Jalur Kereta Api Medan – Siantar Diperbaiki, Potensi Danau Toba Bisa Lebih Bersinar

Jalur kereta api Medan-Siantar (Youtube)

Para pelancong yang akan menuju destinasi Danau Toba di Sumatera Utara kerap kali menggunakan pesawat terbang dengan tujuan Bandara Silangit atau kini bernama Bandara Sisingamangaraja XII. Tetapi, tidak ada salahnya juga bila tiba di Kualanamu dan menggunakan moda transportasi lain seperti kereta api untuk sampai di danau vulkanik terbesar di dunia ini. Kereta api yang bisa digunakan pelancong yakni Siantar Ekspres yang berangkat dari Stasiun Medan menuju Staisun Pematang Siantar.

Baca juga: Kereta Premium Siap Ramaikan Rute Lubuk Pakam-Pematangsiantar

Untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata di Danau Toba, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera berencana melakukan perbaikan lintasan kereta api di Sumatera Utara tahun 2019 ini. Pejabat Pemuat Komitmen (PKK) Medan I Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Fakhrul Rivai Hasibuan memaparkan bahwa peningkatan infrastruktur kereta dilakukan untuk relasi Medan menuju Siantar dan sebaliknya.

“Kalau Medan-Siantar kita program dua tahun, dari 2019 sampai 2020 selesai. Kita mulai dari Stasiun Aras Kabu persimpangan Kualanamu sampai Tebing Tinggi, Siantar,” ujarnya yang dikutip KabarPenumpang.com dari vivanews.com, Senin (28/1/2019).

Dia mengatakan kini pihaknya tengah mempersiapkan dokumen pelelangan tender dan berharap proses pengerjaan bisa sesuai dengan yang sudah dijadwalkan yakni April 2019. Dia menjelaskan, proyek tersebut akan dimulai dari pergantian rel.

“Program kita tahun ini, dengan peningkatan perlintasan kereta api sepanjang 103 kilometer dengan dana bersumber Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Karena, kondisi rel saat ini, rel R33 dan rel R42, kecepatan kereta api sangat terbatas. Kemudian, pengaruh dengan keselamatan kereta api,” ungkapnya.

Adanya peningkatan perlitasan ini sendiri diakui Fakhrul bertujuan untuk mendukung program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (SPN) Danau Toba. Peningkatan infrastruktur kereta api ini, menurut Fakhrul, juga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat. Apalagi, pengguna moda transportasi kereta api di Sumut semakin meningkat jumlahnya.

Diketahui, jalur kereta api Medan-Siantar dalam pembangunannya terbagi menjadi dua fase, awalnya Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) membangun jalur Medan-Tebing Tinggi yang berada di Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara dan Aceh ini mulai 28 April 1888 hingga ke Perbanungan. Kemudian berlanjut membuka jalur menuju Tebing Tinggi tahun 1903 silam.

Baca juga: Jejak Sejarah Stasiun Medan, Sisakan Kenangan Menara Jam Antik

Sukses dengan jalur Medan-Tebing Tinggi, DSM kemudian melanjutkan pembangunan jalurnya dari Tebing Tinggi menuju ke Siantar. Pembangunan sepanjang 100 km meter diresmikan pada tahun 1915 dan setahun kemudian pada 5 Mei 1916, jalur tersebut selesai di bangun.