Jika Merger Terjadi, GoJek dan Grab Bakal Untung, Tapi Pengemudi Merugi

0
(seluler.id)

Kabar GoJek dan Grab akan melakukan merger kini mencuat dengan cepat. Dua decacorn ini bahkan dikabarkan sudah hampir mencapai kesepakatan untuk menggabungkan bisnis. Namun ketika merger ini terjadi akan membawa keuntungan atau kerugian?

Baca juga: Hasilkan Banyak Keuntungan, Namun GoJek dan Grab Justru PHK Karyawan

Dikutip dari kontan.com, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, merger antara dua decacorn ini dapat menguntungkan. Hal ini karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Sehingga bila merger terjadi, GoJek dan Grab dapat melakukan ekspansi dalam berbagai hal salah satunya dompet digital mereka.

Bhima menyebutkan, jika GoJek dan Grab terus bersaing, maka akan terlalu banyak uang yang dihabiskan untuk mempertahankan pangsa pasar dalam menggaet konsumen. Maka jika rencana ini terjadi akan mendapat dukungan dari investor jika keduanya ingin meraih keuntungan lebih cepat.

Meski keuntungan bisa didapatkan keduanya, ternyata Pengamat dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai, masalah merger ini bisa membuat driver mengalami kerugian. Di mana rata-rata pengemudi memiliki akun pada dua aplikasi decacorn ini dalam mencari nafkah mereka.

Para driver biasanya melakukan ini karena bisa mendapatkan benefit yang lebih banyak dan mudah mencari penumpang. Dikutip dari detik.com, Djoko menyebutkan, jika merger dilakukan, hal ini kemungkinan besar tidak lagi bisa dilakukan oleh para pengemudi.

Djoko menilai meskipun dua perusahaan bergabung, nasib driver angkutan online akan tetap sama saja. Apalagi selama ini driver angkutan online statusnya masih mitra, dan kebanyakan membuat kedudukan driver lemah.

Maka dari itu apabila tidak ada perubahan pada sistem kerja itu driver justru akan semakin dirugikan apabila merger Gojek dan Grab dilakukan. Namun meski begitu, Djoko mengatakan, tidak ada masalah bagi GoJek maupun Grab bila akan melakukan merger.

Dia juga mengatakan rencana merger ini dilakukan karena kedua belah pihak saat ini sedang terdesak. Menurutnya, baik GoJek dan Grab saat ini mengalami penurunan pengguna karena pandemi Corona.

Baca juga: Meski Jauh dari Kesepakatan, GoJek dan Grab Diskusikan Potensi Merger

Hal itu pun membuat perusahaan mengalami penurunan masukan, untuk tetap menjaga eksistensi maka kedua pihak bisa saja melakukan merger untuk saling menguatkan.