Jelang Operasional Penuh, MRT Jakarta Perkenalkan ‘Kartu Jelajah’ untuk Transaksi

Foto: Viva.co.id

Pada akhir Maret 2019, MRT Jakarta dijadwalkan mulai operasi penuh. Serangkaian uji coba penuh telah dilakukan untuk memantapkan layanan kereta komuter bawah tanah pertama di Indonesia ini. Nah, sebagian dari Anda mungkin bertanya, bagaimana cara pembayaran saat naik MRT Jakarta?

Baca juga: Awak Media Coba MRT Jakarta, Perjalanan Terlambat 10 Menit dan Tiba Tepat Waktu di Stasiun Akhir

Selain nantinya dapat menggunakan kartu tap seperti e-money, PT MRT Jakarta juga menghadirkan kartu khusus, seperti halnya PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang merilis kartu multi trip dan kartu sekali jalan.

Kartu yang akan digunakan MRT Jakarta bernama Kartu Jelajah, yakni kartu dengan uang elektronik yang bisa digunakan disemua stasiun MRT. Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin mengatakan, untuk ‘menemani’ Kartu Jelajah, kartu uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank juga bisa digunakan penumpang nantinya.

“Kami masih menunggu persetujuan dari Bank Indonesia,” ujar Kamaludin yang dikutip KabarPenumpang.com dari thejakartapost.com (4/2/2019).

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, nantinya pada 12 Maret 2019 uji coba secara penuh yang bisa dirasakan masyarakat akan ada penggunaan Kartu Jelajah secara resmi.

“Kita akan uji coba untuk masyarakat yang sudah mendaftar di website MRT Jakarta dengan kartu. Tapi ini kartu sementara, sebelum kartu yang akan digunakan setelah MRT beroperasi pada akhir Maret 2019 ini,” ujar William.

Kamaludin menambahkan, setiap masyarakat yang akan mengikuti uji coba kereta MRT tidak semuanya melalui Bundaran HI, melainkan akan naik dari setiap stasiun MRT.

“Masyarakat yang akan ikut uji coba nantinya akan dibagi-bagi sesuai daerah terdekat mereka yakni di semua stasiun. Sehingga tidak hanya naik dari Bundaran HI saja. Kita lakukan ini juga untuk uji coba fasilitas di semua stasiun,” kata dia.

Ada 13 stasiun MRT Jakarta akan mulai beroperasi pada Maret 2019 mendatang. Saat ini jalur sepanjang 16 km tersebut sudah dilakukan uji coba selama 24 penuh oleh kereta MRT dengan otomatis. Uji coba dengan operasional emergency akan mulai pada 27 Februari 2019 hingga 11 Maret 2019.

Dalam uji coba tersebut akan melibatkan pemadam kebakaran dan petugas serta karyawan gedung sekitaran stasiun MRT Jakarta. Sementara itu, pembangunan MRT tahap kedua harus ditunda, menunggu persetujuan dari Sekretariat Negara Fase kedua, menghubungkan lingkaran lalu lintas Hotel Indonesia ke Stasiun Kota di Jakarta Barat, telah didorong mundur dari rencana awal untuk mulai bekerja pada Desember 2018.

Baca juga: MRT Jakarta Buka Naming Right Tahap 2, Semua Perusahaan Indonesia Bisa Ambil Bagian

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, keterlambatan persetujuan Sekretariat Negara terkait dengan masalah tata guna lahan terkait wilayah Medan Merdeka di Jakarta Pusat. Manajemen juga mempertimbangkan apakah akan menawarkan mobil penumpang khusus wanita di MRT.