Jadi Keluarga Pesawat Terlaris di Dunia, Ternyata Boeing 737-100 Paling Tak Laku Gegara Kekecilan

0
Boeing 737-100 Lufthansa di Bandara Manchester tahun 1972. Foto: Wikimedia Commons

Boeing 737 berhasil mencatatkan diri sebagai pesawat pertama dalam sejarah penerbangan dunia yang berhasil membukukan 100 juta lebih jam terbang, pada 27 Januari 2002. Mengingat keluarga Boeing 737 masih terus eksis sampai saat ini, bukan tak mungkin keluarga 737 akan mencetak rekor jam terbang jauh lebih tinggi dari sekedar 100 juta lebih.

Baca juga: Berapa Banyak Pesawat Boeing 737 All Series yang Masih Terbang dan dalam Pesanan?

Kendati demikian, generasi pertama pesawat tersebut, yaitu Boeing 737-100, di masa lalu ternyata nyaris gagal dipasaran. Betapa tidak, dengan ekspektasi tinggi, pesawat justru hanya terjual 30 unit. Penyebabnya mungkin banyak, tetapi, masalah dimensi dinilai cukup menentukan.

Boeing 737-100 berhasil terbang perdana pada April 1967. Debut perdananya terjadi pada Februari 1968 bersama Lufthansa dan United Airlines selang sehari menggunakan seri yang lebih panjang, 737-200. Adapun seri klasik 737-300 dan -400 pertama kali terbang mulai Februari 1984, diikuti seri klasik berikutnya Boeing 737-500.

Kehadiran Boeing 737 -yang notabene merupakan pengembangan versi murah dari Boeing 707 dan Boeing 727- dengan kapasitas dan jarak yang lebih rendah, dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan maskapai.

Tak ayal, sekalipun pernah melempem di era pemberlakuan aturan ETOPS atau “60-minute rule” pada dekade 70an, keluarga Boeing 737 terus melesat di pasar narrowbody hingga angka penjualannya tak terkejar oleh para kompetitor, seperti keluarga Airbus A320, keluarga A321, McDonnell Douglas MD-80, McDonnell Douglas DC-9, hingga Bombardier CRJ200.

Ditelisik dari jumlah penjualan, tentu Boeing 737 generasi pertama jauh lebih unggul. Sebab, saat itu, belum ada pesaing yang sepadan. Adapun seri klasik mulai mendapat tantangan berat dari Airbus yang lahir beberapa tahun selang seri klasik 737-300 dan -400 lahir. Tetapi, pada akhirnya 737 tetaplah juaranya.

Setelah hampir 53 tahun mengudara, setidaknya ada hampir 10 ribu pesawat keluarga Boeing 737 yang beroperasi, mulai dari generasi pertama, seri klasik, 737NG atau Next Generation, sampai seri teranyar 737 MAX, yang tersebar di seluruh dunia. Jumlah itu sudah termasuk pesawat yang masih dalam pesanan.

Meski menjadi keluarga pesawat tersukses di dunia, baik dari segi penjualan maupun jam terbang, dimasa lalu, sebagaimana dikutip dari Simple Flying, program Boeing 737 nyaris gagal di awal karena dianggap terlalu kecil.

Boeing 737-100 diketahui memiliki panjang 28.63 m. Pesawat ini bahkan masih jauh lebih kecil dibanding pesawat narrowbody twinjet terkecil Airbus, A318, dengan panjang 31,44 m.

Pesawat asli Boeing 737 juga lebih kecil dibanding Embraer E170, Airbus A220 (Bombardier C-Series), dan Douglas DC-9.

Boeing 737-100 juga menjadi pesawat narrowbody terkecil di dunia, termasuk mengalahkan pesawat Boeing lainnya. Boeing 727-100 terkecil memiliki panjang 40,59 m. Boeing 737 MAX 7, varian terkecil MAX, memiliki panjang 35,56 m.

Baca juga: Hari ini, Boeing 737 Jadi Pesawat Pertama dalam Sejarah yang Cetak 100 Juta Lebih Jam Terbang

Tak ayal, saking kecilnya dimensi panjang pesawat, baik generasi pertama, seri klasik, 737NG atau Next Generation, maupun seri anyar MAX, tak ada satupun yang kembali ke desain awal Boeing 737-100.

Meski begitu, industri penerbangan terus berputar. Saat rute point-to-point kembali bergairah setelah pandemi virus Corona, mungkin, pesawat dengan dimensi sekecil Boeing 737-100 akan semakin diminati.