Jaringan 5G Dipercaya Mampu Mengubah Wajah Pariwisata

0
Jaringan 5G mudahkan semua urusan di industri pariwisata (5gradar.com)

Industri pariwisata di dunia terhenti sementara akibat pandemi Covid-19. Namun meski begitu analis masih berharap pertumbuhan pariwisata terus berlanjut setelah vaksin tersedia. Apalagi jika koneksi jaringan seluler sudah 5G yang mana bisa lebih cepat, lebih andal dan menjangkau jauh sehingga bisa dimanfaatkan pada industri pariwisata.

Baca juga: Airbus dan M1 Singapura Uji Coba Jaringan 5G untuk Drone

Bahkan dengan jaringan seluler 5G, interaksi terbatas karena pandemi ini dapat mengaktifkan semua jenis kasus penggunaan jarak jauh seperti pembayaran tanpa kontak, pemantauan robot, kendaraan antar jemput tanpa pengemudi dan banyak hal lainnya. Nah KabarPenumpang.com merangkum dari 5gradar.com (12/11/2020), cara utama 5G dapat mengubah pariwisata.

1. Pemantauan robot di bandara dan sekitarnya
Salah satu penggunaan teknologi 5G yang menarik perhatian adalah robot patroli. Robot ini digunakan di area sibuk seperti bandara yang tugasnya untuk memantau warga serta memastikan bahwa orang menggunakan masker mereka saat berada di ruang publik. Robot ini dikembangkan oleh Guangzhou Gosuncn Robot Company, dengan dukungan tambahan dari spesialis perangkat keras dan perangkat lunak IoT, Advantech. Robot patroli tersebut sudah disebarluaskan selain bandara yakni di pusat perbelanjaan di Guangzhou, Shanghai, Xi’an dan Guiyang.

2. Daya tarik kota yang terhubung
Kehadiran jaringan 5G, membantu pelancong menjelajahi tujuan dengan lebih mudah bahkan memungkinkan membuat reservasi restoran dan tiket atraksi secara online lebih cepat. Dalam uji coba pedesaan 5G baru-baru ini, telah menunjukkan potensi untuk mencapai hal ini bahkan di tempat wisata yang paling terpencil, membantu dewan wisata pedesaan yang lebih kecil dan kekurangan uang menawarkan tingkat pengalaman yang sama dengan yang ditemukan di kota-kota besar.

3. Pemberdayaan bisnis lokal
5G akan menjadi kunci bagi bisnis lokal yang mengandalkan pariwisata. Layanan seluler yang biasanya mengandalkan pembayaran tunai, seperti taksi dan van es krim, akan dapat terhubung ke jaringan 5G untuk menawarkan pembayaran kartu untuk pertama kalinya, terutama di daerah pedesaan. Demikian pula, toko-toko dan atraksi desa yang saat ini membayar biaya untuk menggunakan pembaca kartu tradisional akan dapat memanfaatkan pembaca seluler yang lebih murah dari orang-orang seperti iZettle dan Square.

4. Pentingnya berbagi sosial
Bagi para pelancong, segala hal yang difoto kerap kali menjadi lebih penting dibagikan di media sosial mereka baik itu ke WhatsApp, Instagram dan Facebook. Dengan membagikan ke media sosial, ini menjadi salah satu cara signifikan bagi destinasi mendapat publisitas gratis. Jaringan 5G tidak hanya berarti tempat-tempat wisata paling terpencil dan tersembunyi pun akan dapat memperoleh manfaat dari paparan semacam itu, bisnis ini berpotensi menghemat uang dengan tidak harus menyediakan jaringan WiFi yang mahal dengan bandwidth tinggi.

5. Perjalanan yang lebih mudah
Kehadiran jaringan 5G membuka jalan bagi miliaran lebih banyak sensor IoT untuk online, dan salah satu dampak paling signifikan yang akan ditimbulkan oleh sensor ini adalah pada transportasi. Di mana menyesuaikannya dengan gerbong kereta dan rel, teknisi akan dapat mendeteksi kesalahan sebelum terjadi, mengurangi penundaan liburan orang dan menghemat uang operator untuk perbaikan yang lama. Sensor semacam itu, ketika terhubung ke jaringan 5G berkecepatan tinggi, juga berarti penumpang bisa mendapatkan pembaruan waktu nyata di perangkat seluler mereka, membantu mereka merencanakan perjalanan dengan lebih efektif dan mengelola penundaan yang tidak dapat dihindari.

6. Bandara pintar
Sama seperti sensor IoT di kereta akan membantu pelancong melakukan perjalanan ke bandara dengan gangguan minimal, begitu mereka tiba di terminal, sensor dan jaringan berkemampuan 5G akan memainkan peran utama dalam memotong waktu tunggu dan memberikan pengalaman tanpa gesekan. Gatwick, misalnya, melalui kemitraannya dengan Pointr, adalah bandara pertama di dunia yang memasang 2000 suar yang membantu penumpang menavigasi terminalnya dan mendapatkan pembaruan akurat untuk informasi penerbangan dan gerbang. Toko-toko juga menggunakan suar ini untuk menyampaikan pesan pemasaran kepada wisatawan saat mereka menuju gerbang.

7. Asisten 5G dan robot
Pada Desember 2018 Helsinki menjadi bandara 5G pertama di dunia dan operatornya Finavia bermitra dengan Telco Finlandia untuk memperkenalkan agen layanan pelanggan robot bernama Tellu. Tellu tidak hanya membantu penumpang menemukan jalannya dan mendapatkan informasi tentang penerbangan mereka, kamera di dalam pesawat mengirimkan rekaman waktu nyata ke tim keamanan untuk mengawasi lapangan.

8. Hotel pintar
Penelitian telah menemukan bahwa WiFi adalah faktor terpenting saat memilih akomodasi untuk liburan dan pelancong bisnis dengan lebih dari setengah responden mengklaim kurangnya WiFi akan membuat mereka kehilangan lokasi. Namun para pelaku bisnis perhotelan mengatakan permintaan yang meningkat ini membebani bandwidth dan keamanan jaringan mereka. 5G akan menyelesaikan kedua masalah tersebut, menawarkan kecepatan tinggi untuk banyak perangkat sekaligus mengurangi beban pada jaringan Wi-Fi.

Baca juga: Gunakan Teknologi 5G, Kereta Otonom di Korea Selatan dalam Fase Uji Coba

Bandwidth gratis ini, dilengkapi dengan koneksi 5G yang andal, juga akan memungkinkan hotel menawarkan fitur pintar yang lebih canggih seperti lampu yang terhubung dan termostat pintar, seperti yang terlihat di Premier Inn Hub London, yang memungkinkan penumpang mengatur suhu kamar ideal dari jarak jauh sebelum kedatangan, atau matikan lampu dari panel kontrol layar sentuh di samping tempat tidur.

Leave a Reply