India Uji Coba Train 18, Kereta Cepat Tanpa Masinis Produksi Dalam Negeri

Train 18 (Yahoo News India)

Train 18, kereta cepat yang diproduksi Integral Coach Factory (ICF), Chennai digadang-gadang akan menggantikan Shatabdi Express yang sudah 30 tahun mengular di jalur kereta India. Kereta cepat seri Train 18 tersebut telah diuji coba pada 29 Oktober 2018.

Baca juga: Seperti di Indonesia, Proyek Kereta Cepat India Juga Tersandung Soal Pembebasan Lahan

Train 18 sendiri merupakan kereta otonom atau yang bisa bergerak sendiri tanpa masinis dengan kecepatan 160 km per jam. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman metrorailnews.in (24/10/2018), prototipe ini akan mengurangi waktu perjalanan hingga 15 persen dibandingkan Shatabdi Express.

Menurut Manajer Umum ICF Sudhanshu Mani, Train 18 telah dirancang dan diproduksi dalam waktu 18-20 bulan dengan biaya hampir setengah dari kereta api sama yang diimpor. Percobaan Train 18 akan memakan waktu sekitar 3-4 hari diluar pabrik, kemudian diserahkan kepada Research Design and Standards Organisation (RDSO) untuk uji coba lebih lanjut.

Kereta self-propelled ini dilengkapi dengan kamera CCTV, akan memiliki dua kompartemen eksekutif di tengah dengan 16 gerbong dan nantinya mampu mengangkut penumpang sebanyak 1128. Selain Sistem Informasi Penumpang berbasis GPS, Train 18 telah menghadirkan pencahayaan yang tersebar, pintu otomatis dengan langkah kaki. Tak hanya itu, toilet vakum yang ada juga ramah penyandang disabilitas serta adanya ruang untuk kursi roda.

Jejak di pintu masuk meluncur ke luar ketika kereta berhenti di stasiun yang memungkinkan penumpang untuk turun dengan aman dengan kenyamanan mengingat variasi ketinggian antara lantai kereta dan platform. Diketahui, Indian Railways telah memperkenalkan Shatabdi Express pada tahun 1988 dan kereta ini saat ini berjalan di lebih dari 20 rute yang menghubungkan metro dengan kota-kota penting lainnya di negara ini.

Sementara itu, Menteri Kereta Api Piyush Goyal baru-baru ini mengunjungi stasiun kereta api Habibganj dan meninjau ulang pekerjaan pembangunan kembali, mengungkapkan kepuasan atas kemajuannya. Habibganj akan menjadi stasiun pertama Indian Railways yang akan dikembangkan pada model PPP (Public-Private Partnership).

Baca juga: Gantikan Shatabdi Express, Inilah 10 Fakta Unik dari Train 18 di India!

Stasiun ini sedang dibangun kembali oleh Bansal Group dalam perjanjian dengan IRSDC (Indian Railway Stations Development Corporation. Keseluruhan proyek akan menelan biaya Rs450 crore, dimana Rs100 crore akan dihabiskan untuk pembangunan kembali stasiun dan Rs350 crore pada pengembangan komersial.

Indian Railways telah memulai proyek ambisius seperti pembenahan dan pembangunan kembali stasiun-stasiun utamanya ke dalam hub seperti bandara, membuat kereta berkaliber mesin kelas dunia untuk perjalanan jarak jauh (baik kursi mobil dan tidur), koridor barang khusus untuk memastikan pergerakan kargo yang lebih cepat dan jaringan terputus untuk kereta penumpang, meningkatkan kereta Mail/Express di bawah Proyek Utkrisht dan meningkatkan Rajdhani dan Shatabdi Express menuju standar terbaik.