Tuesday, April 16, 2024
HomeAnalisa AngkutanInilah Tiga Sumber Kebisingan Pesawat dan Cara Industri Meredamnya

Inilah Tiga Sumber Kebisingan Pesawat dan Cara Industri Meredamnya

Sebagai moda transportasi paling aman di dunia, pesawat bukan tanpa celah atau kekurangan. Salah satu kekurangan pada pesawat adalah tingkat kebisingan tinggi (polusi suara). Kebisingan bukan hanya membuat orang yang mendengarnya tak nyaman tetapi juga berdampak pada kesehatan. Sedikitnya ada tiga sumber penyebab kebisingan pada pesawat dan cara industri penerbangan meredamnya.

Baca juga: APU Beraksi, Inilah Sumber Suara Bising yang Kerap Anda Dengar Saat Naik dan Turun Pesawat

Polusi suara pesawat atau aircraft noise pollution sudah menjadi makanan sehari-hari bagi pekerja bandara, baik itu staf darat maupun udara. Polusi suara pesawat (disebut juga pencemaran suara) telah lama dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, seperti gangguan tidur, gangguan jantung (kardioviskular) dan stres.

Polusi suara atau kebisingan dari pesawat, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber, disebabkan oleh tiga hal; mesin pesawat, badan pesawat, dan auxiliary power unit (APU).

  1. Mesin Pesawat

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sumber utama penyebab kebisingan pada pesawat adalah mesin pesawat. Terdapat beberapa jenis mesin atau engine dari pesawat, diantaranya, turbojet engine, turboporop engine, turbofan engine, turboshaft engine.

Pesawat narrowbody, setidaknya dibutuhkan waktu ground run sekitar 30-35 detik untuk lepas landas atau saat roda pesawat mulai meninggalkan runway. Tetapi, balik lagi, semuanya sangat tergantung dengan faktor lain, sebagaimana yang telah disebut di atas.

Meski begitu, lebih atau kurang dari 30-35 detik waktu yang dibutuhkan pesawat untuk lepas landas, yang pasti pilot baru berani menarik throttle-up saat pesawat sudah mencapai kecepatan yang dibutuhkan untuk mengudara atau decision speed (V1). Biasanya, V1 pada pesawat narrowbody berkisar antara 120 sampai 140 knot.

Sedangkan untuk pesawat-pesawat widebody, pesawat membutuhkan ground run selama 50 detik untuk mencapai kecepatan yang dibutuhkan, juga antara 120 dan 140 knot, dan kemudian lepas landas.

Dengan kecepatan tersebut, tak heran bila mesin pesawat mengeluarkan suara sangat bising. Ini pula yang membuat pesawat diatur agar tidak melewati pusat kota karena suara bising yang dihasilkan. Jangankan saat di bandara, saat berada di udara pun suara bising pesawat masih terdengar jelas.

2. Badan Pesawat

Selain mesin, badan pesawat itu sendiri juga menghasilkan suara bising. Di kalangan peneliti, badan pesawat sebagai sumber kebisingan dan inefisiensi bukan hal aneh.

Ini pula yang menjadi fokus mereka dalam mencari solusi atas kebisingan itu, salah satunya ialah melapisi badan pesawat dengan kaca film yang strukturnya terinspirasi dari kulit ikan hiu. Ini dianggap dapat mengurangi gesekan yang menjadi sumber kebisingan pada badan pesawat.

3. Auxiliary Power Unit (APU)

Terakhir, yang menjadi sumber kebisingan adalah unit daya tambahan (APU). Sebelum mesin dinyalakan, pesawat tetap menghasilkan kebisingan dari pengoperasian APU untuk mendinginkan kabin, sebagai sumber penghasil electrical power dan pneumatic pada saat di darat dan pada saat terbang, serta start engine.

Mengingat konsekuensi akibat kebisingan pesawat berpotensi industri kedirgantaraan global mulai mencari cara agar polusi suara pesawat dapat diminimalisir, baik melalui kebijakan ataupun inovasi teknologi.

Baca juga: Yuk! Pahami Berbagai “Bunyi Bising” di Dalam Kabin Pesawat

Dari segi kebijakan, maskapai diatur agar pilot lepas landas dengan cara se-senyap mungkin atau dalam pedoman ICAO disebut NADP 1 dan NADP 2. Ada pula kebijakan mengenakan biaya ekstra untuk penerbangan malam hari.

Dari segi inovasi, para ahli berupaya keras untuk menciptakan mesin jet yang lebih senyap, badan pesawat yang lebih licin sehingga minim gesekan, dan lainnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru