Thursday, May 30, 2024
HomeAnalisa AngkutanInilah Alasan Airbus A350 dan Boeing 787 Dominan Menggunakan Material Komposit

Inilah Alasan Airbus A350 dan Boeing 787 Dominan Menggunakan Material Komposit

Punya kapasitas besar dengan kemampuan terbang jarak jauh yang hemat bahan bakar, pesawat widebody twin engine Boeing 787 Dreamliner dan Airbus A350 punya karakteristik yang mirip dan telah menjadi unggulan di berbagai maskapai global. Di mana kemampuan tersebut salah satunya dapat dicapai berkat adopsi material komposit.

Baca juga: Kenapa Sayap Komposit Irkut MC-21 Buatan Rusia Jadi yang Pertama di Dunia?

Airbus A350 dan Boeing 787 adalah favorit di antara banyak operator besar di seluruh dunia. Efisiensi kedua pesawat ini didukung oleh pemanfaatan material komposit. Dikutip dari Simpleflying.com, berikut ini adalah alasan mengapa pihak manufaktur menggunakan material komposit pada Airbus A350 dan Boeing 787.

Elemen yang kuat
Pada akhirnya, komposit terbuat dari dua atau lebih bahan yang berbeda dengan sifat fisik dan kimia yang berbeda. Ketika digabungkan, maka akan menjadi lebih kuat. Bahan komposit bukanlah fitur baru dalam penerbangan komersial. Pesawat narrow body seperti A320 telah menggunakan berbagai bagian yang terbuat dari bahan komposit, seperti sirip dan tailplane.

Bahkan widebodies yang terkenal seperti A380 menggunakannya, dengan bahan komposit yang terdiri lebih dari 20 persen dari badan pesawat Superjumbo tersebut.

Komposit juga tidak seberat bahan standar seperti aluminium. Ini menjadi alasan utama mengapa lebih dari setengah dari body A350 dan 787 terbuat dari bahan komposit.

Boeing 787 menggunakan 50 persen komposit berdasarkan berat dan volume 80 persen. Pesawat ini juga mengadopsi 20 persen aluminium, 15 persen titanium, baja 10 persen, dan 5 persen bahan lainnya. Boeing dapat mengambil manfaat dari struktur ini karena banyak penghematan yang bisa didapat.

Baca juga: Evolusi Sayap Pesawat dari Waktu ke Waktu – Mulai dari Kayu Hingga Material Komposit

Sementara, Airbus memiliki keyakinan yang signifikan pada material komposit. Perusahaan ini merupakan penggemar carbon-fibers reinforced plastic (CFRP). Dengan pendekatan ini, ribuan serat karbon kecil terkunci dengan resin plastik untuk memberikan kekakuan yang cukup besar. Airbus mengungkapkan bahwa dengan komposit, badan pesawat pesawat bisa lebih kuat dan lebih ringan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru