Ini Dia Kreator Jingle Kereta di Negeri Matahari Terbit

Minoru Mukaiya. Sumber: straitstimes.com

Jika di Commuter Line Jabodetabek kita sering mendengar notifikasi berupa jingle pendek yang dibarengi dengan suara seorang wanita yang menyebutkan nama stasiun selanjutnya, lain halnya dengan yang ada di Negeri Sakura, Jepang. Di negara yang jaringan keretanya banyak dijadikan benchmark oleh negara lain ini menggunakan jingle yang cukup unik, yaitu menggunakan suara alunan piano yang lebih dikenal dengan nama Hassha Merodii.

Baca Juga: Jingle di Stasiun Kereta Jepang, Bangkitkan Semangat Penumpang

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (10/4/2018), adalah Minoru Mukaiya, pria paruh baya yang menjadi kreator dari jingle unik ini. Mantan keyboardis untuk sebuah band beraliran jazz ini mengaku telah membuat banyak jingle sebelum Hassha Merodii ini menjadi buah bibir masyarakat Jepang. “170? Saya tidak mungkin membuat jiingle sebanyak itu,” ujarnya sembari tertawa.

Banyak pengguna jaringan kereta di Jepang yan mengaku senang ketika mendengar jingle karya Minoru. “Musik (jingle) ini menghangatkan, baik untuk kesehatan, cocok didengarkan ketika bekerja dan bersantai,” ujar Minoru menyambung pujian dari penggemarnya. “Saya hanya ingin mereka senang,” tandas pira berusia 61 tahun ini.

Adapun jingle berdurasi kurang lebih tujuh detik ini diputar ketika kereta tiba di sebuah stasiun; kebanyakan di stasiun-stasiun besar di Jepang. Adapun juru bicara dari JR East mengatakan bahwa jingle ini awalnya ditujukan agar penumpang tidak terburu-buru untuk masuk ke dalam kereta.

Minoru sendiri tidak menampik bahwa pembuatan jingle ini cukup memeras otaknya. Dengan menggabungkan nilai tradisional Jepang, kemampuannya dalam mengolah not balok, dan kemajuan teknologi, akhirnya ia berhasil menciptakan sebuah karya yang sudah didengar oleh hamppir seluruh warga Jepang.

Baca Juga: Stasiun Tokyo, Merangkap Jadi Museum dan Saksi Bisu Pembunuhan Dua PM Jepang

“Kami, masyarakat Jepang, sangat menjunjung tinggi nilai budaya. Jadi, jingle ini terdengar lebih menghormati budaya Jepang,” jelasnya. Minoru yang merupakan seorang railways geek (seorang penggila kereta api) sejak dirinya menginjak usia delapan tahun pun mengaku ada inspirasi lain sebelum menciptakan jingle ini. Ia mengatakan bahwa dirinya sedikit banyak terinspirasi dari suara-suara yang ia dengar dari video game yang sering ia mainkan. “Jadi jingle ini terdengar seperti di dunia science fiction,” tutupnya.