Tuesday, April 16, 2024
HomeBandaraInilah Sebab Begitu Banyak Jenis Frekuensi Radio yang Digunakan di Bandara

Inilah Sebab Begitu Banyak Jenis Frekuensi Radio yang Digunakan di Bandara

Sebagai wilayah strategis yang terkait dengan begitu banyaknya lalu lintas wahana di angkasa, maka dipastikan ada lebih dari satu frekuensi radio yang dioprasikan untuk beberapa maksud yang berbeda. Sebut saja komunikasi radio antara petugas pengawas lalu lintas udara (ATC) dengan pesawat akan berbeda dengan frekuensi radio yang digunakan oleh ground crew.

Baca juga: Pengaruhi Bobot Pesawat, Inilah Alasan Pesawat Udara Menggunakan Frekuensi Daya 400 Hz

Dengan dinamika aktivitas di bandara yang cukup kompleks, maka yang menjadi pertanyaan ada berapa jenis frekuensi radio yang dioperasikan di area bandara. Kabapenumpang.com merangkum dari simpleflying.com, bahwa pada dasarnya ada empat jenis kategori frekuensi yang dijalankan di area bandara, yakni frekuensi pendekatan dan keberangkatan (approach and departure frequency), frekuensi menara (tower frequency), frekuensi ground (ground frequency), dan frekuensi ramp (ramp frequency).

Approach and departure frequency
Jalur frekuensi radio ini digunakan oleh pilot untuk izin memasuki wilayah udara. Frekuensi ini membantu penerbang dengan line-up yang selanjutnya pilot/kopilot mendengarkan frekuensi menara (alias pengontrol lokal) untuk mendapatkan informasi tentang pesawat lain di wilayah udara. Ini akan membuat pilot waspada dan fokus pada pendaratan yang aman.

Untuk melakukan pendaratan yang aman dan tiba di gerbang yang benar untuk menurunkan penumpang. Pesawat akan dipandu oleh petugas ATC. Penerbang harus mendengarkan sinyal audio dari darat untuk memberi tahukapan Anda diizinkan untuk memasuki wilayah udara di sekitar bandara dan landasan pacu mana yang akan didarati.

Setelah pesawat melakukan touchdown, langkah selanjutnya adalah mentransfer penerbang ke frekuensi ground. Kontroler darat akan membawa ke taxiway dan membantu menjaga jarak yang tepat antara badan pesawat dan kendaraan darat di taxiway bandara. Kemudian, penerbang harus menemukan gerbang yang tepat dan memiliki izin untuk bergerak di sepanjang taxiway ke gerbang (gate) yang telah ditentukan.

Baca juga: Tanpa Sadar, Tingginya Frekuensi Penerbangan Giring Pesawat Sipil Lakukan “Elephant Walk”

Sekarang bayangkan, jika semua pesan itu datang dalam satu frekuensi? Tentu akan sangat sulit untuk fokus menerbangkan pesawat sembari mencoba mengambil data relevan yang dibutuhkan secara audio. Namun, masih ada jarak antara taxiway dan gerbang yang dipisahkan oleh garis hitam dan kuning. Dan sinilah awak kabin mendapatkan frekuensi ramp, yaitu frekuensi yang digunakan antara ground crew dan pilot untuk memastikan proses pendekatan dan koneksi ke garbarata berlangsung lancar.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru