Inilah “Pasumai,” Lokomotif Ramah Lingkungan dengan Pilihan Tenaga Listrik Pantograf atau Baterai

0
Pasumai, lokomotif ramah lingkungan (financialexpress.com)

Berbagai moda transportasi dunia saat ini mulai merambah menjadi ramah lingkungan untuk membantu mengurangi emisi karbon. Hal yang terbaru adalah India di mana kini mulai merubah lokomotif mereka menjadi ramah lingkungan dengan menggunakan baterai ke armadanya dan lebih hemat biaya serta menamainya sebagai “Pasumai.”

Baca juga: Indian Railways Berdayakan Panel Surya Sebagai ‘Supplier’ Kelistrikan di Rangkaian Kereta

Hal ini terlihat karena gudang lokomotif listrik di Arakkonam, Tamil Nadu telah mengubah lokomotif listrik 23061 atau WAG5HA menjadi lokomotif shunting mode ganda yang dioperasikan dengan baterai dan AC agar bisa beroperasi di bagian listrik atau berkabel (pantograf) maupun non listrik atau tanpa kabel. KabarPenumpang.com melansir laman financialexpress.com (12/10/2020), menurut kementerian kereta api, pada bagian kabel, lokomotif dapat bekerja dengan dua mode tersebut.

Sedangkan pada bagian tidak berkabel, lokomotif akan beroperasi dengan mode baterai. Indian Railways mengatakan beberapa fitur lokomotif ini antara lain adalah dua set baterai 110V, 1100 AH, baterai VRLA, kompresor DC 1000LPM, 110V DC dalam mode baterai, kontrol kecepatan tiga langkah. Saat menggunakan baterai, lokomotif dapat beroperasi selama empat jam, terhitung bila kapasitas baterai penuh.

Beberapa keunggulan utama lokomotif ramah lingkungan adalah investasi rendah untuk konversi ke lokomotif shunting mode ganda, emisi gas rumah kaca yang sangat rendah, biaya konsumsi energi yang rendah serta polusi udara dapat diteban. Dari rincian yang dibagikan oleh kementerian perkeretaapian India, lokomotif ini menawarkan berbagai manfaat, termasuk dapat menarik 24 gerbong penumpang.

Baca juga: Bukan Nama Jet Tempur, Inilah Lokomotif Tejas yang Layani Kereta Ekspres dengan Kecepatan 160 Km Per Jam

Lokomotif ini juga dapat digunakan dalam situasi darurat seperti kecelakaan untuk mencapai titik kerusakan,  bahkan ketika pasokan peralatan overheat atau OHE tidak tesedia. Bulan lalu, pekerja lokomotif Chittaranjan memproduksi sebanyak 40 lokomotif listrik. Pada tahun 2020-21, pabrik pembuatan lokomotif KA India ini telah memproduksi 135 lokomotif hanya dalam kurun waktu 119 hari kerja.

Leave a Reply