Kabar Baik dari Hasil Kajian Boeing: Industri Penerbangan Butuh 763.000 Pilot

0
Ilustrasi pilot. Foto: rt.com

Kabar baik untuk para pilot. Belum lama ini, Boeing merilis Pilot And Technician Outlook tahunan untuk 20 tahun ke depan. Hasilnya, diperkirakan industri penerbangan global membutuhkan 763.000 pilot baru.

Baca juga: Covid-19 Bikin Pilot Banyak Nganggur! Masihkah Jadi Profesi Idaman?

Dilansir Forbes, jumlah tersebut turun lima persen dari perkiraan tahun lalu. Hal itu tentu saja akibat pandemi virus Corona yang membuat banyak maskapai meng-grounded armada mereka. Seharunsya, grounded besar-besaran membuat jumlah kebutuhan pilot ke depan jauh lebih merosot dari sekedar turun lima persen.

Namun, dengan adanya pilot-pilot yang pensiun, ditambah proyeksi pertumbuhan armada global di masa mendatang, persentase penurunan kebutuhan pilot di masa mendatang tak terlalu anjlok ke titik terdalam.

Pada tahun 2018, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memprediksi bahwa jumlah penumpang yang bepergian melalui udara akan mencapai 8,2 miliar pada tahun 2037, naik dari angka yang ada saat ini dikisaran 4,5 miliar perjalanan penumpang. Dengan begitu, kebutuhan pilot di dunia akan tetap tinggi.

Akan tetapi, menurut beberapa kalangan, outlook Boeing akan kebutuhan pilot tersebut dinilai tidak relevan dengan kondisi yang ada. Kita tahu, saat ini teknologi otomatisasi sudah begitu marak. Bahkan, Airbus, melalui pesawat A350-1000, sudah beberapa kali menguji coba lepas landas, landing, dan taxi otomatis di 2020 ini. Meski demikian, paling tidak pesawat tetap harus dijaga oleh satu orang pilot dan sebaliknya menghapus keberadaan ko-pilot.

Bila proyek tersebut, baik oleh Airbus maupun oleh pihak-pihak lainnya, terus berjalan dan mencapai perkembangan signifikan, bukan tak mungkin kebutuhan pilot di 20 tahun mendatang akan turun dratis dari yang sudah diperkirakan Boeing. Disebutkan, menghapus satu ko-pilot dari 10 persen pertumbuhan pesawat di masa mendatang, sama dengan menghilangkan sekitar 50 ribu pilot baru.

Menurut Boeing, akan ada penambahan sekitar 48.400 pesawat pada tahun 2039. Dari sini, terbayang bukan, akan ada berapa banyak posisi pilot baru yang hilang. Di samping itu, terbanyang pula bukan, kaburnya relevansi Pilot And Technician Outlook Boeing untuk 20 tahun ke depan.

Celakanya, teknologi otomatisasi juga merambah banyak sektor di industri penerbangan, tak terbatas pada penerbangan komersial saja, seperti taksi udara, drone, dan lain sebagainya. Degan begitu, posisi pilot general aviation, seperti air taxi, parachute jumping, crop dusting (menyemprot tanaman), joy flight (jalan-jalan keliling) juga ikut terancam.

Baca juga: Tahun 2038: Dunia Butuh 804 Ribu Pilot Wanita

Lagi pula, berdasarkan statistik dari Bank Swiss UBS, seorang pilot diperkirakan mengendalikan penuh pesawat jet rata-rata hanya tujuh menit pada setiap penerbangan. Mereka juga mengklaim bahwa pesawat komersial dan kargo satu pilot dapat terwujud dalam lima tahun ke depan.

Salah satu bank ternama di dunia karena tingkat keamanannya yang tinggi tersebut juga mengklaim, sistem operasi satu pilot juga akan mengarah pada peluang penghematan biaya untuk industri pesawat komersial yang lebih besar, setidaknya $15 miliar atau sekitar Rp204 triliun, yang mencakup gaji pilot tahunan, pelatihan, bahan bakar, dan asuransi. Angka tersebut sudah pasti sangat menggiurkan, mengingat maskapai pada umumnya mengejar profit sebesar-besarnya dengan pengeluaran sekecil mungkin.

Leave a Reply