Jaringan Kereta North – East Asia, Akankah Jadi Penanda Reunifikasi Korea?

Sumber: Railway Technology

Ribuan pasang mata tertuju ke Gelora Bung Karno pada Sabtu (18/8/2018) kemarin. Opening Ceremony dari perhelatan Asian Games 2018 tersebut sukses mengundang decak kagum dari setiap pasang mata yang melihatnya – baik secara langsung maupun dari layar kaca. Puluhan kotingen yang turut serta dalam pesta olahraga se-Asia tersebut pun memasuki area stadion seraya memperkenalkan diri.

Baca Juga: Lakukan Perjalanan ke Beijing, Beginilah Kelebihan dari Kereta yang Bawa Kim Jong-un

Dari sekian banyak kotingen, ada satu momen bersejarah yang tercipta – kontingen Korea Selatan dan Korea Utara bersatu di bawah bendera Unifikasi Korea. Sebelumnya, kedua ‘saudara’ ini sempat terpecah selama 65 tahun pasca genjatan senjata pada tahun 1953. Namun kesepakatan damai yang diajukan oleh kedua petinggi negara tersebut pada 27 April 2018 dan bersatunya kontingen kedua negara di bawah bendera Unifikasi Korea semakin mempertegas perdamaian diantara kedua belah pihak.

Tidak terkecuali dari sektor transportasinya, dimana Presiden Korea Selatan Moon Jae-In sebelumnya telah menyetujui pengembangan jaringan kereta api menuju Korea Utara pada akhir tahun 2018 ini. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (17/8/2018), Presiden Jae-In mengajukan rancangan pembangunan jaringan kereta api North – East Asia yang akan mencakup Semenanjung Korea, Cina, Mongolia, Rusia, Jepang, hingga Amerika.

“Hal ini (pembangunan jaringan kereta api) akan memfasilitasi sistem perdamaian dan keamanan multilateral negara-negara yang terlibat di dalamnya,” tutur Presiden Jae-In dalam pidatonya pada peringatan Hari Pembebasan di Seoul beberapa waktu yang lalu. Pengumuman ini sendiri merupakan bentuk rekonsiliasi lanjutan pasca penandatanganan perjanjian damai kedua belah pihak.

Lebih lanjut, semisal jaringan kereta api North – East Asia ini rampung kelak, maka akan tercipta satu konektivitas yang memungkinkan Korea Selatan mengekspor komoditasnya ke Cina, Rusia, dan Eropa melalui Korea Utara. Ini juga akan memfasilitasi impor minyak dari Rusia ke Korea Selatan.

Baca Juga: Berdamai, Korea Selatan Siap Bersinergi ‘Terangkan’ Sektor Transportasi di Korea Utara

Hadirnya jaringan kereta api ini juga diharapkan dapat menstimulasi perkembangan industri di Korea Utara. Sayangnya, belum ada kepastian kapan jaringan kereta api ini bisa mulai beroperasi – terutama karena sanksi internasional yang dijatuhkan terhadap Korea Utara. Guna menindaklanjuti rencana ini, kedua belah pihak diagendakan kembali bertemu pada bulan September mendatang di Pyongyang.