 Juli 1967 dan terbang perdana ke Indonesia tak lama setelahnya, Pan Am rupanya sudah lebih dahulu terbang ke Jakarta.

Dari catatan airlinemaps.tumblr.com, sepanjang perusahaan berdiri sejak 1927-1991, Pan Am tercatat mengeluarkan 19 route maps.

Jakarta memang tak seperti Manila (Filipina), Macau, dan Hong Kong ataupun Singapura, yang sudah sejak 1937 dan 1955, dihampiri oleh maskapai yang dikenal sebagai pelopor kelas ekonomi modern di penerbangan jarak jauh ini.

Jakarta akhirnya masuk dalam rute internasional Pan Am pada awal dekade 60an. Foto: Flickr

Jakarta baru dihampiri Pan Am di awal tahun 1960 dengan rute San Francisco/Los Angeles-Honolulu-Manila-Saigon (Vietnam)-Singapore-Jakarta.

Berbeda dengan keberangkatan dari luar Jakarta yang diharuskan transit, berdasarkan iklan Pan Am di Harian Umum Suara Merdeka dengan ejaan lama pada 30 Januari 1965, maskapai tersebut justru terbang direct dari Jakarta ke San Francisco, AS, dua kali sepekan setiap hari Selasa dan Jumat.

Iklan Pan Am tahun 65 di surat kabar Harian Rakyat Merdeka dengan ejaan lama. Foto: Flickr

Jadi, penumpang bisa merasakan sensasi bak sultan, sarapan di Jakarta dan makan malam di San Francisco.

Bali mulai masuk rute internasional Pan Am pada tahun 1971. Foto: Flickr

Di dekade itu, Bali belum menjadi rute internasional kedua Pan Am di Indonesia. Barulah pada Desember 1971, Bali melengkapi Bandara Internasional Kemayoran Jakarta untuk melahap rute Hongkong-Denpasar-Sydney-Nadi (Fiji)-Honolulu-Los Angeles serta San Francisco-Honolulu-Guam-Denpasar-Jakarta Kemayoran.

Iklan Pan Am. Tahunnya tak begitu jelas. Tapi, besar kemungkinan setelah tahun 71. Foto: Flickr

Menariknya, Pan Am adalah satu-satunya maskapai non Indonesia yang diizinkan mendarat di luar Jakarta (Bali) dengan frekuensi dua flight dalam seminggu.

Dalam komitmennya memperluas jangkauan penerbangan internasional Indonesia, Pan Am juga melayani penerbangan dari Bali dan Jakarta ke berbagai kota di luar negeri, seperti Sydney, Fiji, Honolulu, dan Los Angeles.

Setelah kecelakaan fatal di Bali, Pan Am tak lagi terbang dari dan ke Indonesia sejak 1978. Foto: Flickr

Sayangnya, pada 22 April 1974, Boeing 707 Pan Am dengan nomor penerbangan 812 mengalami kecelakaan naas di Bali saat menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan menewaskan 107 penumpang.

Baca juga: Ada Convair 990 Garuda Indonesia (Juga) dalam Komik Tintin

Usai insiden tersebut, Pan Am mengkaji ulang penerbangan dari dan ke Indonesia. Hasilnya, pada September 1978, Indonesia, baik Jakarta maupun Bali, tak lagi masuk dalam rute internasional Pan Am. Ini sekaligus menjadi akhir dari cerita kontribusi Pan Am menghubungkan Indonesia dengan dunia luar khususnya AS.

Adapun negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan lainnya tetap disinggahi maskapai sampai Pan Am dinyatakan bangkrut.

Masker Puricare Wearable Air Purifier LG Dilengkapi Mikrofon dan Speaker

Baru-baru ini LG memperbarui masker Puricare Wearable Air Purifier yang sudah ada. Mereka melengkapinya dengan menggabungkan mikrofon dan speaker untuk memudahkan penggunanya berbicara. Perangkat ini akan hadir pertama kali di Thailand pada Agustus mendatang dan negara lainnya akan mengikuti pda akhir tahun.

Baca juga: Lebih Jelas Tentang KN95, Masker Standar Cina yang Laris Manis

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (22/7/2021), masker ini menghindari referensi langsung pada Covid-19 karena adanya dasar transfer teknologi pemurni udara Puricare ke perangkat portabel. Iterasi pertama pada dasarnya adalah pembersih udara HEPA yang dapat digunakan pada wajah pengguna.

LG mengatakan, pada versi terbaru, perangkat ini lebih kecil, lebih ringan dan menghadirkan beberapa fitur baru yang penting untuk memecahkan masalah besar yang ditemukan di versi aslinya. Masalah besar yang dihadapi perangkat asli adalah kesulitan besar dalam melakukan percakapan melalui masker.

Laporan awal menyarankan suara-suara secara substansial teredam dan beberapa pengguna harus membuka masker untuk berbicara. Untuk mengatasi hal tersebut, LG kini telah memasukkan mikrofon dan speaker ke dalam perangkat, memperkuat suara seseorang saat mereka berbicara.

Sistem komputerisasi, yang dijuluki VoiceON oleh perusahaan, dapat mendeteksi saat Anda berbicara dan memperkuat suara Anda sambil tetap dimatikan saat Anda bernapas dengan normal. Elemen lain dari perangkat asli juga telah dioptimalkan dalam versi baru ini. Tak hanya itu, baterai telah ditingkatkan menjadi 1.000mA sementara berat keseluruhan perangkat telah turun dari 126 gram menjadi hanya 94 gram.

Seperti disebutkan sebelumnya, tidak ada klaim atau bukti langsung bahwa masker ini menawarkan perlindungan dari virus corona. Filter HEPA dalam masker telah ditemukan untuk menghilangkan 99,7 persen partikel virus tetapi ini dipasarkan dengan sangat hati-hati sebagai pembersih udara dan tidak ada yang lain.

Pembaruan masker terbaru LG bukanlah masker wajah elektronik pertama yang mempermainkan integrasi mikrofon dan speaker. Perusahaan laptop Razer mengungkapkan konsep masker pintar yang unik di awal tahun.

Baca juga: Canggih, Masker ini Bisa Deteksi Virus Corona Saat Pengguna Memakainya dalam Waktu 90 Menit

Di mana masker juga menghadirkan mikrofon dan speaker, di samping desain transparan dan lampu LED yang berlebihan, untuk efek cyberpunk penuh. Masker Razer tentu saja memenangkan poin gaya atas LG, tetapi terutama itu belum mencapai pasar, jadi jika benar-benar ingin membeli salah satu dari barang-barang ini, topeng PuriCare Wearable Air Purifier adalah pilihan terbaik Anda.