KA Ekonomi Matarmaja, Kondang Berkat Jadi Latar Film “5 Cm”

Adegan film 5 cm

Pernah dengar kereta Matarmaja? Kereta ini digadang-gadang pernah digunakan untuk pembuatan film 5 cm yang dibintangi oleh Herjunot Ali dan kawan-kawan saat akan menuju Malang dan berpetualang mendaki Gunung Semeru. Merujuk dari wahananya, KA Matarmaja adalah kereta kelas ekonomi AC yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan melayani rute Malang Kotabaru – Pasar Senen.

Baca juga: Saat Kereta Ikut Kondang Sebagai Latar Film Box Office

Berdasarkan literatur, film 5 Cm karya sutradara Rizal Mantovani dirilis pada tahun 2012 dan saat itu menjadi film yang laris ditonton muda-mudi. Pada saat ditumpangi Pevita Pearce dan Herjunot Ali, KA Matarmaja masih membawa rangakaian kelas bisnis dan ekonomi, dimana di kedua kelas tersebut belum menggunakan AC. Berbeda dengan KA Matarmaja saat ini, yang sudah memakai rangkaian full ekonomi AC dengan gerbong baru.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, bahwa sejatinya nama Matarmaja diambil dari singkatan kota-kota yang dilalui KA ini, yakni Malang, Blitar, Madiun dan Jakarta. Sebelum menjadi Matarmaja, kereta ini bernama Senja Maja dan hanya sampai ke kota Blitar, tetapi atas permintaan pengguna jasa, di tahun 1983 rute diperpanjang hingga Malang.

Dulu, rangkaian kereta ini berisi gerbong ekonomi dan satu kelas bisnis hingga berakhir seperti saat ini hanya gerbong ekonomi AC. Selama beroperasi awalnya Matarmaja melalui jalur selatan yakni lewat Purwokerto dan Yogyakarta, namun untuk sekarang pengoperasiannya berubah menjadi jalur utara melawati Pekalongan hingga Semarang dan berbelok ke jalur arah Solo.

Format KA Matarmaja menggunakan rangkaian gerbong ekonomi AC terbaru, terdiri dari lokomotif dan delapan rangkaian kereta dengan livery Kesepakatan (K3), sebuah kereta makan, kereta pembangkit dan satu gerbaong bagasi. Berikut ini stasiun-stasiun yang disinggahi oleh kereta Matarmaja Stasiun Malang, Stasiun Malang Kotalama, Stasiun Kepanjen, Stasiun Sumberpucung, Stasiun Kesamben, Stasiun Wlingi, Stasiun Blitar, Stasiun Ngunut, Stasiun Tulungagung, Stasiun Kediri, Stasiun Kertosono, Stasiun Nganjuk, Stasiun Madiun, Stasiun Paron, Stasiun Solo Jebres, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Pekalongan, Stasiun Tegal, Stasiun Babakan, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Jatibarang, Stasiun Pegadenbaru, Stasiun Jatinegara, dan Stasiun Pasar Senen.

Dan tahukah Anda kereta Matarmaja ini adalah salah satu kereta di Tanah Air yang memiliki jam perjalanan terlama? Ya, karena waktu tempuh dari Jakarta menuju Malang dihabiskan 16 jam 45 menit. Jadi bagi Anda pelancong yang akan naik kereta ini diharapkan bersabar dan menyiapkan fisik yang cukup.

Kereta Matarmaja

Tak hanya itu, saat menggunakan KA ini, sebagai pelancong akan dihiasi dengan pemandangan yang membuat Anda tidak mudah jenuh karena perjalanan yang cukup lama. Malam hari, Anda bisa merasakan sensasi Venice van Java yang mejadi satu julukan nama tempat di kota Semarang yang menyuguhkan pemandangan indah berupa sungai yang luas lengkap dengan lampu kerlap kerlip mirip dengan kota Venice di Italia.

Ada juga pemandangan Gunung Semeru yang bisa dinikmati saat KA memasuki daerah Kabupaten Malang pada pagi hari. Sebagai pelancong, pastinya Anda biasa menyiapkan bekal dalam perjalanan dan mungkin tak cukup untuk perjalanan panjang menuju Malang selama hampir 17 jam tersebut.

Baca juga: KA Ekonomi Premium “Wijayakusuma,” Dilengkapi Gerbong Untuk Difabel

Tetapi tenang saja, Anda bisa mencicipi kuliner khas di stasiun pemberhentian KA Matarmaja seperti di Semarang Tawang, Solo Jebres dan Madiun. Ini karena, perhentian di stasiun-stasiun tersebut cukup lama jika dibanding stasiun lainnya.

Dalam perjalanannya, KA Matarmaja melintas terowongan Eka Bakti Karya, yakni terowongan kereta di dekat bendungan Karangkates yang dibuat Pemerintah Indonesia pada tahun 1969. Nah jika mau menjajal sensasi Matarmaja, tarifnya ternyata cukup murah, yaitu Rp110 ribu untuk sekali jalan dari Jakarta menuju Malang atau sebaliknya, dan dikabarkan akan naik pada Januari 2018 menjadi Rp125 ribu sekali jalannya.