Jalur Stasiun Nambo Punya Pemandangan Yang Manjakan Mata

0
Stasiun Nambo

Stasiun kereta api Nambo merupakan stasiun yang baru kembali dioperasikan pada 1 April 2015 untuk melayani kereta listrik (KRL) Commuter Line yang memberangkatkan sembilan kali dalam sehari dengan dua rangkaian kereta rute Nambo ke Depok/Angke. Stasiun Nambo sendiri terletak di Bantar Jati, Bogor.

Baca juga: Lempuyangan, Sejarah Panjang Stasiun KA Ekonomi di Yogyakarta

Diresmikan tahun 1997, Stasiun Nambo sebenarnya direncanakan akan dibuat jalur lingkar mulai dari Cikarang hingga Parung Panjang. Sayangnya rencana ini terpaksa ditunda karena krisis ekonomi yang terjadi tahun 1997 tak lama setelah di resmikan. Kemudian, tahun 2002, PT Kereta Api Indonesia kemudian mengoperasikan Kereta Disel Listrik (KRD) tujuan Tanah Abang – Nambo.

Sayangnya KRD ini hanya bertahan lima tahun hingga 2007, sebab rangkaian keretanya yang sudah sangat tua. Kemudian tahun 2012, PT KAI mulai kembali memperbaiki jalur ini dan dipasang gardu listrik serta tiang LAA (Listrik Aliran Atas) agar KRL bisa melintas di jalur ini. Kemudian setelah adanya perbaikan jalur, selain untuk pengoperasian KRL, stasiun ini juga kembali mengoperasikan kereta api barang angkutan tujuan Kalimas.

Pengoperasian kereta api barang ini berangkat pada pagi hari dan sampai di Surabaya pada malam harinya, pemberangkatan pagi agar tidak mengganggu perjalanan KRL setiap harinya. Stasiun Nambo sendiri diketahui memiliki delapan jalur kereta api yang semuanya dalam kondisi baik.

Jalur satu digunakan untuk KRL dan kereta langsir. jalur dua, tiga dan empat untuk kereta langsir serta menumpan gerbong datar atau untuk parkir gerbong semen yang sudah selesai loading. Jalur lima dan enam digunakan untuk proses loading semen. Sedangkan jalu tujuh dan delapan merupakan jalur baru yang rencananya akan digunakan untuk jalur kereta batu bara dari Ciganding.

Bangunan stasiun ini sendiri mirip dengan sebuah villa. Arsitekturnya pun mirip dengan stasiun Cibinong. Walaupun bernama stasiun Nambo, tapi tidak berada di desa Nambo melainkan desa Bantar Jati.

Baca juga: Mengenal Walahar Express, Kereta “Odong-Odong” dari Purwakarta

Sepanjang jalur kereta ini dari Citayam – Cibinong – Nambo ini berbeda degan jalur KRL di Jabodetabek pada umumnya. Sebab dengan melintasi jalur ini, pandangan mata Anda akan dimanjakan dengan pemandangan khas pedesaan yang spektakuler. Sungai yang besar melintasi dibawah jalur kereta hingga sawah yang membentang dan jajaran bukit pegunungan yang terhampar bisa terlihat dari jalur ini.

Leave a Reply