Jalur Kereta Athena – Piraeus, Mimpi Para Athenians yang Jadi Kenyataan

Salah satu armada di Athena - Piraeus Railways. Sumber: GTP Headlines

Menilik sejarah perkembangan kereta api di berbagai negara, nampaknya semua membutuhkan proses panjang untuk sampai ke tahapan modern seperti hari ini. Semuanya bermula dengan hal sederhana yang kemudian mulai ‘terkontaminasi’ dengan teknologi dan melahirkan sebuah perkembangan – dan tahapan-tahapan seperti ini terus berulang hingga hari ini. Tanpa pengecualian, termasuk juga jaringan perkeretaapian di Negeri Para Dewa, Yunani. Kita-kira, bagaimana ya perkembangan perkeretaapian di Yunani?

Baca Juga: Stasiun Blitar, Sejarah Panjang dari Fokker Hingga Soekarno

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman greekreporter.com (16/9/2018), para Athenians (sebutan untuk orang Athena) dan para pelancong dewasa ini seyogyanya menikmati layanan kereta api listrik Piraeus – Kifissia, layanan kereta yang sudah ada sejak 150 tahun silam. Adapun sistem transportasi ini mulanya menggunakan sebuah kereta yang ditarik oleh kuda – mungkin mirip seperti delman, dan hanya menghubungkan Athena dan Piraeus.

Lambat laun evolusi mulai terjadi. Kereta bertenaga uaplah yang akhirnya menggantikan peran dari kuda-kuda tersebut. Sistem transportasi modern antara Athena dan Piraeus ini mulai mengalami masa transisi pada tahun 1855, dimana Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Alexandros Mavrokordatos bertanggung jawab atas pembangunan jaringan kereta api antara Athena – Piraeus.

14 tahun berselang, atau tepatnya pada 27 Februari 1869, Athena – Piraeus Railway rampung dan menuai pujian dari berbagai kalangan. Mereka beranggapan bahwa jalur kereta pertama ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Bermodalkan lokomotif uap, enam gerbong penumpang, rangkaian kereta ini berhasil menempuh jarak 8,5 km yang menghubungkan Thissio, Athena – Pireas dalam waktu kurang lebih 19 menit.

Perkembangan demi perkembangan terus terjadi di tubuh Athena – Piraeus Railway, hingga pada 16 September 1904, elektrifikasi jalur mulai terjadi dengan mengerahkan tenaga 600V DC, third rail, dan aliran listrik atas yang dikerjakan oleh Thomson Houston (salah satu pelopor berdirinya perusahaan General Electric).

Tidak berhenti sampai di situ, perkembangan terus terjadi di perkeretaapian Yunani yang ditandai dengan hadirnya double track dan pembangunan terowongan pada tahun 1889 – dimana terowongan itu menghubungkan Thissio dan Omonia.

Baca Juga: Sejarah Singkat Kereta di Pulau Jawa, Butuh 36 Tahun Untuk Hadirkan Jaringan Sepanjang 3.000 Km!

Kendati sempat berpindah tangan ke pihak swasta pada tahun 1926 dan berganti nama menjadi Hellenic Electric Railways Company, namun setengah abad kemudian jaringan perkeretaapian ini kembali dinasionalisasikan dan berganti nama kembali menjadi Athens-Piraeus Electric Railways S.A. (I.S.A.P).

Hingga kini, jalur tersebut masih beroperasi dan tetap dipertahankan sebagai bukti bahwa mimpi para Athenians telah terwujud.