KA Djoko Kendil, Antara Tempo Doeloe dan Saat Ini

0
KA Djoko Kendil masa kini (kompas.com)

Masih ingat dengan kereta lawas Djoko Kendil? Kereta yang sempat menjadi idola dimasa kejayaannya dulu kini hadir kembali. PT Kereta Api Indonesia menghadirkan Djoko Kendil di Solo bulan Februari 2020 lalu.

Baca juga: Java Nacht Express, Layani Jakarta – Surabaya, Inilah Kereta Mewah Pertama di Indonesia

Kereta Api Djoko Kendil yang hadir kali ini justru menggunakan kereta uap lawas D1410 yang diperkenalkan dan melintasi rel ditengah kota. Kereta uap ini menarik dua gerbong berwarna hijau dan setelah diserahkan oleh PT KAI ke Wakil Walikota Surakarta, Achmad Purnomo langsung melanjutkan perjalanan dengan membawa rombongan ke Stasiun Kota di Sangkrah.

Melaju dengan kecepatan rendah, gerbong kereta ini didesain istimewa dengan kayu jati menjadi interior utama pada gerbong berkapasitas 50 orang. Kereta ini juga dilengkapi dengan meja panjang yang dilengkapi dengan kursi melingkar sehingga cocok untuk dijadikan tempat rapat.

Tak hanya itu juga ada lokomotif di bagian belakang gerbongnya. Direktur PT KAI yang lalu, Edi Sukmoro mengatakan, KA Djoko Kendil ini berusia 99 tahun dan sudah langka.

Dia mengatakan meski tua dan langka, kereta uap dengan panjang 20 meter ini bisa dihidupkan kembali karena para pensiunan PT KAI yang konsen dengan kereta lama. Achmad Purnomo mengatakan, kereta ini akan menambah pariwisata di Kota Bengawan.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kereta ini melaju dengan kecepatan 45 km per jam dan akan beroperasi dari Solo menuju ke Wonogiri. Kereta uap ini buatan Hanomag Hannover, Linden, Jerman 1921.

Nah, ternyata KA Djoko Kendil saat ini dan yang dulu berbeda. Pada masa kejayaan, awalnya Djoko Kendil atau gerbong SS9000 ini terdiri dari dua gerbong yang melengkapi Java Nacht Express.

KA Djoko Kendil merupakan kereta yang dibeli oleh perusahaan kereta api Staats Spoorwegen pada tahun 1938 dari pabrik Beynes (Belanda). Gerbong ini mewah dengan fasilitas tempat tidur yang dilengkapi dengan sistem penyejuk udara.

Panjang kereta seri SS9000 memiliki panjang 20 meter dengan bogie yang dilengkapi dengan roller bearing yang mulus dan handal serta dirancang untuk melaju pada kecepatan tinggi. Pada kejayaannya, Djoko Kendil masa lalu melintasi relasi jakarta – Bandung, Jakarta- Surabaya dan Surabaya – Jakarta.

Baca juga: Parade Kereta Tanpa Awak Siap Sambangi Indonesia

Sayangnya karena usia kereta yang semakin senja, seri SS9000 ini tersingkir dan turun kelas menjadi kereta penumpang kelas ekonomi dan kereta penolong. Pada 28 April 2009, Kereta Djoko Kendil mendapat kehormatan untuk membawa Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan beberapa menteri, dari Stasiun Tanjung Priok ke Stasiun Pasar Senen.

Leave a Reply