Intip Boeing 747 yang Disulap Jadi NASA Space Shuttle

0
NASA Space shuttle Boeing 747. Foto: Getty Images

Sejak terbang perdana pada 9 Februari 1969, Boeing 747 terus menarik perhatian maskapai global. Pesawat berjuluk Queen of the Skies ini tidak hanya dijadikan pesawat komersial, tetapi juga private jet, kargo, hingga pesawat kepresidenan; termasuk Shuttle Carrier Aircraft (SCA) atau NASA Space Shuttle.

Baca juga: Ini Deretan Maskapai Pertama yang Operasikan Setiap Tipe Boeing 747

Dilansir Simple Flying, NASA memperkenalkan Space Shuttle berbasis Boeing 747 yang dapat digunakan kembali (re-usable Space Shuttle) pada tahun 1977. Sebelum memiliki Queen of the Skies, NASA sempat mempertimbangkan Lockheed C-5 Galaxy untuk mengisi peran tersebut. Namun, karena satu dan lain hal, terutama terkait desain sayap rendahnya, Boeing 747-100 akhirnya dipilih.

SCA pertama adalah 747-100 bekas American Airlines, dengan nomor registrasi N905NA. Pesawat ini sebelumnya telah masuk ke tahun layanan bersama maskapai pada tahun 1970 dan diambil oleh NASA pada tahun 1974.

Setelah modifikasi ekstensif, pesawat ini mulai eksis menjadi shuttle service atau Space Shuttle pada tahun 1977. Sampai di sini, pesawat belum menggunakan livery NASA. Barulah pada tahun 1983 Space Shuttle ini mulai menggunakan livery NASA.

Beberapa tahun berselang, NASA memperoleh space shuttle keduanya berbasis Boeing 747SR bekas Japan Airlines. Ini mulai beroperasi pada tahun 1990.

Meski diletakkan di atas space shuttle, modifikasi ekstensi meliputi seluruh bagian interior pesawat. Dari segi eksterior, badan pesawat diperkuat untuk menopang pesawat ulang-alik yang berada di atasnya, termasuk penyangga untuk merilis pesawat saat ketinggian mencukupi.

Perubahan besar dilakukan pada bagian ekor, dengan vertical stabilizer ditambahkan ke main horizontal stabilizers. Ini untuk melawan perubahan pusat gravitasi ketika pesawat ulang-alik dipasang. Saat terbang tanpa pesawat ulang-alik, bobot pemberat harus ditambahkan untuk mempertahankan pusat gravitasi.

Setelah modifikasi dibuat pada badan pesawat, pesawat ulang-alik barulah bisa diangkat ke atas badan pesawat dan dikunci pada tempatnya. Ini bukan hal mudah. Beberapa laporan mengklaim butuh waktu hingga seminggu bagi kru untuk mempersiapkan dan memasang pesawat ulang-alik di atas space shuttle sebelum misi penerbangan.

Ada tiga struts yang digunakan untuk attachment. Penopang depan tunggal berada di atas dek atas 747. Dan dua penyangga buritan berada di tengah-tengah badan pesawat. Ini melekat pada tangki bahan bakar eksternal pesawat ulang-alik.

Baca juga: Inilah Space Shuttle Café, Food Truck Bertema Pesawat Luar Angkasa

Saat di udara, teknisnya memang tak serumit saat meletakkan pesawat ulang alik ke atas space shuttle. Pesawat lepas landas seperti biasa. Kemudia cruising dan rilis.

Sebelum dirilis, space shuttle harus menukik sedikit terlebih dahulu agar tak saling berbenturan. Efek penyangga bagian depan yang lebih tinggi di bagian belakang juga memudahkan proses rilis ini, dimana pesawat ulang alik bisa langsung lift dan menjauh dari space shuttle usai dirilis.