India Punya Lifeline Express, Kereta “Rumah Sakit” Untuk Masyarakat Kurang Mampu

Lifeline Express (www.thequint.com)

Bila di Indonesia PT KAI mengoperasikan Rail Clinic, yakni klinik berjalan di atas rel yang mengandalkan platform Kereta Rel Diesel (KRD). Maka jauh lebih komplit dari ‘sekedar’ klinik, di India ada yang disebut kereta rumah sakit dengan label Lifeline Express. Banyaknya penduduk miskin yang minim dukungan fasilitas kesehatan menjadi latar dari gagasan diluncurkannya Lifeline Express.

Baca juga: Rail Clinic, Klinik Berjalan Diatas Rel Milik PT KAI Gratis

KabarPenumpang.com yang melansir dari thequint.com (24/4/2018), didapatkan fakta bahwa  beberapa provinsi di India masih langka akan pelayanan kesehatan yang layak, bahkan dokter spesialis pun hanya bisa ditemukan di kota-kota besar di India seperti Mumbay, Bangalore dan New Delhi.

Belum lama ini, seorang buruh di India, Bhawri Devi mengira dirinya sekarat karena kehilangan pendengannya. Devi sempat pergi ke rumah sakit milik pemerintah di dekat desa terpencilnya di negara bagian Rajasthan untuk dirawat.

Gerbong yang digunakan untuk rumah sakit (www.thequint.com)

Sayangnya rumah sakit itu pun tidak memiliki dokter spesialis yang bisa menangani penyakit Devi. Sehingga dia memutuskan untuk kembali kerumahnya.

“Saya bahkan tidak punya 5000 rupee,” ujar buruh yang berusia 41 tahun itu saat kembali kerumahnya di Jalore.

Tak lama Devi keluar dari rumah sakit, beberapa hari kemudian, muncul berita bahwa dokter-dokter spesialis akan datang ke Rajasthan dan membuka pengobatan gratis. Para dokter spesialis ini datang awal April 2018 dengan menggunakan Lifeline Express.

Kereta dengan tujuh gerbong ini diubah menjadi rumah sakit berjalan, dan ternyata kereta rumah sakit ini sudah 27 tahun berkeliling India untuk membantu pengobatan masyarakat tak mampu seperti Devi di daerah yang langka akan pelayanan kesehatan. Ranjnish Gourh seorang dokter yang juga COO Impact India Foundation, mengatakan, sejak diluncurkan 1991 silam, Lifeline Express telah membantu 1,2 juta masyarakat India.

Dengan penduduk 1,3 miliar jiwa, India menjadi salah satu negara diantara yang terendah terkait pengadaan alat untuk perawatan kesehatan. Sehingga dengan hadirnya rumah sakit berjalan seperti Lifeline Express membuat kesenjangan sosial antar masyarakat dapat berkurang.

Perdana Menteri Narendra Modi pada Februari 2018 lalu meluncurkan skema yang bertujuan untuk memperluas cakupan asuransi kesehatan pada 500 juta orang. Namun, para kritikus mengatakan rencana tersebut tidak mungkin berhasil kecuali sistem kesehatan masyarakat meningkat secara dramatis.

Lifeline Express sendiri dihiasi dengan karangan bunga mahoni dan kereta berwarna biru langit yang diparkir di stasiun Jalore, beberapa orang mengiranya sebagai kereta penumpang baru. Fasilitas medisnya sendiri akan menyaingi banyak rumah sakit umum India.

Baca juga: LIfeline Express India, Kereta “Rumah Sakit” Pertama di Dunia

Lifeline Express sendiri mempekerjakan 20 staf paramedis permanen, dengan sebagian besar dokter sukarela dari perguruan tinggi kedokteran terdekat atau rumah sakit di sekitaran. Biasanya, ia menghabiskan sebulan di sebuah distrik, melakukan operasi mulai dari katarak dan kanker dan bedah ortopedi. Tujuannya bukan untuk bersaing dengan sistem kesehatan masyarakat India, tetapi mendukungnya. “Kita tidak bisa memiliki seratus Lifeline Expresses di negara ini,” kata Gourh.

Menteri Perkeretaapian Piyush Goyal setuju untuk menyediakan kereta kedua pada pertemuan dengan pejabat Lifeline Express pada Februari.