Inilah Lima Rangkaian Tes Ekstrem untuk Pastikan Pesawat Aman

0
Ilustrasi maskapai penerbangan. Foto: telegraph.co.uk

Kecelakaan memang tak bisa dihindari dari setiap penerbangan pesawat. Teranyar, Boeing 737 MAX terpaksa di-grounded besar-besaran di seluruh dunia menyusul dua kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines hanya dalam tempo lima bulan.

Baca juga: Mungkinkah Seluruh Penerbangan Di Masa Mendatang Gunakan Pesawat Listrik?

Kendati demikian, terlepas dari suratan takdir pada dua kecelakaan tersebut, sebelum benar-benar terbang mengangkut penumpang, pesawat terlebih dahulu melewati serangkaian tes ekstrem dan inovasi teknologi untuk menjamin keselamatan dan keamanan terbang.

Banyak hal, mulai dari menguji fleksibilitas sayap, ingestion, tes temperature, ketinggian, kecepatan minimum untuk lepas landas, mesin, test crash, dan uji rem. Selain itu, pesawat juga diuji untuk kasus-kasus darurat, seperti ketika tersambar petir dan minimnya bahan bakar. Dilansir bbc.com, berikut lima rangkain tes ekstrem dan inovasi teknologi pada pesawat sebelum mulai beroperasi.

1. Bending wings
Secara garis besarnya sayap pesawat terbang terdiri dari beberapa bagian utama dan bagian kecil yang dirakit secara terpadu untuk mendapat kekuatan yang tinggi. Kekuatan yang tinggi tersebut untuk menahan gaya- gaya yang bekerja ketika sayap sedang terbang dan landing yakni gaya “bending stress”. Berbagai inovasi pun terus dilakukan terkait kemampuan dan fungsi sayap dalam mendukung keselamatan dan keamanan penerbangan dalam segala kondisi.

2. Tes Bird Strike
Burung besi (pesawat terbang) meskipun berukuran jauh lebih besar dan jauh lebih berat, kurang lebih berbobot 40.000 kg, kerap dibuat repot dengan kawanan burung berbobot hanya 2 kg. Salah satu pelopor penerbangan, Cal Rodgers, adalah orang pertama yang mati karena bird strike.

Pada tahun 1912, pesawatnya bertabrakan dengan burung camar di Long Beach, California yang menyebabkan masalah besar pada pesawatnya. Pesawat Rodgers jatuh dan ia pun tenggelam. Dalam catatan International Bird Strike Committee, sekitar $1,2 miliar digelontorkan maskapai untuk diperbaiki setiap tahun akibat bird strike.

Selain itu, untuk menemukan formula yang tepat agar mesin tetap dalam keadaan prima saat terjadi bird strike, sejumlah tes pun dilakukan. Tak terhitung berapa banyak burung mati yang dilemparkan ke dalam mesin. Tak hanya itu, simulasi serangan bird strike dari arah depan juga dilakukan. Hal itu guna mengurangi potensi bahaya dengan kerusakan pada jendela pesawat akibat bird strike.

3. Tes Panas dan Dingin
Pesawat mengudara di hampir seluruh kondisi, panas dan dingin ekstrem. Maka dari itu, memastikan mesin, sistem, dan sejumlah komponen bekerja dengan baik di suhu ekstrem, produsen pesawat pun melakukan ‘hot and cold tests’ untuk menguji pesawat terbang dalam kondisi panas dan beku.

Airbus A350 XWB terbaru, misalnya, untuk memeriksa seluruh komponen dalam suhu beku, para insinyur pun membawa ke Iqaluit, ibukota wilayah Nunavut di Arktik, Kanada. Pesawat tersebut menjalani tes di sana selama seminggu dan membiarkan pesawat dilahap dinginnya iklim Arktik dan kembali menyalakannya setelah sekian lama didiami. Selain itu, pesawat juga menjalani tes pengereman di kondisi landasan bersalju mana kala tiba-tiba pesawat memutuskan tak jadi lepas landas setelah memacu kecepatan penuh di runway.

Selanjuntnya, pesawat juga menghabiskan waktu sekitar seminggu untuk melakukan tes serupa di ketinggian, seperti di Cochabamba dan La Paz (Bolivia), Addis Ababa (Ethiopia), dan lainnya. La Paz adalah salah satu bandara tertinggi di dunia dengan ketinggian 13.300 kaki (4 km) di atas permukaan laut, dan Cochabamba berada di ketinggian sekitar 8.300 kaki (2,5 km).

4. Virtual plane: Iron Bird
Salah satu cara paling mutakhir untuk menguji pesawat modern adalah menguji sistemnya secara digital. Bombardier, misalnya, telah membangun fasilitas pengujian yang disebut “Aircraft Zero” atau fasilitas pengujian lengkap dengan sistem terpadu I Montreal, Kanada.

Baca juga: Inilah Enam Teknologi Terdepan untuk Tingkatkan Efisiensi Bahan Bakar Pesawat

Fasilitas ini memungkinkan model pengujian setara penerbangan ‘nyata’ dengan menghadirkan seluruh segmen penerbangan, seperti lepas landas dan landing. Teknologi itu disebut “Iron-birds”. Banyak hal yang bisa diambil dari tes tersebut, mulai dari mencari keretakan pada pesawat hingga tes USG untuk mencari kecatatan lainnya pada pesawat.

5. Tes Petir
Selain bird strike, pesawat juga kerap mendapat ancaman dari serangan kilat atau petir. Oleh karenanya, sebelum benar-benar mengangkut penumpang, beragam tes simulasi petir pun dilakukan di berbagai fasilitas pengujian, salah satunya di Cardiff, Inggris.

Leave a Reply