Inilah Airbus ACJ319neo, Jet Pribadi Crazy Rich yang Terinspirasi Mobil Sport

0
ACJ319neo. Foto: Airbus

Selain bersaing di pasar pesawat komersial, Airbus juga memiliki pasar di bisnis pesawat jet pribadi melalui Airbus Corporate Jet. Di antara beberapa jet pribadi Airbus, seperti ACJ220, ACJ350XWB, dan ACJ320neo memang begitu menawan untuk beragam latar belakang pelanggan. Tetapi, ACJ319neo dinilai lebih ideal dengan berbagai keunggulannya. Apa saja?

Baca juga: Intip Kemewahan Konsep Kabin VIP Airbus A220, Crazy Rich Wajib Coba!

Dalam hierarki deretan pesawat-pesawat ACJ, ACJ319neo sebetulnya bukan berada di pucuk tertinggi, pun sebaliknya. Pesawat berada di tengah-tengah. Itu mengapa pesawat ini digadang lebih ideal.

Secara dimensi, ACJ319neo masih di bawah ACJ320neo. Tetapi pesawat ini menawarkan kenyamanan dan jangkauan lebih.

Dari segini kenyamanan, ACJ319neo memiliki kabin tertinggi dan terluas dibanding semua pesawat jet bisnis Airbus serta mesin karakteristik sharklet baru untuk meningkatkan efisiensi.

Kabin terluas ini dimanfaatkan oleh Horacio Pagani, pendiri & Kepala Desainer Atelier Pagani Automobili, untuk membuat desain kabin Infinity, yang terinspirasi dari supercar.

Seperti diketahui, Airbus memang sering menggandeng biro desain lain untuk merampungkan jet bisnisnya.

Di antara desain monumental Pagani di interior ACJ319neo, seperti dikutip dari Simple Flying, atap tembus pandang atau sky ceiling adalah salah satunya. Mirip seperti DNA Airspace Airbus yang mengusung kenyamanan, suasana, layanan, dan desain, dimana salah satunya ialah permainan cahaya LED terbaru, konsep kabin Infinity juga demikian.

Lewat penataan cahaya brilian dan tentu saja perangkat pendukung, langit-langit kabin seolah tembus pandang atau mungkin tanpa atap sehingga menyajikan pemandangan awan dan langit secara real time. Pagani juga mengaku bahwa terlepas dari terinspirasi oleh mobil sport buatannya, filosofinya dalam mendesain sebuah karya turut andil dalam desain kabin Infinity tersebut.

“Seni dan Sains bisa berjalan bersama-sama: inilah filosofi Pagani. Kombinasi material komposit canggih yang belum pernah digunakan di pesawat terbang, seperti CarboTitanium, dengan desain khas Pagani Automobili, selalu mewakili ciri khas kami. Menerapkan sentuhan Renaisans kami ke ruang yang lebih luas di kabin Airbus corporate jet (ACJ) adalah awal dari usaha baru yang menarik bagi kami,” jelasnya.

Selain itu, material kulit asli, kayu, dan komposit juga menambah kenyamanan di berbagai ruangan di dalam kabin, seperti ruang keluarga, lounge, ruang makan, hingga bioskop.

Sekat antar ruangan juga dibuat sangat elegan dimana partisi bisa disetting transparan atau tidak dengan hanya satu sentuhan tombol, memudahkan pengguna lebih private saat membutuhkannya.

Baca juga: Crazy Rich Asal Malang Punya Jet Pribadi dan Bus Mewah, Ini Dia Armadanya

Seluruh kenyamanan tersebut juga didukung dengan performa tinggi pesawat. Karena dimensi lebih kecil, pesawat jadi bisa terbang lebih jauh mencapai 12.500 km atau 15 jam non stop dengan delapan penumpang.

Pesawat juga mampu terbang maksimal di ketinggian 12.500 km agar lebih nyaman dan minim turbulensi. Bagi para sultan atau crazy rich yang tertarik membeli, harganya murah kok, hanya US$100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun (kurs 14.364).