Jalur Kereta di Pulau Madura, Terlupakan Meski Nyaris Dihidupkan Kembali

3
Stasiun Kamal, Madura. Sumber: Mohamad Aliwafa

Jaringan kereta api di Indonesia dikenal hanya melayani dua pulau, yakni Sumatera dan Jawa. Tapi kebanyakan orang tak mengetahui bahwa di bagian lain dari Jawa Timur, yakni di Pulau Madura ternyata juga terdapat jaringan kereta api. Tak berbeda dengan asal usul jaringan kereta di Jawa dan Sumatera, adanya jaringan rel di lumbung garam ini juga merupakan sisa-sisa kolonial Belanda.

Baca Juga: Gandeng Belanda Lestarikan Kereta Jadul, PT KAI Optimis Museum Ambarawa Jadi Yang Terbesar di Asia

Sama seperti daerah lain, Madura pun tak luput dari kekejaman masa penjajahan Belanda yang terkenal dengan sistem  tanam paksanya tersebut. Tapi di balik itu semua, ada satu kemudahan di segi transportasi yang dirasakan oleh rakyat Madura, yaitu hadirnya kereta api yang kala itu menjadi tulang punggung transportasi di sana. Mengingat moda transportasi kala itu belumlah sebanyak sekarang, maka tidak heran jika si ular besi ini menjadi primadona bagi setiap orang.

Sumber: istimewa

Tidak hanya dipergunakan untuk mengangkut komoditas saja, warga Madura juga menjadikan kereta api sebagai sarana mobilisasi yang canggih waktu itu. “Dulu di Madura ada kereta, ramai penumpangnya, dan untuk angkut komoditas. Kereta di Madura tak tergantikan, karena belum ada transportasi lain sebanyak saat ini. Hasil dari kebun-kebun di Madura dibawa pakai kereta di bawa ke Surabaya,” tutur Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, dikutip KabarPenumpang.com dari laman detik.com.

Masih dikutip dari laman yang sama, Djoko menambahkan bahwa jaringan kereta di Madura yakni lintasan Kamal-Pamekasan sejauh 113 km dan Bangkalan-Telang sejauh 13 km. Jalur tersebut dioperasikan oleh perusahaan kereta Hindia Belanda, Madoera Stoomtram Maatschappij yang membangun relnya sejak pertengahan abad ke-19.

Foto: Mohamad Aliwafa

Namun seiring berjalannya waktu, masa-masa kejayaan kereta api di Madura mulai mengalami kelunturan hingga akhirnya ditutup pada 1987 karena kurangnya peminat. Hadirnya Mobil Pengangkut Umum (MPU) dan bus disebut-sebut sebagai faktor vokal yang menyebabkan perkeretaapian di Madura ‘mati suri’ hingga waktu yang belum ditetapkan.

Sempat muncul wacana tentang pengaktifan kembali kereta api di Madura, tepatnya pada tahun 2009 kemarin. “Gagasan mengaktifkan kembali jalur kereta api ini timbul setelah jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dioperasikan,” imbuh Bagian Properti, Aset Tanah, dan Bangunan, PT KAI Wilayah Madura kala itu, Mohammad Ali, dikutip dari sumber terpisah.

Baca Juga: Ternyata, Trem Listrik di Jakarta Lebih Dulu Ketimbang di Belanda

Namun rencana penghidupan kembali jalur yang sempat mati suri ini diyakini bakal menemukan berbagai kendala. Diantaranya adalah sinkronisasi yang harus dilakukan PT KAI dengan MPU dan bus, membenahi jalur yang sudah tertimbun modernisasi, hingga masalah lain yang berkenaan dengan pendanaan. Tidak bisa dipungkiri, menghidupkan kembali jalur kereta yang sudah mati bukanlah perkara mudah dan membutuhkan investasi yang sangat besar.

3 COMMENTS

  1. Sumber foto istimewa?
    Bisa dicantumkan?
    Sebagai pemilik foto saya tak keberatan kok, asal ditulis

Leave a Reply