Inilah Asal Mula Kata ‘Roger’ yang Kerap Diucapkan Pilot Sipil dan Militer

0
Ilustrasi pilot tak banyak memberikan informasi saat terjadi insiden. Sumber: Istimewa

Dalam penerbangan sipil maupun militer, pilot masih sering mengucapkan kata ‘Roger’ sebagai tanda kalau informasi dari lawan bicara bisa dimengerti. Selain digunakan oleh pilot, ‘Roger’ juga kerap digunakan di berbagai waktu dan tempat lainnya, salah satunya tentara, baik itu angkatan laut, darat, maupun udara hingga saat ini.

Baca juga: Dulu Taksi Kondang dengan Cat Warna Kuning, Inilah Asal Muasalnya

Dilihat dari asal usulnya, sejarah kata roger sebetulnya tak lebih dari sekedar alfabet fonetik yang digunakan oleh personel militer selama Perang Dunia II. Ketika penggunaan radio komunikasi dua arah menjadi wadah komunikasi utama dan antar lawan bicara harus sama-sama menjelaskan sesuatu tanpa kemungkinan salah tafsir, inisiatif penggunaan alfabet fonetik kemudian menjadi populer.

Saat ini, alfabet fonetik versi NATO (Alpha, Bravo, Charlie) atau dikenal juga dengan ejaan internasional, yang pada umumnya dikenal luas di dunia, kata “R” adalah Romeo, bukan “Roger”. Tetapi, sebelum standar itu diadopsi pada tahun 1957, kata-katanya sedikit berbeda, dan kata untuk “R” adalah “Roger”. Dari sini, kesimpulan awal bisa ditarik, bahwa sejarah atau asal mula pengucapan “Roger” oleh pilot atau juga “Roger That”, juga oleh khalayak luas, merupakan alfabet fonetik yang mewakili “R”, “Roger”.

Akan tetapi, jauh sebelum radio komunikasi dua arah digunakan secara massif, penggunaan “Roger” sama sekali belum muncul. Seperti dikutip dari popularmechanics.com, pada zaman kode Morse, ketika mengirim pesan panjang bisa jadi sulit, cara singkat yang paling berguna dan mungkin adalah menanggapi dengan satu huruf yang bermakna.

Menanggapi atau membalas pesan dengan huruf “R”, misalnya, lebih dari cukup untuk mengabarkan kepada pengirim bahwa pesan mereka telah diterima. Tentu, sebagaimana syarat utama dari komunikasi ialah keduanya harus saling mengerti tanda ataupun kode satu sama lain, kode Morse mewakili huruf “R” tentu saja tak akan berhasil dimaknai apapun bila salah satu atau bahkan kedua pengguna kode Morse tak mengerti maksudnya.

Baca juga: Mengapa Kokpit Disebut Kokpit? Inilah Jawaban dari 3 Teori Termasyhur

Hanya saja, kata “R” di era kode Morse tersebut berhenti sampai di situ, belum berlanjut menjadi “Roger”. Ketika radio dua arah datang, barulah singkatan itu berlanjut, dari semula hanya kata “R” menjadi “Roger” dengan makna yang sama, “Dimengerti”.

Meskipun Roger telah diganti dengan Romeo (dan menjadi “Robert” sebelum berubah jadi Roger), penggunaan radio dua arah oleh masyarakat selama Perang Dunia II secara massif mempopulerkan kepanjangan dari alfabet fonetik atau ejaan internasional “R” menjadi “Roger”. Selain itu, “Roger” juga masih terus aktif digunakan hingga saat ini, dengan berbagai variasi, seperti “Roger That” dan di beberapa film Hollywood kerap muncul pengucapan “Roger Man”, tak sekedar “Roger” belaka.

Leave a Reply