KA Cisadane – Timbul Tenggelam Hingga Akhirnya ‘Menghilang’

0
Jembatan Cisadane

Pernah dengar Kereta Api Cisadane? Tenang ini bukan halusinasi dan memang pernah ada di era 1990-an. Kereta ini merupakan KA ekonomi reguler yang kala itu melayani relasi Bandung ke Yogyakarta dan mewarnai perkeretaapian Indonesia, khususnya di Daop II Bandung.

Baca juga: KA Priangan Ekspres – Hanya Mengular Empat Bulan dan Tanpa Pengganti

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, KA Cisadane ini dulu berangkat dari Bandung tetapi karena ada perubahan stasiun keberangkatan yang mana semua kereta ekonomi pindah ke Stasiun Kiaracondong, KA yang satu ini pun ikut berpindah keberangkatannya. Kepindahan keberangkatan ini juga membuat relasi perjalanan KA Cisadane diperpanjang hingga Madiun hingga menjadi Kiaracondong-Madiun.

Sayangnya KA Cisadane bersama enam rangkaian kereta api ekonomi lainnya ditutup pada tahun 2003. Penasaran kenapa ditutup? Ternyata KA Cisadane kurang okupansi alias minim penumpang dan dianggap kurang efisien dalam operasionalnya.

Selain itu juga ternyata faktor keamanan, keselamatan dan lintasan di Pulau Jawa yang padat dimana delay atau keterlambatan yang ditinggi dimasa itu, apalagi sebagian besar lintasan kala itu masih single track. Namun nama KA Cisadane kembali dibangkitkan PT KAI dengan label KRL Cisadane Ekspres di tahun 2005.

Saat itu,  PT KAI Divisi Jabodetabek mendatangkan 16 unit atau empat rangkaian KRL JR103 dari operator JR East untuk memperkuat armada KRL Jabodetabek. Lahirnya kembali KRL Cisadane Ekspres memiliki relasi yang berbeda dari sebelumnya yakni Manggarai-Tanah Abang-Tangerang. Tak hanya itu terkadang KRL CIsadane Ekspres juga berdinas hingga Stasiun Depok.

Masa dinas KRL Cisadane Ekspres sendiri ternyata cukup lama yakni dari 2005 hingga 2011 atau sekitar enam tahun hingga akhirnya di tutup karena era KRL CommuterLine serta adanya penyederhanaan relasi perjalanan.

Kereta Api Cisadane selain hidup lagi juga “pulang kandang”. Ya bisa dikatakan seperti itu karena nama Cisadane sendiri diambil dari nama sungai yang membelah Kota Tangerang dan sekitarnya. Sungai ini bermula dari kawasan Bogor karena hulunya di Gunung Gede-Pangrango. Dari Bogor mengalir membelah Kota Tangerang dan sekitarnya sampe bermuara di Laut Jawa.

Baca juga: KA Aji Saka – Tingkat Okupansi Rendah, Terpaksa Berhenti Mengular Pada Juli 2014

Awal dinas dibawah Daop II Bandung meski agak sedikit aneh, terus ditutup tahun 2003, mudik ke Daop 1 Jakarta dinas sebagai KRL Cisadane Ekspres dibawah PT. KAI Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek, dan akhirnya benar-benar “tenggelam” setelah diintegrasikan ke KRL Commuter Line sekaligus relasinya dipotong jadi Duri-Tangerang.

Leave a Reply