Ini Kisah Pramugari Tentang Masak Makanan di Pesawat yang Sedang Mengudara

0
pramugari Pan Am siapakan makanan penumpang (express.co.uk)

Setiap pramugari harus selalu siap dalam menangani kemanan dan kenyamanan penumpang. Tak hanya itu, bahkan beberapa maskapai membuat pramugari juga harus bisa menjadi koki dan mengikuti aturan memasak yang ketat. Salah satunya adalah maskapai Pan Am yang mana, dahulu pramugarinya harus memasak ada dan insiden yang agak memalukan bagi salah seorang di antara mereka.

Baca juga: Bukan Pramugari, “Hooters Girls” adalah Pelayan Restoran yang Diperbantukan di Kabin

Apalagi maskapai Amerika Serikat tersebut dipuji sebagai kemewahan industri penerbangan selama tahun-tahun operasionalnya. Bisa dikatakan, maskapai Pan Am memiliki daya pikat pada layanan di kabinnya dan makanan mereka menyaingi restoran Prancis yang paling mewah.

Dilansir KabarPenumpang.com dari express.co.uk (2/12/2020), untuk diketahui, pramugari tidak hanya dilatih cara menyajikan makanan yang tepat, mereka juga harus memasak banyak makanan segar di pesawat yang tengah mengudara. Namun meski begitu, segala sesuatunya tak selalu berjalan mulus ketika mencoba menyiapkan makanan di ketinggian 30 ribu kaki.

Dr Bryce Evans, profesor sejarah di Liverpool Hope University mewawancarai seorang pramugari untuk mempersiapkan bukunya. Salah satu yang diwawancarainya menceritakan kejadian yang sangat menegangkan di dapur dan membuat pipinya agak merah. Helen Davey seorang pramugari antara tahun 1965 hingga 1986, mengungkapkan bagaimana memasak ratusan telur sesuai pesanan terbukti rumit selama penerbangan yang dilanda turbulensi.

“Memantul ke atas dan ke bawah, saya bertekad untuk memasak telur bodoh itu dengan sempurna, melawan segala rintangan. Entah bagaimana, rekan pramugari saya dan saya masuk ke ‘zona’ dan kami berhasil, baris demi baris, untuk memberikan telur orak-arik dan sosis yang indah dan lembut,“ kata Helen.

Dia mengatakan, setiap hidangan diberikan satu tangkai peterseli hijau cerah atau dikenal sebagai mawar Pan Am, karena tidak ada makanan yang lengkap tanpa garnis ini.

“Rekan pramugari saya dan saya merasa sangat bersyukur ketika beberapa penumpang melakukan perjalanan khusus kembali ke dapur untuk memberi tahu kami bahwa itu adalah makanan paling enak yang pernah mereka makan di pesawat!” ujarnya.

Helen mengaku, dirinya sedikit malu ketika turun dari pesawat, di mana dirinya menjadi salah satu pemandangan yang menyedihkan ketika turun dari pesawat di pagi musim panas yang indah, cerah dan terik.

“Saya tidak bisa menutupi diri saya dengan mantel saya karena terlalu panas. Telur bertatahkan rambut, seragam, sepatu, dan dompet saya. Ketika saya tiba di kamar hotel dan menanggalkan pakaian, bahkan ada sisa telur orak-arik di BH saya!” ungkap Helen.

Baca juga: Troli Virtual, Awak Kabin Tak Lagi Langsung Bersentuhan dengan Penumpang

Meskipun demikian, mantan awak kabin itu mengatakan itu semua akan sepadan dan perasaan puas adalah sesuatu yang tidak pernah dirinya lupakan.

“Kru saya dan saya telah menemukan cara untuk menertibkan dari kekacauan, dan telur-telur itu tidak mengalahkan saya,” tambah Helen.

Leave a Reply