KA “Simandra,” Kereta Api Ekonomi Lokal Tanpa Sensasi Mandra

0
Mandra pelawak asal Betawi

Ketika mengingat nama Mandra, ingatan sebagian besar dari kita akan terbayang pada sosok pelawak yang bermain dalam serial Si Doel Anak Sekolahan dan pernah tayang di salah satu stasiun televisi swasta di era tahun 1990-an. Namun, lain dari itu ternyata Simandra juga merupakan nama sebuah kereta api

Baca juga: Stasiun Lebak Jero, Suguhkan Pemandangan Cantik Hingga Jalur Elok Berbentuk “S”

Ya, Simandra ini adalah nama lain dari kereta api lokal Cibatu yang melayani relasi stasiun Purwakarta menuju Cibatu dan sebaliknya. Entah mengapa kereta tersebut dinamakan Simandra, apa karena pelawak Betawi tersebut saat itu sedang naik daun, atau bisa jadi penumpangnya banyak yang mirip Mandra, entah. Padahal, Mandra sendiri asli Betawi sedangkan kereta api Simandara ini asal dari Tanah Pasundan.

Kereta kelas ekonomi lokal ini tidak cocok bila digunakan oleh penumpang yang dikejar waktu. Pasalnya Simandra yang berangkat dari Purwakarta ini harus menempuh jarak sekitar 117 km untuk sampai stasiun Cibatu. Tak hanya itu waktu yang ditempuh pun cukup lama sekitar enam jam.

Kereta Simandara alias KA Lokal Cibatu

Tapi, kereta ini sangat cocok bagi para petualang atau penikmat alam serta bagi penumpang yang ingin melakukan pengiritan. Dalam perjalanannya sendiri kereta api Cibatu ini melewati 24 stasiun dan hampir berhenti di setiap stasiun yang dilewatinya kecuali Cisomang dan Lebak Jero.

Penumpang ataupun pelancong yang menggunakan kereta ini akan disiguhi pemandangan alam yang indah dan eksotis khas Bumi Parahyangan. Perjalanan Simandra ini melewati jembatan kereta tertinggi di Asia tenggara yakni Cisomang dan melalui salah satu terowongan terpanjang di Indonesia yaitu Sasaksaat.

Uniknya setelah melalui stasiun Rancaekek, pemandangan yang dilalui kereta api berubah menjadi hamparan sawah dan salah satu stasiun, yakni Haurpugur posisinya seperti ditengah sawah. Pemandangan kembali berubah setelah Simandra melalui Cicalengka dengan lintasan ekstrem.

Dimana dari Cicalengka sampai ke Nagrek jalur menanjak dikarenakan perbedaaan tinggi antara dua stasiun dari 689 mdpl menuju 818 mdpl. Sebelum sampai di Nagreg, kereta Simandra harus melewati jembatan Citiis yang dibawahnya jurang dan jalan raya lingkar Nagreg sehingga membuat kereta seperti melayang.

Baca juga: Mengenal Walahar Express, Kereta “Odong-Odong” dari Purwakarta

Menuju stasiun Lebak Jero akan bertemu dengan jalur berbentuk S dan melalui perbukitan hingga tiba di stasiun tujuan Cibatu. Pemandangan sudah, melalui jembatan dan stasiun sudah, tapi bagaimana tarif tiket kereta ini?

Bisa dibilang tarif kereta ini cukup murah hanya Rp8 ribu rupiah saja untuk sampai ke stasiun Cibatu ataupun Purwakarta. KA lokal ini mulai meluncur di jalur kereta Cibatu-Purwakarta atau sebaliknya mulai 1 April 2015 lalu.

Leave a Reply