Inilah 10 Stasiun Terindah di Jalur Kereta Trans-Siberia

0
Dari atas kiri hingga kanan bawah, Stasiun Yaroslavsky, Stasiun Novosibirsk, Stasiun Krasnoyarks dan Stasiun Kirov Foto: Russia Beyond

Jalur Trans-Siberia yang dibangun selama 13 tahun, memiliki rute mengitari Danau Baikal dan terbentang dari Moskwa hingga Vladivostok di ujung timur Rusia. Kereta pertamanya beroperasi di jalur tersebut sejak tahun 1893. Nah, karena memiliki jalur sepanjang 7.854 km, sudah pasti ada begitu banyak stasiun yang akan dilintasinya.

Baca juga: Trans-Siberia, Kereta Yang Mengubah Takdir Cinta

Nah, ada sepuluh stasiun yang menarik dan arsitekturnya merupakan mahakarya sejati di jalur Trans-Siberia. Penasaran stasiunnya di mana saja? Ini KabarPenumpang.com rangkum sepuluh stasiun tersebut dari rbth.com (9/8/2021).

Moskow
Stasiun Yaroslavsky ini merupakan titik awal keberangkatan kereta Trans Siberia menuju daerah di timur. Bentuknya pun merupakan sebuah karya seni dan dibangun akhir abad ke-19, dibangun kembali pada awal abad ke-20 oleh arsitek Fyodor Shekhtel. Dekorasi stasiun menggunakan gaya Rusia serta Art Nouveau dan pelancong akan berasa seperti di menara kuno atau pun di gereja Rusia abad pertengahan.

Kirov
Kota ini merupakan persimpangan kereta api yang penting, yang menghubungkan rute utara dari St. Petersburg dan Vologda dengan Ural dan Siberia. Bangunan stasiun modern dibangun pada tahun 1961 dengan gaya Kekaisaran Stalinis, penuh dengan lengkungan, pedimen dengan relief dasar dan dekorasi dalam bentuk lambang Soviet tiga dimensi.

Omsk
Stasiun kereta api utama kota ini dibangun pada tahun 1958, juga dengan gaya Kekaisaran Stalinis. Megah namun singkat di luar, dihiasi dengan marmer mewah di bagian dalam.

Novosibirsk
Stasiun (kayu) pertama di Novosibirsk dibuka pada tahun 1896, dan sebenarnya kota itu dibangun di sekitar rel kereta api baru. Stasiun yang ada saat ini merupakan ciptaan tahun 1930-an. Bagian tengah fasad adalah lengkungan kemenangan, elemen favorit arsitektur Soviet.

Krasnoyarsk
Stasiun kereta api utama di kota besar Siberia ini menyerupai arena perbelanjaan yang sangat besar. Stasiun pertama, yang dibangun pada tahun 1895, langsung dialiri listrik dan tampak spektakuler dalam cahaya malam lentera jalanan. Stasiun ini memperoleh penampilan masa kini, termasuk atap berkubah yang luar biasa, pada abad ke-21 setelah rekonstruksi skala besar.

Irkutsk
Stasiun yang dibangun tahun 1906-1907 memiliki gaya klasik yang mengingatkan pada istana kerajaan daripada sebuah stasiun kereta api.

Slyudyanka
Sebuah kota kecil di Danau Baikal punya stasiun bernama Slyudyanka dan menjadi pusat penting setelah kereta Trans Siberia melintasinya. Bahkan stasiun kereta lokal menjadi permata arsitektur yang dibangun pada awal abad ke-20 dari marmer putih dan merah muda yang ditambang secara lokal.

Ulan-Ude
Kereta pertama tiba di sini, di pinggiran Kekaisaran Rusia, pada tahun 1899, yang secara besar-besaran mendorong perkembangan kota. Stasiun modern dibangun pada tahun 1937 dan kemudian direkonstruksi pada tahun 2019. Sehingga pelancong yang ke ibukota Republik Buryatia akan disambut dengan kaleidoskop warna kuning-hijau-biru yang terinspirasi Buddha.

Birobidzhan
Stasiun di ibu kota Daerah Otonomi Yahudi ini menampilkan desain Soviet kuno dengan lengkungan dan pilaster dan tanpa kesan megah. Alun-alun stasiun didekorasi dengan menorah emas tradisional Yahudi (kandil multi-cabang); ditambah ada monumen untuk pemukim pertama yang tiba di tanah yang belum berkembang di Timur Jauh Rusia ini pada akhir 1920-an.

Baca juga: Bersanding Dengan Trans-Siberia, Rusia Siap Bangun Jaringan Kereta Cepat Moskow-Kazan!

Vladivostok
Stasiun pusat Vladivostok adalah replika Yaroslavsky Moskow, dan juga dibangun dengan gaya Neo-Rusia. Jadi, seperti yang dikandung oleh penciptanya, Kereta Api Trans Siberia berakhir secara arsitektural saat dimulai. Stasiun ini bersebelahan dengan terminal pelabuhan. Kebetulan, peletakan batu pertama terjadi pada tahun 1891 di hadapan calon Kaisar Nicholas II.