KA Bandara Soetta Tawarkan Layanan City Check-In dan Baggage Handling Gratis!

0
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Railink Mukti Jauhari optimis layanan City Check-In dan Baggage Handing gratis akan mampu menarik minat masyarakat untuk gunakan KA Bandara. Foto: Alpin Hardiyansah/KabarPenumpang

PT Railink resmi memulai layanan City Check-In dan Baggage Handing gratis pada hari Jum’at, (31/1). Selama dalam kurun waktu tiga bulan, layanan tersebut dapat dinikmati para pelanggan KA Bandara dengan sangat mudah, loh.

Baca juga: Mulai 19 Juni 2018, KA Bandara Soetta Berangkat dari Stasiun Bekasi

Calon pengguna hanya perlu menunjukkan tiket kereta bandara yang sudah dibeli, tiket penerbangan, dan ID Card masing-masing, pada jam layanan mulai pukul 7 pagi hingga 9 malam. Setelah pengecekan selesai, koper pelanggan akan ditimbang terlebih dahulu. Bila berat koper di atas 20 kg, City Check-In dan Baggage Handing tetap akan dilakukan. Hanya saja seluruh beban biaya kelebihan muatan pada koper tersebut tetap harus diselesaikan di konter maskapai sesampainya di bandara.

Perlu dicatat, PR Railink hanya akan memberikan service pada layanan tersebut 30 menit sebelum keberangkatan kereta. Selain itu, perlu dicatat pula, City Check-In juga hanya berlaku untuk maskapai yang sudah bekerjasama dengan perusahaan patungan dari PT Kereta Api Indonesia dan PT Angkasa Pura II tersebut, dalam hal ini maskapai Garuda dan Citilink Indonesia. Tak hanya itu, manajemen KA Bandara juga hanya melayani City Check-In 3 jam sebelum keberangkatan pesawat.

Setelah proses pengecekan, baik itu City Check-In dan Baggage Handing, selesai dilakukan, kemudian sekitar 20 porter, yang dikerahkan untuk layanan ini, siap untuk melayani pelanggan dengan menghandle langsung koper yang sudah ditimbang tadi. Jadi, pelanggan cukup santai menunggu, baik di lounge yang sudah disediakan maupun di tempat-tempat lainnya. Kemudian, lima menit sebelum keberangkatan kereta, petugas akan menjemput pelanggan dan mengarahkannya ke kereta yang sudah disiapkan, tanpa perlu khawatir apalagi repot-repot membawa koper.

Sesampainya di stasiun Basoetta (Bandara Soekarno-Hatta), pelanggan KA Bandara Railink yang sudah melakukan City Check-In dan Baggage Handling disediakan transportasi shuttle bus menuju terminal keberangkatan Citilink dan Garuda Indonesia. Dalam proses tersebut, petugas porter yang didukung oleh PT Gapura Angkasa ini akan terus melayani pelanggan hingga over baggage drop di check-in counter. Tak cukup sampai di situ, sekalipun koper sudah ditangani oleh pihak maskapai, petugas porter tetap akan melayani pelanggan hingga ke boarding gate. Cukup menarik, bukan? Terlebih, layanan tersebut gratis.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Railink Mukti Jauhari mengatakan layanan gratis selama tiga bulan dengan total investasi senilai Rp 3 miliar tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menarik minat masyarakat agar beralih ke KA Bandara. Layanan tersebut kemudian juga akan diikuti dengan berbagai promo menarik lainnya. Salah satunya seperti promo harga tiket pada awal Februari mendatang.

Di samping itu, Mukti juga menegaskan, KA Bandara saat ini juga semakin menarik dengan waktu tempuh yang kian terpangkas. Bila sebelumnya KA Bandara Manggarai-Basoetta memakan waktu tempuh selama 57 menit, kini hanya membutuhkan waktu 50 menit. Kemudian, dari BNI City-Basoetta, bila sebelumnya 46 menit, kini hanya menjadi 41 menit.

Atas capaian itu, ia pun mengingatkan bahwa tak ada moda transportasi lainnya yang dapat menempuh waktu secepat itu menuju bandara, ia pun mengingat kembali cerita dari salah satu rekannya yang mengaku menempuh waktu hampir 2 jam Basoetta-BNI City.

Meskipun demikian, dengan waktu tempuh yang lebih cepat hingga layanan yang sangat memudahkan pelanggan, salah satunya dengan layanan City Check-In dan Baggage Handing, tidak serta merta membuat okupansi KA Bandara sesuai ekspektasi, yakni dikisaran 50 persen.

Baca juga: Belum Genap Satu Bulan Beroperasi, KA Bandara Soekarno-Hatta Angkut 75 Ribu Penumpang

“Saat ini (okupansi) masih berkisar 32 persen dari total kursi yang kami sediakan,” jelas Mukti.

Mukti menargetkan okupansi KA Bandara Soekarno-Hatta pada 2020 bisa mencapai 40 persen dari total kapasitas penumpang. Tentunya dengan berbagai inovasi dan peningkatan layanan, termasuk di dalamnya usaha untuk memangkas waktu tempuh hingga diangka 30 menit.

Leave a Reply