Intip Teleskop Terbang Terbesar di Dunia Boeing 747 NASA

0
Teleskop Boeing 747SP NASA. Foto: NASA

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dikenal memiliki banyak teleskop antariksa canggih. Mulai dari Kepler, Hubble, Wide-Field Infrared Survey Telescope (WFIRST), dan berbagai teleskop antariksa lainnya. Namun, dari sederet teleskop antariksa canggih NASA, tak banyak berupa teleskop yang disematkan di dalam sebuah pesawat.

Baca juga: Mengulang 45 Tahun Lalu, Dua Astronaut NASA Mendarat di Laut dengan Kapsul SpaceX

Dilihat KabarPenumpang.com dari laman resmi NASA, teleskop pesawat pertama lembaga tersebut yang bernama learjet muncul pada 1968, disusul KAO pada 1975. Setelah keduanya pensiun, NASA meluncurkan Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA) pada 2009 lalu.

Proyek yang terwujud atas kerjasama NASA-German Aerospace Center (DLR), dengan skema kemitraan 80-20 persen ini, memilih Boeing 747 sebagai pesawat pembawa teleskop SOFIA. Sebelum dirombak total NASA untuk kebutuhan penelitian, pesawat dengan nomor registrasi N747NA ini, sebagaimana dikutip dari Simple Flying, pertama kali dioperasikan oleh maskapai legendaris Pan Am pada 1977.

Pesawat berumur 44 tahun itu kemudian berpindah ke tangan United Airlines pada 1986, dan akhirnya dimiliki oleh NASA pada 1997. Di tangan NASA, pesawat Boeing 747SP menjalani perombakan besar-besaran untuk kebutuhan proyek penelitian luar angkasa.

Setelah tertunda sekian lama akibat terkendala biaya dan teknologi, pesawat akhirnya melakukan uji terbang perdana pada 2009. Kala itu, untuk pertama kalinya, teleskop SOFIA Boeing 747SP NASA- German Aerospace Center atau Badan Antariksa Jerman berhasil terbuka. Pada 26 Mei 2010, SOFIA Boeing 747SP resmi memulai operasional perdana dengan mengembalikan citra pertama tata surya.

Teleskop SOFIA Boeing 747SP punya misi berat. Pesawat teleskop ini didapuk untuk memotret inframerah di tata surya. Itu mengapa teleskop SOFIA disematkan pada pesawat, bukan diletakkan di daratan layaknya teleskop lain. Dengan meletakkan teleskop di pesawat, yang notabene terbang pada ketinggian 38.000 dan 45.000 kaki, SOFIA Boeing 747SP dimungkinkan untuk beroperasi secara maskimal dikarenakan teleskop berada di atas atmosfer penghambat inframerah bumi.

Teleskop terbesar di dunia yang dipasang di pesawat ini biasanya beroperasi sampai 10 jam dalam sehari, selama 100 kali dalam setahun. Cara kerjanya, bagian belakang sebelah kiri pesawat terbuka dan teleskop mulai bekerja mengamati gelombang inframerah di luar angkasa. Dalam prosesnya, teleskop dibantu oleh berbagai kamera canggih, spektrometer, dan polarimeter.

Baca juga: X-59 QueSST, Pesawat Supersonik Rancangan NASA, Siap Unjuk Gigi Pada 2021

Secara umum, teleskop pesawat NASA menjalankan misi luar angkasa di Armstrong Flight Research Center di Bandara Regional Palmdale, California, mewakili wilayah Utara bumi. Untuk bagian Selatan, pesawat akan menjalankan misi di Bandaa Internasional Christchurch, Selandia Baru untuk observasi langit belahan Bumi Selatan. Di Selandia Baru, SOFIA Boeing 747SP biasanya beroperasi selama dua bulan.

Di antara berbagai jasa teleskop pesawat NASA, temuan oksigen di atmosfer Mars dan mempelajari atmosfer Pluto mungkin jadi yang paling berharga.

Leave a Reply