Inilah Rel R60, Jenis Rel Khusus untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung

0
(Liputan6)

Meski tengah menghadapi tantangan membengkaknya biaya pembangunan, namun program kereta cepat Jakarta-Bandung terus berjalan, dan salah satu yang menarik dari fase pembangunan infrastruktur kereta cepat adalah jenis rel yang akan digunakan. Digadang dapat melaju hingga 350 km per jam, tentu butuh jenis rel khusus, maklum rel standar di Indonesia selama ini dipersiapkan untuk dilintasi kereta dengan kecepatan rendah dan sedang.

Baca juga: Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Membengkak, Sri Mulyani Buka Suara

Lantas seperti apakah rel yang akan digunakan pada kereta cepat Jakarta-Bandung? Mengutip dari akun Instagram keretacepat_id, disebutkan bahwa rel yang akan digunakan pada kereta cepat Jakarta-Bandung adalah jenis baru. Persisnya untuk mampu dilintasi kereta cepat, mutlak digunakan adalah rel dengan standar UIC 60 atau R60, yang artinya rel ini memiliki berat 60 kg per satu meter dan tipe rel ini termasuk rel berukuran besar.

Tidak hanya itu, rel yang diangkut ini memiliki panjang 50 meter tanpa sambungan guna mendukung peningkatan keamanan perjalanan kereta cepat. Tipe rel UIC 60 ini digunakan untuk kereta berkecepatan tinggi 350 km per jam bahkan lebih. Karena merupakan jenis rel khusus, maka tioe rel R60 masih didatangkan dari negeri asalnya, Cina.

Total ada sebanyak 12.539 batang rel didatangkan langsung dari Cina menuju pelabuhan Tanjung Intan Selatan di Cilacap. Setelah itu, rel di muat ke atas kereta angkutan untuk diberangkatkan ke Stasiun Rancaekek. Kemudian, Rel di bongkar muat di Depo Tegalluar Rancaekek.

Dengan ukuran rel yang tak lazim, maka pengangkutan rel untuk kereta cepat juga memerlukan beberapa proses dan tahapan yang kompleks. Masih dari sumber yang sama, dikatakan, rel yang digunakan pada trase proyek kereta cepat Jakarta-Bandung adalah 500 meter. Untuk mengangkut batang rel 100 meter saja di jalur darat Indonesia yang memiliki tikungan dan belokan sangatlah sulit. Maka dari itu, pengiriman rel dibagi menjadi 50 meter dan cara ini sendiri adalah yang pertama di Indonesia.

Baca juga: Ternyata Ada Beragam Jenis Bantalan Rel, Indonesia Pakai Yang Mana?

Dengan spesifikasi yang disebutkan, pengangkutan rel dari Cina ini membutuhkan perlakuan khusus, salah satunya dilakukan dengan angkutan kereta yang melaju dengan kecepatan 5 km per jam sampai maksimal 40 km per jam. Sebagai perbandingan, kereta yang melintas membawa penumpang melaju dengan kecepatan 60 – 80 km per jam.

Leave a Reply