Thursday, February 22, 2024
HomeAnalisa AngkutanIni Sebab Anda Tidak Merasakan 'Posisi Miring' Saat Pesawat Berbelok

Ini Sebab Anda Tidak Merasakan ‘Posisi Miring’ Saat Pesawat Berbelok

Pesawat dalam penerbangannya dipastikan akan melakukan serangkaian manuver, seperti berbelok. Namun yang kerap menjadi pertanyaan, mengapa penumpang pesawat tidak merasakan posisi miring saat pesawat berbelok?

Baca juga: Apakah Pilot Simulator Pesawat Boleh Melakukan Manuver Berbahaya?

Ketika pesawat berbelok atau melakukan manuver lainnya, seperti miring atau mengubah arah, sebagian besar penumpang tidak merasakan posisi miring tersebut dengan kuat. Nah, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk efek gravitasi, percepatan sentrifugal, dan kemampuan tubuh manusia untuk beradaptasi dengan perubahan gerakan.

1. Efek Gravitasi
Gaya gravitasi selalu bekerja ke arah bawah, menuju pusat bumi. Oleh karena itu, sepanjang belokan pesawat, penumpang dan benda di dalamnya tetap merasakan kekuatan gravitasi ini menuju bawah, sehingga memberikan perasaan kestabilan.

2. Percepatan Sentrifugal
Saat pesawat berbelok, ada percepatan sentrifugal yang bekerja ke arah samping. Namun, karena pesawat dan semua benda di dalamnya, termasuk penumpang, ikut bergerak bersama, mereka tetap merasakan gaya sentrifugal tersebut sebagai bagian dari gerakan keseluruhan. Ini dapat memberikan perasaan seolah-olah gaya gravitasi “berpindah” ke samping, dan tubuh manusia cenderung beradaptasi dengan perubahan ini.

3. Adaptasi Tubuh
Manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan gerakan dan perubahan orientasi tubuh. Sistem vestibular di dalam telinga memberikan umpan balik tentang posisi dan pergerakan kepala, membantu tubuh untuk memahami perubahan arah dan orientasi.

Lima Manuver Pesawat yang Membentuk Gambar di Langit Selama Pandemi Covid-19, Nomor 4 “Jorok”

Sementara banyak penumpang mungkin tidak merasakan miring atau perubahan arah dengan kuat, beberapa orang mungkin tetap merasa tidak nyaman selama manuver tertentu, terutama jika mereka cenderung rentan terhadap mabuk perjalanan atau jika gerakan pesawat berubah secara tiba-tiba dan ekstrem.

Perlu diingat bahwa setiap orang merespons perubahan gerakan pesawat dengan cara yang berbeda, dan beberapa penumpang mungkin lebih peka terhadap perubahan posisi atau gerakan pesawat daripada yang lain.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru