Wednesday, February 18, 2026
HomeAnalisa AngkutanInilah yang Terjadi Jika Stasiun Manggarai Terintegrasi dengan LRT Jakarta

Inilah yang Terjadi Jika Stasiun Manggarai Terintegrasi dengan LRT Jakarta

Jakarta sebagai Kota Metropolitan yang kini berkembang pesat apalagi pada sektor transportasi. Kini transportasi di Jakarta sudah semakin mudah dan terintegrasi ke berbagai wilayah Jabodetabek. Salah satunya transportasi berbasis rel atau kereta api. Di Jakarta sendiri sudah cukup banyak jalur kereta api yang menghubungkan ke berbagai wilayah baik di Jakarta maupun di wilayah luar Jakarta.

Berbagai macam stasiun yang kini sudah semakin mudah untuk di akses bahkan berbagai fasilitas pun sudah lengkap tersedia. Berbagai bangunan stasiun di Jakarta sudah bisa dikatakan megah yang bisa menampung ribuan penumpang. Ada pula stasiun yang bahkan digadang-gadang sebagai “jantung”nya Jabodetabek karena jalur kereta apinya terpusat di stasiun tersebut. Stasiun tersebut apalagi kalau bukan Manggarai.

Berusia lebih dari satu abad, Stasiun Manggarai sudah banyak dikenal masyarakat karena lokasinya sangat strategis dan terkoneksi dengan jalur kereta api lainnya. Stasiun ini merupakan percabangan ke berbagai kota di Jabodetabek. Tak heran, kedepannya Stasiun Manggarai akan dijadikan lokasi terpusat untuk transportasi berbagai jenis. Tentunya, Ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas, konektivitas, serta nilai ekonomi masyarakat sekitar.

Stasiun Manggarai dirancang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi utama, seperti KRL Commuter Line, KA Bandara, Transjakarta, dan LRT Jakarta sehingga menciptakan kemudahan perpindahan antarmoda yang lebih efisien dan nyaman. pengembangan kawasan Manggarai tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur transportasi, tetapi juga pada pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan aktivitas serta nilai ekonomi masyarakat.

Stasiun Manggarai kini sudah banyak dinikmati masyarakat sebagai stasiun yang terkoneksi ke berbagai wilayah baik menggunakan KRL Commuter Line maupun Transjakarta. Apalagi pembangunan LRT Jakarta yang terkoneksi ke Stasiun Manggarai akan semakin mudah dan strategis. Diketahui bahwa pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai 89,22 persen hingga akhir Desember 2025. Sejumlah struktur utama di koridor Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung telah tersambung.

Selain mendukung mobilitas perkotaan, pembangunan LRT Jakarta yang beroperasi menggunakan tenaga listrik juga berkontribusi terhadap agenda dekarbonisasi perkotaan. Secara kumulatif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 2.927.250 ton CO2e, melalui penurunan emisi karbon per penumpang per kilometer dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.

Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru